HUT RI 74, Gelar Karnaval bagi Pelajar SD se Kecamatan Batulayar

Batulayar, Kominfo. Beragam kegiatan dilakukan masyarakat Indonesia untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke 74 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Seperti karnaval yang diikuti pelajar SD se Kecamatan Batulayar pada Sabtu (3/8/2019).

Pantauan wartawan media ini menunjukkan, star karnaval ini dimulai dari SDN 1 Sandik menuju Taman Kota Sandik. Para pelajar dari SDN se Kecamatan Batulayar terlihat ceria mengikuti karnaval ini terlebih balutan pakaian adat Sasak yang dikenakannya cukup menarik perhatian warga yang menyaksikan langsung aksi mereka.

Acara yang digagas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikbud Kecamatan Batulayar ini sudah digelar untuk yang kedua kalinya. Tahun ini thema yang diusung yakni, “Mewujudkan Generasi Islami dengan Mantap”.

Kepala Desa Sandik H. Abdurahman yang melepas karnaval tersebut mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian penuh kepada putra-putrinya untuk tidak tercekoki oleh kemajuan dan perkembangan teknologi ionformasi saat ini yang begitu massif.

“Justru teknologi yang harus kita genggam. Dengan semangat pemuda yang masih segar hendaknya bias mewujudkan Generasi Islami dengan Mantap menuju Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Indonesia Maju,“ pungkasnya. (Yani)

Cegah Narkoba dari Pelayanan Posyandu

Gerung, Kominfo. Wagub NTB Hj Rohmi Djalilah menyatakan, bahaya narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan sungguh sangat mengkhawatirkan saat ini. Narkoba tidak  tidak bisa mengharapkan pada satu pihak saja tetapi harus bersama-sama harus dari bawah.

“Pencegahan narkoba dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Pemerintah Provinsi NTB sepakat dengan Bupati Walikota se NTB untuk bagaimana mencegah narkoba ini dari paling bawah melalui revitalisasi Posyandu dan kita yakin akan bisa berjalan dengan baik,” ujar Rohmi Djalilah pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) provinsi NTB di Giri Menang, Gerung, Rabu (26/6/2019).

Wagub menambahkan, revitalisasi Posyandu yang tengah digencarkan di NTB saat ini tidak hanya sebatas penimbangan, pemeriksaan anak dan ibu hamil semata, namun juga bisa diselipkan dengan penyuluhan lainnya seperti penyuluhan yang mencakup juga narkoba.

“Kadar-kader kita nantinya itu akan kita sertifikasi sertifikasi adalah dari dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan kabupaten kota sehingga kader kader yang sudah terlatih itu tidak diganti, meskipun nanti ada pergantian Kepala Desa, mengingatbkader-kader itunsudah terlatih,” kata Wagub.

Wagub juga menambahkan, para kader Posyandu tidak saja focus pada persoalan-persoalan kesehatan batita, balita ataupun ibu hamil, namun juga bias menyampaikan informasi lain tidak saja tentang narkoba tetapi juga tentang isu-isu yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, termasuk pernikahan usia dini, TKI illegal, illegal loging ataupun isu lingkungan lainnya.

“Insya Alloh atas upaya dan kerjasama semua pihak dalam memberantas narkoba, NTB ke depannya diharapkan bebas narkoba. Dengan demikian “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas akan bias terwujud,” tandas Ummi Rohmi panggilan akrabnya.

Wagub NTB pada kesempatan tersebut tertarik dengan penampilan pelajar SMPN 1 Gerung yang memperagakan Perang Topat sebagai kekhasan budaya Lombok Barat. Orang nomor dua di NTB ini justru tertarik untuk mengikutsertakannya pada pestival budaya September 2019 mendatang di Kota Paris, Prancis.

“Inilah bentuk nyata para milenial kita melakukan hal-hal produktif dalam mengisi waktu senggang untuk melestarikan budaya. Jadi diisi dengan kegiatan positif tidak lalu terjerumus ke hal-hal yang negative seperti narkoba,” ujar Wagub bangga.(her).

KIM Lombok Barat Perkenalkan Produk Unggulan Berbasis Pasar Online

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkenalkan pasar kampung online untuk mempromosikan produk-produk unggulan hasil usaha dari masyarakat setempat. Untuk mewujudkan hal itu Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB bekerjasama dengan Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat menyelenggarakan Pelatihan SDM Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kamis (20/6/2019) di Lesehan Dian Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Pelatihan bertemakan “Pasar Kampung Online” tersebut dihadiri tidak kurang dari 30 orang peserta berasal dari anggota yang tercatat pada 15 KIM se Lombok Barat termasuk Dari kalangan pengusaha UMKM.

Pada kegiatan inin dihadirkan sejumlah pembicara diantaranya Fairus Abadi dan Dudut Eko Juliawan dari Diskominfotik NTB serta Nasrin H Muhtar dari salah seorang pengusaha UMKM di NTB yang cukup sukses.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) provinsi NTB Fairuz Abadi dalam penyampaian materinya menjelaskan, produk unggulan NTB termasukdi Lombok Barat diharapkan dari anggota KIM bisa mengambil peran sebagai mitra yang solid, saling bersinergi, sehingga antara produsen dan konsumen UKM bisa saling menjalin komunikasi yang terarah.

Dikatakan Fairuz, saat ini pihaknya terus melakukan penguatan sumber daya manusia dengan memperkenalkan pasar digital melalui pelatihan pemanfaatan tekonologi informasi.

“Kita lakukan hal ini untuk mempersiapkan masyarakat NTB, khususnya masyarakat di desa/kampung sebagai produsen agar mampu memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk-produk secara virtual. Kegiatan ini juga sejalan dengan program NTB Gemilang Ekonomi yang bertumpu pada sektor pariwisata, pertanian dan industri. Salah satunya, yakni E Commerce,” terang Fairuz yang biasa disapa Abu Macel ini.

Menurut Fairuz, ke depan pasar online ini sangat menjanjikan. Sebab, dari 2,7 juta pengguna internet di NTB baru 15 persen saja yang memanfaatkannya sebagai peluang ekonomi. Sisanya merupakan pengguna platform chatting dan media informasi hiburan belaka.

“Karena itu untuk mempromosikan produk-produk unggulan tersebut, kita terus membina dan memperkuat kelompok informasi masyarakat (KIM) diberbagai desa/kampung di kabupaten/kota di NTB,” ujarnya.

Sebelumnya pemateri lainnya D Eko Juliawan dariDiskominfotik NTB memaparkan terkait program NTB Care (Caring Society with Integrity), sebuah program pemrov NTB berkaitan dengan delik aduan.

Peserta pelatihan juga mendapatkan paparan dari salah seorang pengusaha UMKM jamu tradisional khas NTB yang cukup sukses dengan memaksimalkan potensi sumberdaya alam NTB sebagai bahan baku pembiuatan jamu tradisonal untuk kesehatan. (her)

Ziarah Makam dan Begibung, Tandai Perayaan Lebaran Topat di Lombok Barat

Batulayar, Kominfo. Tasyakuran Lebaran Topat di Lombok Barat, Rabu (12/6/2019) kembali dihelat dipusatkan di Pantai Duduk, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Prosesi ritual inti event budaya ini ditandai dengan berbagai rangkaian kegiatan. Diawali dengan ziarah makam oleh Bupati, Wakil Bupati  Lombok Barat H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun, para anggota Forkompinda Lombok Barat dan seluruh pimpinan SKPD se Lombok Barat dengan menggunakan moda transfortasi tradisonal khas Lombok Cidomo dihiasi berbagai ornament penghias dari daun kelapa bergerak menuju Makam Batulayar yang konon makam ini dikeramatkan oleh masyarakat Lombok.

Setelah sebelumnya di pusara makam yang dietahui makamnya salah seorang Wali penyebar agama Islam pertama di Lombok dilakukan tabur bunga rampa dan penyiraman sekeliling makam, para peziarah selanjutnya melakukan ritual zikir dan doa dipimpin salah seorang Tuan Guru (Kyai).

Di arena utama tepatnya di pesisir Pantai Duduk, Batulayar ribuan masyarakat secara berangsung-angsur memadati lokasi. Pasalnya di lokasi berbagai macam hiburan islami dan aneka menu Dulang Penamat ditampilkan sekaligus di lombakan panitia.

Puncak perayaan lebaran Topat dihadiri selain dihadiri Bupati dan Wakil Lombok Barat, juga dihadiri Plt Sekretaris Provinsi NTB Hj Eva Nurcahyaningsih, para pajabat provinsi lainnya, Sekda Lombok Barat dan para pejabat lingkup SKPD se Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menyatakan, Lebaran Topat merupakan ntradisi tahunan masyarakat Lombok khususnya Lombok Barat yang perayaannya telah dijadikan sebagai kalender of event yang diharapkan bisa menjadi sprit bagi pelestarian dan pengembangan tradisi ataupun kearifan local masyarakat.

Menurut Bupati dua periode ini lebaran topat yang dalam istilah Sasaknya dinamai “Lebaran Nine” merupakan sebuah konvergensi, fusi atau penggabungan kesadaran kolektif masyarakat yang merupakan perwujudan rasa syukur atas telah dislesaikannya puasa sunnat Syawal selama seminggu setelah sebelumnya dilakukan puasa sebulan penuh dilanjutkan dengan Hari raya Idul Fitri atau Lebaran Mame.

Menurut suamidari Hj Khairatun Fauzan Khalid ini, Lebaran Topat juga merupakan refleksi kebahagiaan bersama secara totalitas, melambangkan kerukunan dan empati sosial antar sesame. Dengan modal sosial seperti itu akan menjadi pilar utama menjadikan masyarakat Lombok Barat yang amanah, sejahtera dan berprestasi.

Kecuali itu kata Bupati, Lebaran Topat menjadi sprit simultan di tengah situasi yang masih belum nyaman pasca terjadinya gempabumi Lombok tahun lalu.

“Karena itu saya mengajak kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat Lombok Barat untuk mulai menyatukan langkah dan komitmen menuju kejayaan Lombok Barat, khsusunya di sector pariwisata. Kita tetap bertekad untuk menumbuhkembangkan sector pariwisata sebagai basis utama perekonomian masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam kebersamaan membangun daerah tercinta kita,” ujar.

Pada kesempatan tersebut dilakukan prosesi parade 1000 ketupat disertai berbagai jenis buah-buahan yang selanjutnya Bupati, Wakil Bupati Lombok Barat, Plt Sekda Provinsi NTB, sespuh Lombok Barat HL Mudjitahid bersama tokoh budaya Lombok Barat lainnya melakukan prosesi belah ketupat yang diserahkan ke sesepuh Lombok Barat. Selanjutnya dilakukan prosesi begibung yakni makan bersama dengan menu ketupat dan berbagai jenis lauk pauk dan kudapan khas Lombok lainnya.

Tidak itu saja berbagai jenis lomba baik lomba dulang penamat, lomba merangkai kulit ketupat, lomba zikir zaman dan berbagai lomba pendukung lainnya Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Lombok Barat langsung menyerahkan hadiah.

Salah seorang wisatawan asal Australia Mr. Jungle Elwis mengungkapkan, sekalipun warga Lombok belum lama terkena gempa, namun tetap bersemangat untuk kembali pulih terutama membangkitkan pariwisata.
“Keindahan Lombok dengan syarat budayanya yang masih tinggi menjadi daya tarik setiap wisatawan untuk mengunjunginya. Dengan event Lebaran Topat seperti ini saya berjanji akan mengajak warga Australia lainnya untuk berlibur ke Lombok,” ungkapnya. (her)

 

Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Lobar Gelar Open House

Gerung, Kominfo. Open House Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Lombok Brat digelar bersamaan, Sabtu (8/6/2019) di kediaman masing-masing. Khusus Buparti Lombok Barat H Fauzan Khalid menggelar acaranya di pendopo Bupati Giri menang, Gerung. Sementara Wakil Bupati Lobar Hj Sumiatun digelarnya di rumah peribadi di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong dan Sekda Lobar HM Taufic di rumah kediamannya di Perumahan Taman Baru, Mataram.

Di Pendopo Bupati hadir masyarakat dari berbagai latar termasuk para Aparatur Sipil Negara  (ASN), TNI/Polri, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, dan tokoh pemuda serta masyarakat umum secara bergantian berdatangan.

Dalam keterangan singkatnya Ketua TP PKK L0mbok Barat Hj Khairatun Fauzan Khalid mewakili Bupati mengungkapkan, open house dilakukan sebagai momen berkumpul atau bersilaturahmi, terutama guna menjalin persatuan dan kesatuan pasca Pilkada Lombok Barat dan Pemilu Serentak 2019 lalu.

“Melalui open house ini ini kita berharap, agar hubungan yang mungkin ada keretakan karena kesalahpahaman atau yang lain, bisa dipererat lagi sehingga tidak ada lagi rasa yang tidak baik,” kata istri Bupati Lobar ini.

Dikatakan, open house juga sebagai wujud kebersamaan antara pemimpin dengan rakyat yang dipimpin. Maksud lain untuk lebih dekat dengan masyarakat Lombok Barat, dalam arti pemimpin dan masyarakat, tidak ada sekat.

Melalui berbagai media yang ngepos di Lombok Barat Khairatun menyampaikan permintaan maafntya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Lombok Barat.

“Saya ucapkan juga minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir danbathin  bagi semua ASN dan masyarakat Lombok Barat. Mungkin Bapak dan saya pernah menyinggung perasaan rekan-rekan ASN juga masyarakat. Saya sebagai pribadi dan Bapak Bupati, minta maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Dari kediaman Wakil Bupati Lombok barat di Sekotong mengabarkan, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun, menyampaikan melalui open house ini diharapkan kegiatan ini dapat semakin mendekatkan dirinya pada seluruh masyarakat di Lombok Barat.

Dari kediaman Sekda Lobar HM Taufic di Mataram dilaporkan, Sekda memaknai open house ini untuk mempererat kebersamaan guna memajukan Lombok Barat.

“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kita laksanakan, dan ini momentum menjalin silaturrahim untuk kita saling memaafkan antar sesama umat muslim,” katanya.

Sekda juga taj jenuh untuk tetap mengingatkan bahwa silaturrahmi akan memperkokoh kebersamaan dalam persatuan.

“Kita berharap melalui suasana ini, membuat kebersamaan lebih kokoh dan kuat lagi. Dan semoga kualitas iman kita, kinerja kita, semakin baik dan meningkat,” tutupnya. (humas protokol Lobar)

Botanic Garden: Wisata Bunga Instagramable di Lombok Barat

Narmada, Kominfo. Berakhir pekan saat ini kecendrungan wisatawan tidak hanya tertuju ke kawasan pantai untuk berlibur. Namun seiring dengan beragamnya berbagai pilihan dengan menyajikan beragam spot pariwisata, wisatawan mulai menggandrungi wisata pertanian sembari belajar ilmu alam dan tumbuh-tumbuhan.

Karena itu berwisata yang paling tepat untuk tujuan tersebut yakni Botanic Garden Area. Datang saja ke lokasinya yang berada di Jalan Wirabakti, Dusun Gandari, Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Botanic Garden Area atau lebih populer disebut ‘Narmada Botasnic Garden’ (NBG) memiliki arti cabang biologi tentang kehidupan tumbuh-tumbuhan.

Narmada Botanic Garden akan memanjakan pengunjung dengan sajian berbagai jenis bunga berwarna-warni. Bunga yang hampir punah yakni sekuntum bunga matahari yang lagi merekah memedarkan warna kuning keemasan dijadikan trending yang lagi ikonic. Tentu saja bunga yang satu ini terlihat dominan di hamparan tanaman bunga di NTG seluas 1 hektar ini.

Bunga matahari yang lagi ngehits tentu saja memancing para pengunjung karena spot foto untuk swafoto begitu indah dan sangat instagramable. Tentu saja bagi pengunjung khususnya kaum milenial begitu terkesan bila mengabadikan dirinya di lokasi yang satu ini.

“Kami sengaja datang bersama rombongan ke lokasi wisata botanic ini, karena kami penasaran dengan hamparan bunga yang begitu indah dan memancarkan pesona untuk diabnadikan dalam sebuah galeri foto,” kata Khuswatun Hasanah salah seorang pengunjung dari Lombok Tengah.

Tidak terhenti sampai di situ, NBG juga menyajikan berbagai jenis tanaman buah segar. Sebut saja misalnya buah jeruk, buah jambu, strawberry, timun, terong dan lainnya. Pengunjung bisa langsung menimba ilmu pertanian di sini.

“Jadi pengunjung bisa belajar di sini. Mulai dari proses menanam, merawat, hingga memanen bisa disaksikan langsung di sini. Bahkan pengunjung bisa mencoba mengambil langsung dan memakan buah alami ini langsung dari kebunnya. Namanya kebun kejujuran. Selesai disantap langsung bayar hanya Rp. 1000 saja per biji,” kata Made Pasek Nyoman Bayu, pengelola NBG sembari memperlihatkan buah mentimun yang docontohkannya.

Menurut Bayu panggilan akrabnya, NBG dibuka sejak Maret 2018 lalu. Sejak awal buka pengunjungnya sudah mencapai ratusan orang. Berbagai media promosi dimanfaatkan untuk memperkenalkan lokasi wisata swadaya ini semisal feacbook, instagram ataupun berbagai media sosial lainnya.

Dikatakan, meski pengunjung terbanyak dari wisatawan lokal, namun ia meyakini ke depannya wisatawan mancanegara juga akan banyak berdatangan ke NBG.  Meski demikian dari manajmen akan menargetkan ribuan wisatawan setiap minggunya.

“Akhir-akhir ini saja target ribuan pengunjung setiap minggu ke NBG sudah mulai mendekati,” ujar Bayu.

Cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp.5000, pengunjung sudah bisa menikmati semua fasilitas yang ada di NBG. Mulai dari kebun bunga matahari yang menjadi unggulan dan kerap dijadikan tempat berswafoto. Selain itu adapula kebun bunga matahari mini, kebun bunga lavender, kebun bunga mawar, kebun durian, manggis dan jeruk, rumah pohon serta wisata petik mentimun dan sayuran lainnya membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

NBG tidak hanya menyediakan berbagai spot selfi yang menarik. Di tempat ini juga dijadikan sebagai wahana edukasi bagi siswa sekolah. Para siswa akan diajarkan cara merawat tanaman mulai dari menanam hingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna. Untuk perawatan khusus bunga matahari mulai dari pembibitan hingga dewasa membutuhkan waktu  sekitar 3 bulan.

“Sementara untuk perawatannya hanya sebulan sekali. Untuk pengadaan bibit kita kerjasama dengan berbagai stand bunga di Lombok dan biasanya menyiapkan sekitar 100 bibit perhari,” tutup Bayu.  (her)

 

Berbagi Berkah Ramadhan, Pemdes Mekar Sari Bagikan Bingkisan untuk Warga Kurang Mampu

Narmada, Kominfo/KIM. Pemerintah Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan sosial “Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan”,  dengan memberikan perhatian khususnya bagi warga masyarakat kurang mampu di Desa setempat.

Sekitar 84 orang warga yang terkategori fakir miskin, Selasa (28/5) menerima santunan dan bingkisan sembako, yang diserahkan langsung oleh Kepala Desa Mekar Sari, Sapinah.

Warga yang sudah datang ke Aula Kantor Desa sejak sore hari nampak bisa bahagia dan tersenyum sumringah saat menerima bingkisan. Umumnya mereka adalah para lanjut usia (Lansia) dan juga terkategori miskin.

Selain menyerahkan bingkisan Sembako, Kepala Desa Mekar Sari juga memberikan santunan kepada ahli waris dan keluarga warga meninggal dunia sebanyak 11 orang.

“Pemberian bantuan kepada keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia merupakan bentuk perhatian Pemerintah Desa Mekar Sari kepada warga yang meninggal dunia,” kata Sapinah.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga tertuang dalam APBDes dalam bentuk bantuan sosial.

Sapinah mengatakan, kegiatan pembagian bingkisan Sembako dilakukan Pemerintah Desa Mekar Sari sebagai bentuk perhatian khusus kepada warga yang kurang mampu. Hal ini dilakukan rutin setiap Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Pemberian bingkisan ini rutin kami berikan setiap tahun menjelang Lebaran,” kata Sapinah yang menjadi Kepala Desa Mekar Sari dua periode ini.

Kebijakan Pemdes setempat membuat warga masyarakat, terutama penerima bingkisan merasa bangga dan senang.

Salah seorang warga, Saknah (65) mengaku bahagia mendapatkan bingkisan Sembako tersebut. Ia juga mendoakan agar amal baik Kepala Desa dan jajaran Pemdes setempat mendapat pahala dan balasan kebaikan ke depannya.

“Kami berterimakasih, dan saya doakan semoga pak Kades selalu sehat dan memimpin Desa dengan penuh amanah,” katanya.

Menurut Saknah, kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak Sapinah memimpin menjadi Kades di Desa tersebut, dan rutin dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah, saya setiap tahun dapat bingkisan menjelang Lebaran,” katanya. (Satar/KIM Mekarsari)

Lombok Barat Kembali Raih WTP untuk Keempat Kalinya

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Predikat WTP ini diserahkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB Heri Purwanto kepada Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (27/5/2019).   Penyerahan WTP ini BPK RI Perwakilan NTB kepada kabupaten Lombok Barat ini terkait pengelolaan keuangan dan aset di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2018. Predikat WTP ini bagi Lombok Barat telah diraih  sebanyak empat kali sejak tahun 2015 secara berturut-turut. (Kominfo)

RSUD Awet Muda Lombok Barat Dinilai Tim Surveior Akreditasi RS

Mataram, Kominfo. Penerimaan Tim Surveior Akreditas Rumah Sakit (RS) dalam rangka penilian kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “Awet Muda” Narmada berlangsung di Lombok Plaza Hotel Mataram, Minggu, (26/5/2019).  Acara ini di hadiri Bupati Lombok Barat, Sekda, Asisen III Lobar, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, para dokter RS Awet Muda. Survei akreditasi sendiri akan berlangsung selama tiga hari mulai 21-29 Mei 2019. 

Mewakili Bupati, Sekda Lombok Barat Ir.H.Moh Taufik, M.S.c, dalam kata penerimannya menjelaskan sejarah pemberian nama Rumah Sakit Awet Muda. Nama Rumah Sakit biasanya diambil dari nama seseorang/tokoh. Namun tidak dengan RS ini. Justru nama RS ini diambil dari tempat atau wilayah didirikannya rumah sakit ini yakni berada di kecamatan Narmada yang merupakan sumber mata air Narmada Awet Muda.

Dijelaskan Taufik, grand opening ceremony  Rumah sakit Awet Muda sebelumnya dilakukan Menteri Kesehatan pada tanggal 7 Maret 2017. RA Awet Muda berada di tempat yang sangat strategis karena berada di  poros utama  jalur menuju, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Sumbawa. Jarak Rumah Sakit ini hanya beberapa kilo dari Ibukota Provinsi dan perbatasan kabupaten lainnya.  Itulah yang menjadikan posisi RS ini cukup strategis, sehingga  kabupaten Lombok Barat berani membangun rumah sakit ini.

“Dampak akibat gempa beberapa fasilitas umum seperti rumah sakit mengalami kerusakan. Hal ini juga  berimplikasi  pada belanja langsung dan tidak langsung untuk anggaran kesehatan terserap hingga 18% dari APBD Kabupaten Lombok Barat. Hal ini akibat menurunnya PAD kabupaten Lombok Barat. Anggaran untuk dana kesehatan hingga tahun 2019 yakni belanja langsung  281 M dan belanja tidak langsung 66 Milyar,” kata Taufik menguraikan.

Meskipun anggaran masih kurang maksimal untuk kesehatan namun pemkab Lombok Barat bersama para dokter optimis dan semangat agar rumah sakit awet muda bisa mendapatkan akreditasi dengan nilai yang maksimal.

Taufik menambahkan, dokter spesialis yang dimiliki di Rumah Sakit  ini saat ini terdiri dari dokter spesialis kandungan, spesialis  anak, spesialis bedah dan spesialis penyakit dalam.

“Saya berharap agar pelayanan di RS Awet Muda” akan semakin lebih baik karena merupakan cita-cita dan keinginan bersama pemkab Lombok Barat sehingga tercipta Lombok Barat yang mantap,” kata Taufik kemudian.

Sementara itu Ketua TIM Surveior Dr Sigit Jatmika yang juga dokter spesialis bedah dalam penjelasannya menyatakan, pihaknya bukan yang menilai dan menentukan lulus dan tidaknya. Pihaknya hanya berusaha mengonversi  berdasarkan bekal dan buku snars edisi 1, Instrumen Snars edisi 1 dan pedosko.

Dikatakan, standar rumah sakit sendiri sudah ada dan dimiliki oleh setiap rumah sakit dan tidak ada perbedaan. Yang perlu diperhatikan apakah rumah sakit sudah menjalankan sesuai standarisasi karena selain untuk kepentingan pasien juga untuk kepentingan rumah sakit itu sendiri.

“Tujuan dari akreditasi itu sendiri adalah untuk meningkatkan mutu dari rumah sakit disetai jaminan keselamatan pasien ketika berobat ke rumah sakit. Syarat yang pertama kali di lihat ketika akreditasi yakni syarat administrasi bukan tekhnis medis. Apakah Rumah sakit sudah mempunyai kelengkapan administrasi sesuai standarisasi.” Ujar Sigit.

Sigit berharap Rumah Sakit Awet Muda sudah mempersiapkan dan melengkapi seluruh kelengkapan administrasi hingga proses surve akreditasi ini selesai selama tiga hari ini,  baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy sehingga bisa di upload ke aplikasi online yang sudah disiapkan. (Rhistu/her/kominfo)

 

6 Negara Pelajari Keberhasilan Stunting di Lombok Barat

Gerung, Kominfo. Kesuksesan penanganan stunting di Kabupaten Lombok Barat mendapatkan apresiasi dari delegasi World Bank (Bank Dunia) dari beberapa negara diantaranya Maroko, Kamboja dan Timor Leste. Karena itu Kamis (23/5/2019), delegasi Bank Dunia tersebut mengunjungi Lombok Barat yang didampingi perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kedatangan delegasi dari enam ngara tersebut dimaksudkan untuk mempelajari proses penanganan stunting.

Sekretaris Daerah Lombok Barat, Ir. H. Moh. Taufiq, M.Sc dalam kata-kata penerimaannya bagi 17 orang delegasi tersebut memberi apresiasi mengapresiasi para delegasi yang memilih Kabupaten Lombok Barat sebagai tempat kajian mengenai stunting.

“Kabupaten Lombok Barat menjadi yang pertama secara progres mampu menurunkan angka kasus stunting secara signifikan,” kata Taufiq.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat,  Rachman Sahnan Putra, menyebutkan pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Lombok Barat bersama tiga daerah lain di Indonesia sebagai daerah percontohan penanganan kasus stunting pada 2017.
Menurutnya, stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia dua tahun.
Dikatakan, pemerintah pusat menilai program, terobosan dan komitmen dari para kepala daerah tersebut sangat baik dalam hal penanganan stunting.
Data yang ada pada Dinas Kesehatan Lombok Barat, kata Rachman, menunjukkan angka kasus stunting di Lombok Barat pada 2007 mencapai 49 persen. Dinas Kesehatan kemudian terus berinovasi menurunkan angka tersebut. Beberapa inovasi yang telah dilakukan, di antaranya sensus terhadap seluruh bayi di bawah lima tahun (balita) di Lombok Barat, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan upaya penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu.
“Dengan dukungan bupati serta keterlibatan lintas sektor, angka kasus stunting dapat turun menjadi 32 persen pada 2016. Data terakhir menunjukkan, pada Februari 2019,  angka kasus stunting di Lombok Barat dapat ditekan menjadi 25,04 persen,” ujar Rachman.
Rachman menilai, angka tersebut kini di bawah rata-rata nasional. Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan menargetkan mampu menurunkan angka stunting menjadi 15 persen pada 2020 sehingga target Lombok Barat Bebas Stunting pada 2024 dapat tercapai.
Rachman berharap, dalam upaya penurunan stunting, agar koordinasi lintas program dan lintas sektor semakin kuat dan efektif sehingga percepatan penurunan angka stunting di Lombok Barat semakin cepat. Hanya satu-satunya cara, yaitu dengan menitik pusatkan seluruh program di Kabupaten Lombok Barat dengan kuat.

Serlama di Lombok Barat, 17 delegasi dari 6 negara tersebut akan mengunjungi beberapa desa untuk melihat langsung aktivitas para tenaga kesehatan yang nantinya akan diterapkan di negara mereka. (Humas Protokol Lombok Barat)

1 2 3 24