Banyak Finalis, Lobar Diyakini Pertahankan Juara Umum

Gerung, Lombokbaratkab.go,id-Perhelatan MTQ ke 28 Provinsi NTB yang sudah memasuki hari keenam, Rabu (9/10) berbagai mata lomba sudah masuk dalam tahap penyisihan. Artinya seluruh penyisihan sudah dilaksanakan dengan baik dan saat ini sudah masih tahap finalis.

Ketua Tim Kafilah MTQ 28 Provinsi NTB H Safarudin, M.Ag mengungkapkan, Lombok Barat pada MTQ kali ini berhasil menempatkan 21 finalis yg tersebar di berbagai macam cabang dan golongan diantaranya cabang tilawah, cabang tartil putra, dewasa putra, dewasa pi dan rtilawah Canet putra. Dan dilihat dari banyaknya finalis, kafilah Lobar mendominasi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya se NTB.

Dikatakan, untuk tingkat cabang Tahfizul Quran  ditempatkan 2 finalis yaitu 5 juz putra putri, 10 jus putri, 30 juz putri. Cabang golongan Tafsir diturunkan 2 finalis yaitu golongan Tafsir Bahasa  Indonesia putra putri. Sedangkan Fahmil Quran juga masuk finalis yaitu untuk golongan putri dan Sahril Qur’an putri.

Berikutnya, untuk golongan hot (kaligrafi) yang jumlahnya 4 golongan putra-putri, dari 8 peserta asal Lombok Barat berhasilkan menemnpatkan 4 finalis golongan naskah putra, hiasan Mushaf putra, golongan dekorasi putra dan kontemporer putra. “Dan untuk cabang Musabaqah Ilmiah Quran (M2IQ) 1 orang finalis bias masuk. Sehingga jumlah finalis kita menjadi 21 orang,” ujar Safarudin yang juga kasi Penerangan Agama Islam Kemenag Lombok Barat ini.

Ia menambahkan, dari 21 orang ini maka peluang-peluang yang bisa diharapkan menjadi juara yakni tilawah golongan dewasa putra, golongan Cacat Netra (Canet) putra, tahfiz 5 juz putra-putri, golongan Tafsir Bahasa Indonesia (BI) putra-putri, Mushaf Al-Qur’an atau  hot Al Qur’an, dimana dua tahun yang lalu, Lombok Barat mewakili NTB ke lomba tingkat nasional.

“Kita harapkan kembali kembali di kaligrafi ini bisa meraih juara 1 di empat peserta tersebut. Mudahan di cabang dan golongan lain juga bisa kita raih juara 1. Karena sistem penilaian untuk pinalis walaupun kita saat ini terbanyak finalisnya tetapi harus berusaha untuk bisa meraih dan mengumpulkan yang terbaik. Karena untuk juara 1 nilainya 5, juara 2 nilai 3 dan juara 3 nilainya 1. Mudah-mudahan kita bisa meraih juara 1, agar kita bisq mempertahankan predikat juara umum yang pernah kita raih pada MTQ 27 2017 lalu di kabupaten Bima,” katanya. (her)

Tinggi Partisipasi Masyarakat di Setiap Majelis MTQ 28 NTB di Lobar

Gerung, Kominfotik-Pelaksanaan MTQ 28 Provinsi NTB tahun 2019 yang dipusatkan di Lombok Barat ternyata tingkat partisipasi masyarakat menghadiri 8 Majelis yang disiapkan panitia cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat umum, namun sejumlah siswa dan santri yang ada di seputar lokasi Majelis turut menyimak dan menyaksikan langsung para kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB.

Sekretaris Daerah Lombok Barat HM Taufiq, M.Sc  menyatakan, kehadiran masyarakat termasuk para pelajar dan santri di arena MTQ merupakan pertanda bahwa Al Qur’an sudah membumi di Lombok Barat.

Tidak saja tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, namun yang menjadikan pimpinan birokrasi tertinggi di jajaran pemda Lombok Barat ini justru partisipasi para jamaah yang dengan ikhlas menyiapkan berbagai konsumsi yang dibutuhkan oleh para kafilah, termasuk dewan hakam dan panitia secara gratis selama pelaksanaan lomba di Majlis III Masjid Al Haya, Perumahan Pemda Lombok Barat.

“Saya terharu di Majelis III Masjid Al Haya, Perumahan Pemda Lobar ini terlihat begitu meriahnya seperti MTQ terasa Maulid Nabi. Ini yang dilakukan oleh warga di sini  telah disiapkan makan gratis setiap harinya. Mudah-mudahan amal warga yang ada di perumahan ini diterima dan di balasa Alloh SWT,” ujar Taufiq kepada media ini  pada jeda waktu istirahat mata lomba di Masjid Haya BTN Pemda Lombok Barat, Selasa (8/10/2019).

Sekda Lobar berharap dan meminta partisipasi masyarakat di semua Majelis yang ada untuk tetap dipertahankan tradisi baik seperti ini. Dengan demikian saat berlangsungnya kegiatan lomba hingga akhir penutupan MTQ ini akan dapat berjalan sukses dan lancar sesuai keinginan bersama masyarakat Lombok Barat.

“Sekali lagi saya atas nama panitia berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan masyarakat Lobar yang telah mensukseskan acara ini. Tanpa mereka tak mungkin semuanya berjalan sukses. Kebersamaan ini terus kita pupuk tidak hanya saat sebagai tuan rumah MTQ, namun juga di masa-masa yang akan datang,” ucapnya.

Terkait obsesi kafilah Lobar untuk bisa mempertahankan juara umum MTQ seperti yang diraihnya pada MTQ 27 di Kabupaten Bima, Sekda Lobar membenarkan jika dua tahun sebelumnya Lobar pernah meraih juara umum.

“Dan sekarang mempertahankan juara umum itu lebih sulit  dibandingkan dengan meraih juara umum, karena mungkin ada beban psikologis dan lain sebagainya. Tapi tetap harapan kami meski besok diumumkan siapa juara umum kami sampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah Lobar yg telah berusaha keras dan saya lihat persiapannya sudah cukup maksimal. Soal hasil seluruh kabupaten/kota lainnya juga melakukan upaya sejenis dengan kita,” ungkap Sekda.

Sekda Lobar mengatakan, upaya Lobar sudah maksimal, meski harapan untuk itu bisa saja meleset. Namun ia bersama LPTQ Lobar sudah melakukan kerja maksimal. “Karena bagaimanapun juga perlu saya sampaikan MTQ 28 provinsi NTB ini tidak hanya sukses sebagai tuan rumah juga sukses sebagai juara,” ujarnya kemudian.

Pada kesempatan tersebut Sekda Lobar Atas nama panitia panitia dan kafilah se NTB memohon maaf jika dalam penyelenggaraann ini ada protes , keluhan hal-hal yang kurang berkenan Sekda menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

“Intinya kami ingin menjadi tuan rumah sebaik-baiknya, tapi karena dengan segala keterbatasan yang ada mungkin ada hal-hal yang tak berkenan di hati dari kafilah 10 kabupaten/kota se NTB mohon untuk dimamaafkan,” ujarnya mellaui Radio Suara Giri Menang FM. (her)

Obsesi M Zaitun Ridwan dari Pohdana ke Padang

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Muhammad Zaitun Ridwan, di kalangan qori dan qoriah bahkan masyarakat Lombok Barat dan NTB pada umumnya tidak asing lagi. Masih segar dalam ingatan bersama bahwa Qori dari golongan Cacat Netra (Canet) remaja saat itu nama Ustaz Ridwan sapaan akrabnya pernah melenggang pada MTQ 2006 di Kendari, Sulawesi Tenggara saat itu. Dengan kemampuannya melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, warga Pohdana, Kelurahan Gerung Utara ini mampu meraih juara pertama nasional MTQ yang ke 20 atau 8 tahun lalu yang pernah ia torehkan prestasi mengharumkan nama baik Lombok Barat dan NTB umumnya.

Kini pada MTQ ke 28 provinsi NTB tahun 2019, dimana Lombok Barat sebagai tuan rumah ayah dari dua orang anak ini diikutkan kembali dalam lomba serupa. Beruntung setelah melalui babak penyisihan M Zaitun Ridwan masuk finalis berkompetisi dari perwakilan kabupaten/kota se NTB.

“Aturan untuk itu membolehkan tiang (saya, red) untuk ikut kembali berlaga pada MTQ 2019 ini dalam katagori tilawah dewasa Canet,” ujar Ridwan ditemui media ini di sela-sela makan siang di Ponpes Zianul Hafizin, Aik Ampat, Kelurahan dasan Geres, Kecamatan Gerung, Selasa (8/10/2019).

Ustaz Ridwan dalam upaya meraih kesuksesannya itu melalui media ini, ia meminta doa restu seluruh masyarakat Lombok Barat agar bisa tampil maksimal pada MTQ 28 provinsi NTB ini. Ia menyadari dari seluruh kafilah 10 kabupaten/kota se NTB ini merupakan lawan tanding yang tak boleh diremehkan begitu saja.

“Kita tahu seluruh peserta dari kabupaten/kota juga akan berbuat maksimal demi mencapai yang terbaik. Saya rasa semua lawan berat, namun kita harus yakin dan tetap oftimis, agar apa yang ingin kita raih bersama untuk mengantarkan Lombok Barat sebagai yang terbaik bisa kita wujudkan bersama, tentu dengan kerja keras,” ujarnya.

Cita-cita Ridwan mengulang kembali sejarah keberuntungannya pada MTQ 20 di Kendari, ingin ditorehkannya kembali pada MTQ  28 mendatang tahun 2020 di Padang,  Sumatera Barat.  “Yang penting kita bisa lolos dan juara dulu di MTQ 28 provinsi NTB tahun ini,” kata Ridwan. (her)

Ini Dia, Obsesi Putra Tukang Isi Bensin Jadi Qori Internasional

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Perhelatan dua tahunan MTQ provinsi NTB yang ke 28 yang dipusatkan di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, khususnya bagi mata lomba Tilawah Golongan Anak-anak biasanya tidak terlalu dipaforitkan untuk mendulang peringkat juara. Katagori yang satu ini berbanding terbalik dengan golongan dewasa yang selalu menjadi pavorit untuk bisa menjadi juara. Bahkan kerja keras dan teknik membaca Alqur’an pada mata lomba yang lebih berorientasi pada lagu ini dikerahkan untuk tujuan itu.

Meski demikian, janganlah abai atau katakanlah cuek pada Tilawah golonga anak-anak. Sama seperti golongan dewasa, semangat untuk meraih yang terbaik juga terpancar dari golongan anak-anak yang juga punya obsesi untuk meraih juara, setidaknya mengharumkan nama daerah dan menjadi kebanggaan berlebih orang tua dan keluarga.

Faqih Muzaddid, kafilah golongan anak-anak pada katagori Tilawah MTQ 28 Provinsi NTB asal Lombok Barat, meski agak sungkan berterus-terang ternyata ingin menjadi penampil terbaik pada MTQ tingkat provinsi NTB kali ini, yang diakuinya sudah dua kali diikutinya.

Siswa Kelas VI di SDN 1 Montong Are, Kediri ini belajar tilawah sejak kelas IV SD. Sejak itu dia belajar Al-Quran jenis tilawah secara terus-menerus dan konsisten untuk memperoleh hasil maksimal. Dibawah bimbingan pelatihnya Ustaz Khusaini, Faqih sapaan akrabnya terus berlatih sesuai agenda kesehariannya dan selalu memperhatikan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil sekalipun dalam membaca Al-Qur’an bertilawah.

“Saya ingin mengharumkan nama daerah Lombok Barat ke tingkat provinsi, nasional bahkan internasional melalui seni baca Al-Qur’an ini. Saya bercita-cita menjadi qorik internasional seperti Darwin Hasibuan asal S Medan, Sumatera Utara yang dengan suara merdunya, bisa meraih juara nasional dan internasional,” kata Faqih kepada Lombokbaratkan.go.id, di lokasi penginapan kafilah Lombok Barat, Ponpes Zianul Hafizin, Aik Ampat, Dasan Geres, Gerung, Senin (7/10/2019).

Target juara dan cita-cita seperti Qorik Darwin Hasibuan bagi Faqih cukup beralasan. Hal ini ia perdengarkan langsung suara merdunya melantunkan Kalamulloh saat Bupati Lombok Barat bersama LPTQ sempat meninjau langsung penginapan kafilah Lombok Barat. Tentu saja suara merdunya melagukan Alqur’an membuat orang nomor satu dan siapa saja yang saat itu mendengarkan suaranya mampu merubah suasabna menjadi hidmat dan hening sejenak.

Anak pertama dari pasangan Faijin dan Rukaiyah ini sebelum mengikuti MTQ 28 provinsi NTB ini ternyata syarat pengalaman dan prestasi. Pada MTQ dari tingkat desa, kecamatan, hingga Kabupaten selalu tampil menjadi juara. Misalnya pada STQ Lombok Barat di Kuripan iamenyisihkan para pesaing seusianya dan merebut juara I. Berikutnya pada MTQ Lombok Barat di Sekotong ia kembali meraih juara I.

“Mohon doa restunya semoga MTQ 28 provinsi NTB di daerah kita Lombok Barat ini bisa meraih yang terbaik,” kata anak dari seorang operator SPBU Kekalik Mataram ini. (her)

 

MTQ Provinsi 28 NTB, Hidup Damai dan Indah Dibawah Naungan Al Qur’an

Gerung, Kominfotik-Pembukaan MTQ 28 provinsi NTB, Kamis (3/10/2019) menjadi moment sakral digelarnya event dua tahunan provinsi NTB di halaman Kantor Bupati Lombok Barat. Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Lombok barat bersama unsur Muspida Provinsi NTB dan para Bupati/Walikota se NTB turut hadir pada MTQ yang diikuti 870 kafilah se NTB.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah memberi apresiasif dengan tampilan panggung utama MTQ 28 Provinsi NTB di Lombok Barat. Kekaguman orang nomor satu di NTB ini dikemukakannya dengan menyebut MTQ 28 di Lobar ini menjadi MTQ ter romantis di dunia.

Pasalnya selain penataan dan artistik panggung yang indah dalam balutan pewarnaan yang menyejukkan juga di belakang panggung dinari temaramnya cahaya rembulan di ufuk barat.

“Selain itu saya terkesan dengan Bupati dan Wakil Bupati kerapkali dalam suatu pertemuan ungkapan yang sering diungkapkan oleh kedua pimpinan daerah ini adalah ungkapan “sopoq angen”. Dan saya baru ngerti maksudnya yakni dimana kita hidup damai dan indah di bawah terlebih kenikmatan Al Qur’an Nul Qarim,” ungkap Gubernur di hadapan ribuan kafilah se NTB dan masyarakat Gerung dan sekitarnya.

Gubernur juga teringat akan syair seorang ulama besar Islamyang menyebutkan bagaimana mengekspresikan kehidupan sosial kemasyarakatan di dunia ini begitu indah dan lezatnya dengan berdasarkan aturan yang ada dalam dalam Al Qur’an.

“Mudah-mudahan sopoq angenya pimpinan daerah Lobar akan mengispirasikan kepala Daerah lainnnya se NTB.

Gubernur juga mengambil contoh pada zaman Rasulullah Muhammad SAW akan satu tradisi yang biasa dilakukan oleh para sahabat Rasulullah Muhammad SAW ketika bersama-sama hadir dalam satu majelis yang dihadiri beragam manusia dan tidak pernah lupa akan Al Quran sebagai Kala-Mulloh.

Pria kelahiran Sumbawa ini menyitir Surat Al Asri. Ia mengajak khalayak di NTB ini akan makna mendalam surat pendek ini untuk dinternalisasikan saat berlangsungnya MTQ 28 NTB di Lombok Barat. Internalisasi dimaksud Gubernur yakni janga sampai perhelatan besar seperti MTQ inimelupakan substansi dari kegiatan MTQ ini sendiri.

“Bahkan salah satu ulama besar menyatakan, seandainya Al Quran bisa direduksi dengan satu surat ini saja, maka akan mampu menenggelamkan kegelisahan manusia di muka bumi ini,” ungkapnya.

Dikatakan, demi waktu yang dihabiskan manusia dari awal hidup sampai akhir hidup menghadapi Maha Kuasa. Bahwa sesungguhnya kegelisahan atau kegundahan hati seseorang itu tak akan pernah ada, kecuali mereka yang tertanam padanya keimana dan ketaqwaan dan merasakan kehadiran Aloh SWT dalam sanubari nya.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menjeklaskan, bahwa indikator keimanan manusia dipertanyakan dalam surat Al Anfal pada ayat 2. Alloh berfirman, salah satu indicator orang dikatakan beriman adalah mereka mereka yang jika disebut nama Alloh maka bergetar dan berguncang hatinya. Ketika ayat ayat Alloh diperdengarkan maka akan bertambah keimanannya.

“Demikianlah dii bumi Lombok Barat ini hari-hari mendatang akan banyak Asma Alloh didengungkan, diperdengharkan dan dikumandangkan. Mudah mudahan ketika ayat-ayat Alloh diperdengarkan, dibacakan akan menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Sehingga dengan bertambah iman dan bergetarnya hati kita Mudah-mudahan NTB Gemilang menjadi lebih baik akan bisa terwujud.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyampaikan ucapan terima kasihnya atas penunjukan Lobar sebagai tuan rumah MTQ oleh Pemprov NTB. Penunjukan ini akan mampu menyulut semangat masyarakat di Lobar untuk terus membangun daerah yang berlandaskan Al Quran dengan mengedepankan Keridhoan Alloh SWT.

“Kami sering mengatakan Lobar Mantap untuk NTB Gemilang,” ujar mantan Ketua KPUD NTB ini.

Dalam laporannya Bupati menjelaskan, MTQ ini diikuti 10 kabupaten/kota yang terbagi menjadi 270 peserta putra, 280 peserta putrid dan 310 ofisiel. Para peserta akan bermusabaqoh dalam 8 cabang utama. Diantaranya, cabang Tilawah Al-Qur’an, Cabang Qira’at assab’ah, Qira’at As-Sab’ah Muraal Dewasa putra dan putri, cabang Hifzh Al Qur’an, cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) Putera dan Puteri, cabang Fahmil Qur’an, cabang hifzh Al-Qur’an,  cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an dan cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an (M2IQ).

 

Thema MTQ “Mewjudkan NTB Gemilang Melalui Nilai-Nilai Universal Al Quran Dalam Membangun Generasi Qurani yang Bermartabat, Amanah dan Berkah”.

Selanjutnya sistem MTQ pada MTQ kali ini dilakukan dlam dua babak yakni babak penyisihan dan babak final, kecuali utk cabang fahmil Quran yangdiselenggarakan dalam tiga babak.

Seluruh MTQ diselenggarakan di berbagai majelis musabaqah. Diantaranya Lapangan kantor Bupati Lobar utk cabang Tilawatil Quran, baik anak-anak, remaja, tuna netra dan dewasa. Masjid Baital Atiq Gerung untuk cabang Qiroah Sab’ah baik untuk mujawat remaja dan dewasa. Masjid Al Hayya BTN Perumda Gerung untuk Tilawatil Quran dan Hifzil Quran, khusus untuk cabang Tilawatil Quran. Selanjutnya di Masjid Walidain Ponpes Nurul Hakim Kediri, Masjid Darussholin Ponpes Islahudiny Kediri, SKB Gunungsari, SMA 1 dan 2 Gerung. (her).

 

MTQ Provinsi 28 NTB, Hidup Damai dan Indah Dibawah Naungan Al Qur’an

Gerung, Kominfotik-Pembukaan MTQ 28 provinsi NTB, Kamis (3/10/2019) menjadi moment sakral digelarnya event dua tahunan provinsi NTB di halaman Kantor Bupati Lombok Barat. Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Sekda NTB Dr Ir H Iswandi, M.Si bersama unsur Muspida Provinsi NTB dan para Bupati/Walikota se NTB turut hadir pada MTQ yang diikuti 870 kafilah se NTB.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah memberi apresiasif dengan tampilan panggung utama MTQ 28 Provinsi NTB di Lombok Barat. Kekaguman orang nomor satu di NTB ini dikemukakannya dengan menyebut MTQ 28 di Lobar ini menjadi MTQ ter romantis di dunia.

Pasalnya selain penataan dan artistik panggung yang indah dalam balutan pewarnaan yang menyejukkan juga di belakang panggung dinari temaramnya cahaya rembulan di ufuk barat.

“Selain itu saya terkesan dengan Bupati dan Wakil Bupati kerapkali dalam suatu pertemuan ungkapan yang sering diungkapkan oleh kedua pimpinan daerah ini adalah ungkapan “sopoq angen”. Dan saya baru ngerti maksudnya yakni dimana kita hidup damai dan indah di bawah terlebih kenikmatan Al Qur’an Nul Qarim,” ungkap Gubernur di hadapan ribuan kafilah se NTB dan masyarakat Gerung dan sekitarnya.

Gubernur juga teringat akan syair seorang ulama besar Islamyang menyebutkan bagaimana mengekspresikan kehidupan sosial kemasyarakatan di dunia ini begitu indah dan lezatnya dengan berdasarkan aturan yang ada dalam dalam Al Qur’an.

“Mudah-mudahan sopoq angenya pimpinan daerah Lobar akan mengispirasikan kepala Daerah lainnnya se NTB.

Gubernur juga mengambil contoh pada zaman Rasulullah Muhammad SAW akan satu tradisi yang biasa dilakukan oleh para sahabat Rasulullah Muhammad SAW ketika bersama-sama hadir dalam satu majelis yang dihadiri beragam manusia dan tidak pernah lupa akan Al Quran sebagai Kala-Mulloh.

Pria kelahiran Sumbawa ini menyitir Surat Al Asri. Ia mengajak khalayak di NTB ini akan makna mendalam surat pendek ini untuk dinternalisasikan saat berlangsungnya MTQ 28 NTB di Lombok Barat. Internalisasi dimaksud Gubernur yakni janga sampai perhelatan besar seperti MTQ inimelupakan substansi dari kegiatan MTQ ini sendiri.

“Bahkan salah satu ulama besar menyatakan, seandainya Al Quran bisa direduksi dengan satu surat ini saja, maka akan mampu menenggelamkan kegelisahan manusia di muka bumi ini,” ungkapnya.

Dikatakan, demi waktu yang dihabiskan manusia dari awal hidup sampai akhir hidup menghadapi Maha Kuasa. Bahwa sesungguhnya kegelisahan atau kegundahan hati seseorang itu tak akan pernah ada, kecuali mereka yang tertanam padanya keimana dan ketaqwaan dan merasakan kehadiran Aloh SWT dalam sanubari nya.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menjeklaskan, bahwa indikator keimanan manusia dipertanyakan dalam surat Al Anfal pada ayat 2. Alloh berfirman, salah satu indicator orang dikatakan beriman adalah mereka mereka yang jika disebut nama Alloh maka bergetar dan berguncang hatinya. Ketika ayat ayat Alloh diperdengarkan maka akan bertambah keimanannya.

“Demikianlah dii bumi Lombok Barat ini hari-hari mendatang akan banyak Asma Alloh didengungkan, diperdengharkan dan dikumandangkan. Mudah mudahan ketika ayat-ayat Alloh diperdengarkan, dibacakan akan menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Sehingga dengan bertambah iman dan bergetarnya hati kita Mudah-mudahan NTB Gemilang menjadi lebih baik akan bisa terwujud.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyampaikan ucapan terima kasihnya atas penunjukan Lobar sebagai tuan rumah MTQ oleh Pemprov NTB. Penunjukan ini akan mampu menyulut semangat masyarakat di Lobar untuk terus membangun daerah yang berlandaskan Al Quran dengan mengedepankan Keridhoan Alloh SWT.

“Kami sering mengatakan Lobar Mantap untuk NTB Gemilang,” ujar mantan Ketua KPUD NTB ini.

Dalam laporannya Bupati menjelaskan, MTQ ini diikuti 10 kabupaten/kota yang terbagi menjadi 270 peserta putra, 280 peserta putrid dan 310 ofisiel. Para peserta akan bermusabaqoh dalam 8 cabang utama. Diantaranya, cabang Tilawah Al-Qur’an, Cabang Qira’at assab’ah, Qira’at As-Sab’ah Muraal Dewasa putra dan putri, cabang Hifzh Al Qur’an, cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) Putera dan Puteri, cabang Fahmil Qur’an, cabang hifzh Al-Qur’an,  cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an dan cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an (M2IQ).

Thema MTQ “Mewjudkan NTB Gemilang Melalui Nilai-Nilai Universal Al Quran Dalam Membangun Generasi Qurani yang Bermartabat, Amanah dan Berkah”.

Selanjutnya sistem MTQ pada MTQ kali ini dilakukan dlam dua babak yakni babak penyisihan dan babak final, kecuali utk cabang fahmil Quran yangdiselenggarakan dalam tiga babak.

Seluruh MTQ diselenggarakan di berbagai majelis musabaqah. Diantaranya Lapangan kantor Bupati Lobar utk cabang Tilawatil Quran, baik anak-anak, remaja, tuna netra dan dewasa. Masjid Baital Atiq Gerung untuk cabang Qiroah Sab’ah baik untuk mujawat remaja dan dewasa. Masjid Al Hayya BTN Perumda Gerung untuk Tilawatil Quran dan Hifzil Quran, khusus untuk cabang Tilawatil Quran. Selanjutnya di Masjid Walidain Ponpes Nurul Hakim Kediri, Masjid Darussholin Ponpes Islahudiny Kediri, SKB Gunungsari, SMA 1 dan 2 Gerung. (her).

 

Pawai Taaruf, Diskominfotik Lobar Pendamping Kafilah Sumbawa Barat

Gerung, Diskominfotik-Agenda pembuka gelar MTQ 28 Provinsi NTB di, kompleks pemerintahan kabupaten Lobar diawali dengan digelarnya Pawai Taaruf, Kamis (3/10/2019)  yang mengambil start dari depan Masjid Baital Atiq, Gerung. Setelah dilepas Asisten I Tata Praja, HM Ilham, M.Pd para kafilah yang jumlahnya 870 lebih itu cukup semarak. Berbagai ornament dan atraksi daerah masing-masing kafilah dipertunjukkan di saat ramainya masyarakat yang menyaksikan secara langsung kafilah dari 10 kabupaten/kopta se NTB.

Laporan Reporter media ini menyebutkan, di panggung kehormatan penerimaan para kafilah Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun dan unsur Muspida dan sekretaris Daerah Lobar beserta jajarannya memberikan penghormatan khusus kepada para kafilah dari 10 kabupaten/kota yang siap berlaga pada MTQ yang berlangsung hingga 9 Oktober 2019 mendatang.

Begitu melintas di panggung kehormatan, defile peserta pawai taaruf  nampak  mobil colling milik Dinas Kominfo Statistik Kabupaten Lombok Barat disusul mobil bak terbuka yang membawa piala bergilir juara umum MTQ yang pada MTQ 27 dua tahun sebelumnya di Kabupaten Bima, kontingen Lobar berhasil berada di posisi juara umum.

Tidak lupa pula sejumlah pendamping dan penggembira dari seluruh Pegawai pada OPD se Lobar turut mendampingi para kafilah dari 10 kabupaten/kota. Group korsik (drum band) dari unsur pendidikan dan korsik utama Tripat, milik Pemkab Lobar turut unjuk kepiwaian dihadapan Bupati dan masyarakat Gerung dan sekitarnya.

Berikutnya peserta dari kafilah asal Kabupaten Sumbawa barat (KSB) dengan peserta pendamping dari Tim Dinas Kominfo Statistik Lombok Barat, Dinas Ketahanan Pangan Daerah dan BKD PSDM Lobar  menjadi kafilah pertama berada di barisa terdepan dengan mengusung spanduk Kafilah dari KSB dilengkapi dengan poto Bupati dan Wakil Bupati KSB. Sayup-sayup terdengar suara gendang tari kala menggema di depan panggung kehormatan menandai kafilah asal kabupaten terbarat Pulau Sumbawa ini siap bertanding dan meraih juara pada MTQ kali ini.

Selanjutnya kafilah asal Kabupaten Dompu berada dibelakang kafilah KSB. Kafilah asal bumi Nggahi Rawi Pahu ini diperkuat 87 orang kafilah ini siap menjadi kuda hitam pada MTQ 28 provinsi ini. Kabupaten Sumbawa dengan motto Sabalong Samalewa dengan jumlah personil sebanyak 90 tidak lupa memberi semangat kepada seluruh timnya untuk bias meraih prestasi terbaik pada MTQ ini.

Kabupaten Bima berada diurutan ke 5 dan kabupaten Lombok Tengah diurutan ke 6. Khusus Kabupaten Lombok tengah, pada pawai kali ini Wakil Bupati dari daerah yang dikenal kaya akan potensi wisata ini turut hadir mengikuti pawai taaruf. Kafilah dari Loteng ini diketahui sebagai kafilah terbanyak menandingi kontingen Lobar yang berada di barisa ke 10 atau urutan terakhir. Sedangkan pada piosisi ke 7 kafilah kota Bima dan urutan ke 8 kota Mataram dan kabupaten Lombok Utara di urutan ke 9. Reporter: Bq Ria Haryana, Editor: Her

Ribuan Kafilah se NTB Ikuti Pawai Taaruf MTQ 28 NTB di Gerung

Gerung, Kominfotik-Hampir seribuan kafilah asal 10 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat (NTB) kamis (3/10/2019) pagi ini turut ambil bagian pada Pawai Taaruf Musabaqoh Tilawatil Qu’an (MTQ) ke 28 tingkat provinsi NTB yang dipusatkan di Kompleks Pemerintahan Kantor Bupati Lombok Barat Giri Menang, Gerung.

Start dari Jalan Raya Lembar-Gerung, Lingkungan Perigi,  kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB setelah dilepas Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setdakab Lombok Barat H Ilham, masing-masing kafilah tampil dengan ciri khas pakaian, seni dan kebudayaan masing-masing yang bernuansa islami. Setiap kafilah dari 10 kabupaten/kota didampingi seluruh ASN yang ada di Organisai Perangkat Daerah (OPD) Lombok Barat.

Yang spesifik pada Pawai Taaruf saat itu, yakni turunnya Wakil Bupati Lombok Tengah HL Fathul Bahri, S.IP di barisan terdepan bersama kafilah asal Lombok Tengah yang diketahui cukup banyak. Para peserta Pawai Taarruf ini menempuh route sepanjang 1 kilometer dan fhinisnya hingga Pendopo Bupati Lombok Barat.  Di depan Pendopo para kafilah langsung diterima Bupati dan wakil Bupati Lombok Barat bersama unsur Muspida.

Asisten I Setda Lobar H Ilham pada pelepasan Pawai Taaruf tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB yang akan mengikuti MTQ selama seminggu ke depan di Gumi Patut patuh patju, Lombok Barat.

Ilham menambahkan, MTQ Provinsi NTB ke 28 di Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat memotivasi dan menyemangati masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk selalu mencintai, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Kita berharap dengan MTQ 28 Provinsi NTB ini, akan semakin menumbuhkembangkan dan membumikan AL-Qur’an di tengah-tengah masyarakat untuk mencapai kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat,” ujarnya. (her)

Kafilah KSB Diterima, Sekda Lobar Harapkan Partisipasi Masyarakat

Gerung, Kominfotik-Penerimaan kafilah MTQ ke 28 asal 10 kabupaten/kota diakhiri dengan kedatangan kafilah asal kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (2/9) siang diterima panitia di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat.  Sebanyak 83 orang kafilah dari kabupaten paling barat Pulau Sumbawa ini didampingi OPD Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Lombok Barat bersama panitia daerah untuk selanjutnya menyerahkan berbagai dokumen yang dipersyaratkan dalam untuk bias tampil dalam berbagai mata lomba pada MTQ ke 28 kali ini.

Sama halnya dengan kedatangan kafilah lainnya, kafilah darui KSB juga diberikan souvenir khas Lombok Barat sebagai bukti bahwa setiap kafilah se NTB siap mengikuti lomba di Lombok Barat.

Sekretaris Daerah Lombok Barat (Lobar) Ir HM Taufiq, M.Sc didampingi panitia daerah H Safarudin, M.Ag mengungkapkan rasa syukur dan ucapan selamat dating bagi seluruh kafilah MTQ dari 10 kabupeten/kota se NTB.

Ia berharap agar seluruh peserta bisa mengikuti agenda-agenda yang sudah disiapkan selama berlangsungnya MTQ ke 28 di Lobar. Mulai dari Malam Taaruf, Pawai Taaruf, Malam pembukaan MTQ, mengikuti berbagai mata lomba di 8 lokasi/majelis hingga malam penutupan dengan baik, aman dan lancar.

Khusus kepada kafilah asal Lombok Barat Sekda Lobar mengaku bersama Bupati, Wakil Bupati ataupun dari LPTQ Lobar tetap memberikan motivasi dan semangat agar bias tampil dengan baik pada seluruh mata lomba yang diikuti, sehingga harapan untuk mempertahankan juara umum MTQ ke 28 di Lobar ini bias diraih kembali.

“Seperti kita ketahui bersama, pada MTQ ke 27 di Kabupaten Bima, Lombok Barat berhasil meraih juara umum. Kita ingion mengulang kembali raihan prestasi terbaik yang kita peroleh dua tahun sebelumnya,” ujar HM Taufiq.

Secara pribadi dan institusi, Sekda Lobar menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi para kafilah MTQ se NTB yang turut membantu persiapan pelaksanaan MTQ ini, sehingga apa yang menjadi agenda yang sudah ditentukan bias secepatnya dituntaskan dalam waktu yang tidak terllau lama.

Menyinggung 8 majelis yang menjadi arena lomba, Sekda Lobar menyimpulkan kesemuanya telah memenuhi syarat yang direkomendasikan Pemerintah Provinsi NTB. Diantaranya lokasi penginapan kafilah, Dewan Hakam, lokasi lomba dan suasana kemeriahan di setiap majelis.

“Kami sudah turun mengecek ke 8 Majelis dimaksud dan Alhamdulillah tidak ditemukan kendala berarti. Karena itu kami berharap  kepada masyarakat Lombok Barat turut berpartisipasi aktif dalam MTQ ke 28 ini,”

Alasannya Sekda, MTQ ini tidak hanya sekedar acara pembukaannya sukses, namun bagaimana partisipasi masyarakat baik saat pmbukaan, pelaksanaan lomba sampai dengan ditutupnya MTQ ini agar masyarakat Lobar bersama tokoh masyarakat lainnya bisa hadir dalam penyelenggaraan MTQ ini dimasing-masing majelis.   (Rasidi, her/Kominfo)

Motivasi Kafilah MTQ 28 Lobar dan Bonus Khusus dari Wabup

Gerung, Kominfotik-Kontingen MTQ ke 28 asal Lombok Barat makin memantapkan tekadnya untuk mempertahankan juara umum pada helatan seminggu kemudian yang akan digelar mulai 3-9  Oktober 2019 mendatang yang dipusatkan di Bencinga Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, Jalan Soekarno Hatta Giri Menang.

Keyakinan kafilah MTQ 28 Lombok Barat tersebut disamping sebelumnya dilakukan pemusatan latihan (TC) dan uji public selama tiga tahap juga yang semakin menambah motivasi dan keyakinan kafilah Lobar tersebut. Terlebih adanya semangat dari Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun yang melepas kontingen kafilah Lobar pada Jumat (27/9-19) di Masjid Patut Patuh Patju Pemkab Lombok Barat.

“Apa yang menjadi harapan kalian semua untuk bisa mempertahankan juara umum Insya Alloh akan dapat kita raih bersama kembali. Tentu ibu (Waklil Bupati, red) akan memberikan bonus khusus bagi kafilah Lobar yang berhasil meraih prestasi dan mempertahankan juara umum pada pelaksanaan MTQ ke 28 Provinsi NTB mendatang. Jaga kesehatan dengan baik termasuk mental bertanding dan mental juara harus tetap menjadi motivasi dari sekarang,” tukasnya.

Wabup juga mengingatkan agar para kafilah asal Lombok Barat tetap menjaga kesehatan dan disiplin sebaik-baiknya sesuai arahan pelatih ataupun tim lainnya. “Hal ini penting dilakukan agar apa yang menjadi kenginan bersama untuk meraih juara umum bisa kita raih dan menjadi kebanggan bersama masyarakat Lombok Barat,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Jaelani Ibrahim, S.Pdi M.Pd melaporkan, secara keseluruhan jumlah kontingen asal Lobar pada MTQ 2019 ini sebanyak 56 orang yang terdiri dari 28 putra dan 28 putri yang akan mengikuti 8 mata lomba.

“Para pelatih, ofisiel dan para kafilah sebelumnya sudah berbuat maksimal sebelum tibanyanya pelaksanaan MTQ mendatang. Pemusatan latihan yang sudah dilakukan selama tiga tahapan dan uji publik kapasitas di sejumlah pondok pesantren terkenal di Lobar juga sudah dilakukan. Hal ini kita lakukan untuk mengevaluasi sejauk mana kualitas kafilah Lombok Barat yang akan diturunkan pada MTQ mendatang,” ujar Jaelani.

Jaelani juga menyatakan, masukan-masukan dari para pelatih, ofisiel bahkan dari para kafilah akan menjadi catatan berharga bagi kontingen Lombok Barat untuk lebih menyempurnakan temuan-temuan kekurangan yang terjadi selama masa TC.

“Interval waktu yang tersisa sebelum hari H kita tetap memanfaatkannya untuk berlatih di penginapan Lombok Barat di Ponpes Zainul Hafizin Aik Ampat Gerung pimpinan TGH Ilham,” ujar Jailani. (her)

1 2 3 25