TITO KARNAVIAN SEBAGAI INSPEKTUR UPACARA PADA HUT SATPOL PP KE 70 DAN HUT SATLINMAS KE 58 SECARA NASIONAL DI MATARAM NTB

Mataram – Diskominfotik. Acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) & HUT Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) Ke-58 Tingkat Nasional Tahun 2020 dipusatkan di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (3/3/2020).

Upacara berlangsung  di Lapangan Ex. Bandara Selaparang, Rembiga, Kota Mataram, dan bertindak Sebagai Inspektur Upacara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, “bahwa HUT yang digelar oleh Satpol PP dan Linmas ini dimaksudkan sebagai sarana untuk meneruskan semangat juang, dedikasi dan pengabdian aparatur dalam melindungi masyarakat, serta kebulatan tekat untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik.” ungkapnya

Lebih lanjut disampaikan  “kenapa NTB yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah acara puncak tahun ini karena  Indonesia bukan hanya wilayah barat saja melainkan dari ujung aceh hingga papua, sehingga kita bisa menikmati juga pesona keindahan indonesia yang berada di NTB.” Jelas mantan Kapolri ini.

Sat Pol PP dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman, serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat. Sat Linmas dibentuk untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana, ikut memelihara ketentraman ketertiban dan keamanan serta membantu pertahanan negara.

“Terimakasih kepada Seluruh peserta upacara yang hadir, saya ucapkan selamat HUT ke-70 untuk Sat Pol PP dan  ke-58 untuk Sat Linmas se Indonesia, semoga kita tetap melayani masyarakat dengan rasa cinta dan memberikan rasa nyaman pada masyarakat.” Tambah Tito.

Terkait dengan hal tersebut Sat Pol PP dan Sat Linmas dihimbau untuk  bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung ideologi Pancasila, menjadi sarana pemersatu bangsa, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan, dalam upaya mewujudkan ketentraman umum serta perlindungan masyarakat.

Dalam upacara yang diikuti oleh kurang lebih 3.000 personil Sat Pol PP dan Sat Linmas Turut hadir, diantaranya Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol Tomsi, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Asby, Danrem 162/WB Kolonel Czi Achmad Rizal Ramdhani, Perwakilan Lanal Mataram, Danlanud Zam Mataram Kolonel Pnb. Andry Ghandy, Kabagduk Ops Binda NTB Kolonel Inf. Andi Baso, S.Ip, Kajati NTB Nanang Yulianto MH, Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol. Gde Sugianyar, Wakil III DPRD NTB H. Abdul Hadi, Eselon 1 Kemendagri RI, Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi, Gubernur se Indonesia atau perwakilan, Kasat Pol PP se Provinsi & Kabaupaten/Kota se Indonesia, Bupati/Walikota se Indonesia, Pimpinan OPD Pemprov. NTB, Anggota TNI / Polri, Anggota Sat. Pol PP dan Linmas se Indonesia dan undangan lainnya.

Disampaikan bahwa Sat Pol PP dan Sat Linmas harus bisa melakukan penguatan kapasitas kelembagaan, sumber daya aparatur, kapasitas sarana dan prasarana penunjang, serta alokasi anggaran yang memadai guna pencapaian target standar pelayanan minimal dengan mempedomani Permendagri yang berkaitan dengan penyusunan RKPD dan APBD. Sat Pol PP dan Sat Linmas bersiap hadapi Pilkada serentak, perlu disadari makin dipercaya masyarakat, karena keduanya merupakan pilar pengamanan dan ketertiban umum. Sehingga keduanya memegang peranan penting dalam menyukseskan Pilkada serentak. Diskominfotik/YL.

Lombok Barat Galakkan Opal dan Toga, Apa Itu?

Kediri, Kominfotik-Guna menstabilkan ketahanan pangan keluarga, pemerintah tengah menerapkan program Obor Pangan Lestari (Opal) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Kedua program ini dinilai mampu dalam mengentaskan kemiskinan di tingkat keluarga, dusun dan desa. Apabila program ini berhasil, ke depannya akan menjadi sumber pendapatan yang memadai.

“Program Opal dan Toga ini merupakan program “Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian” disinergikan dengan pengembangan ternak dan unggas di Kabupaten Lombok Barat, Opal, dan Tanaman Obat Keluarga (Toga). Ini diuji coba sebagai pilot project. Tujuannya, selain meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan keluarga, juga untuk pemanfaatan lahan kosong atau lahan nonproduktif,” kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Barat, Mujitahidin di Kediri, Lombok Barat, Rabu (5/2).

Mujitahidin menambahkan, kegiatan Opal terintegrasi dengan ternak unggas dan pakan mandiri alami serta sosialisasi Toga di Lombok Barat. Selain menerapkan sistem Bioplok atau penerapan teknologi tepat guna berupa pakan mandiri pangan, juga terdapat sinergitas dengan pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).

“Dengan mengkonsumsi pangan yang berbasis B2SA ini, diharapkan dapat meningkatkan pola pangan harapan yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat,” ucap Mujtahidin.

Program Opal dan Toga ini dananya bersumber dari dua anggaran berbeda; APBN (Dekonsentrasi) dan APBD Lombok Barat. Nilainya mencapai Rp100 juta dengan rincian Rp50 juta untuk APBN dan Rp50 juta untuk APBD.

Menurutnya, Opal dan Toga ini sesungguhnya memperkenalkan kepada masyarakat yang memiliki lahan dan pekarangan sedikit. Mereka bisa memanfaatkan lahan itu dengan kebutuhan Toga dan Opal ini. (her)

2020, Optimis PAD Lobar Meningkat

Gerung, Diskominfotik-Target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Barat (Lobar) periode 2020 optimis meningkat dari target tahun sebelumnya terutama dari sisi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Meski target penerimaan PAD tahun sebelumnya hanya 87,19 persen namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat menginginkan pencapaian tahun 2020 ini akan diupayakan untuk bisa tercapai 100 persen.

Kepala Bappenda Lombok Barat H Akhmad Saikhu, SE, MM di Gerung, Senin (16/1/2019) menjelaskan, optimisme kenaikan pendapatan daerah tahun 2020 ini beralasan bisa tercapai mengingat potensi pajak penerimaan daerah di Lobar cukup potensial terutama dari pajak hotel dan restoran di tambah pendapatan lain-lain yang sah.

Plt Kadis Kominfotik Lobar ini juga menambahkan, tahun 2019 target PAD yang direncanakan sebesar 281. 812.802.076,  namun realisasi pencapaian sebesar Rp246,719 Miliar. Tidak tercapainya target ini lantaran beberapa faktor. Salah satunya, karena sebagian wajib pajak (WP) masih dalam fase rekonstruksi akibat bencana gempa setahun lalu. Bencana gempa ini berdampak cukup besar, sehingga sebagian WP mengusulkan penundaan, pengurangan bahkan penghapusan total pembayaran.

Menurut Syaikhu, sebagian besar atau hampir 70 persen PAD Lombok Barat terserap dari pajak Hotel, Restouran dari kawasan pariwisata di destinasi wisata Senggigi. Meski demikian secara perlahan pariwisata mulai bangkit, angka kunjungan wisatawanpun semakin meningkat, seiring dengan semakin pulihnya kondisi kepariwisataan  di Lombok Barat.

Dikatakan Syaikhu, potensi PAD Lombok Barat selama ini bersumber dari pajak hotel, restouran, pajak hiburan, pajak air bawah tanah, pajak reklame, pasar, DBHTP, retribusi menara dan telekomunikasi dan lain sebagainya.

“Kita berharap tahun 2020 ini target penerimaan pajak kita semakin meningkat seiring pulihnya kondisi obyek pajak yang selama ini terpengaruh pasca gempa. Kita berupaya makin memaksimalkan potensi-potensi pajak yang sudah ada dan menggali obyek pajak yang memiliki potensi untuk meningkatkan PAD,” kata Syaikhu.

Syaikhu juga menyinggung Pajak Perkotaan dan Pedesaan (P2) yang memiliki potensi terhadap PAD jika benar-benar dioftimalkan. Jika beberapa kebijakan seperti pemutakhiran data obyek pajak melalui sensus PBB besar kemungkinan akan bisa terpenuhi capaiannya.

“Selain itu, untuk memudahan pelayanan, pihak Bapenda telah melakukan kerja sama dengan Bank NTB Syariah, dan PT Pos Indonesia. Tahun 2020 ini wajib pajak akan membayar dengan sistim online.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sebelumnya mengungkapkan, dalam rangka mengoptimalkan PAD supaya targetnya mencapai 100 persen bias dimaksimalkan dengan baik.Ia meminta jangan semua berdalih dengan alasan gempa tahun lalu.

“Saya sampaikan itu bukan alasan, tapi walaupun masyarakat kita pendapatannya sudah normal, membayar pajak adalah kewajiban mereka untuk memperbaiki kondisinya,” tegas bupati.

Terkait dengan Pajak pedesaan dan perkotaan pihaknya akan melakukan sensus. Di dalamnya akan lebih kepada kegiatan pendataan, pengkajian rasionalitas angka dan harga pembayaran PBB. (her)

Maju Bersama Kopwan Sejahtera Giri Menang

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Pertumbuhan koperasi di Lombok Barat dengan pengelolaan usaha dan kemandirian kelembagaannya semakin menggembirakan dari tahun ke tahun. Koperasi wanita (Kopwan) Sejahtera, Giri Menang, Lombok Barat, NTB misalnya telah menorehkan kemajuan yang terbilang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Kabid pembinaan Koperasi Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Kecil Menengah (UKM) Lombok Barat (Lobar) Drs. H. Budi Arwan memberikan apresiasi pada Kopwan Sejahtera yang hingga saat ini sudah beranggotakan 327 orang tersebut.

“Rapat Anggota Tahunan (RAT) punya makna yang strategis dan hal penting yang harus dilakukan guna mengetahui eksistensi koperasi itu sendiri. Bahkan Diskop UKM Lobar sendiri memberikan peringatan kepada seluruh gerakan koperasi di Lobar yang tidak laksanakan RAT. Beradsarkan aturan bila koperasi tidak bisa melaksanakan RAT selama tiga tahun berturut-turut, maka koperasi tersebut dinyatakan non non aktif. Sebaliknya jika koperasi tersebut tetap aktif justru akan banyak memberikan mafaat bagi segenap anggotany,” ujar Budi pada Rapat Anggota Tahunan Kopwan Sejahtera Giri menang, Lobar di Gerung, Rabu (15/1/2019).

Dikatakan,  Kopwan Sejahtera ini berada pada urutan ke 7 se Lobar yang telah melaksanakan RAT. Bahkan Kopwan yang sebagian besar anggotanya kaum perempuan di Lobar ini bias melaksanakan RAT tepat waktu.

Ia menyebut, koperasi yang tak bisa laksanakan RAT tepat waktu dilatarbelakangi oleh pengelolaan lem,baga yang tak sehat. Diantaranya penataan administrasi yang amburadul, tak tertib, sehingga saat dilakukan reviue pembuatan neraca hasilnya kurang memuaskan.

Dikatakan, koperasi tidak sehat itu juga disebabkan, organisasi/kelembagaan yang sangat lemah. pengurus tak pernah beripikir akan kemajuan koperasi padahal itu amanah dan tanggungjawab kepada seluruh anggotanya, sehingga sering terjadi salah paham. Selanjutnya disebabkan usaha koperasi sangat lemah tidak sehat, tidk mendapatkan SHU bahkan bermasalah.

“Volume usaha di Kopwan ini juga meningka. Artinya pengurus sudah memberikan pelayanan yang baik. Demikian juga anggota sudah memanfaatkan secara maksimal terhadap usaha-usaha yang sudah dilaksanakan koperasi. Peningkatan volum usaha bisa dilihat dari pelayanan yang diberikan koperasi dan sebaliknya anggota  patuh pada aturan-aturan berkoperasi,” tukasnya.

Budi Arwan berharap kondisi saat ini perlu dipertahankan. Koperasi juga didorong untuk terus meningkatkan usahanya. Terkait rencana menaikan simapnan pokok (SP) Kopwan dari Rp50 ribu menjadi Rp 100 ribu tidaklah menjadi soal. Asalkan rencana baik itu bias dikomunikasikan sebelumnya dengan para anggota.

“Anggota merupakan pemilik koperasi ini dan sekaligus pengguna koperasi sehingga  rencana usaha yang akan dilaksanakan seterusnya harus melalui RAT ini. Begitu pentingnya RAT ini sehingga wajib hukumnya. RAT juga merupakan penyampaian pertanggungjawaban dari amanah yg disepakati oeh seluruh anggota kepada pengurus sesuai dengan keputusan bersama. RAT ini akan lebih bermakna apabila ada saran, pendapat, kritikan konstrukstif bagi kemajuan koperasi ke depan,” ujar Budi.

Ketua Kopwan Sejahtera Giri Menang Hj Suarni Arpan menjelaskan, dari Januari hingga Desember 2019 anggota Kopwan Sejahtera ini tercatat sebanyak 327 orang anggota  termasuk anggota baru sebanyak 27 orang.Pihaknya akan terus meningkatkan volume permodalan baik dari dalam ataupun dari luar.

“Dari dalam dengan menarik simpanan pokok, wajib, provisi, biayaadministrasi serta meningkatkan simpanan sukarela oleh anggota untuk menabung di Koerasi dengan bagi hasil sebesar 100 persen. Dari luar mendapatkan kepercayaan dari pihak ketiga berupa pinjaman agunan senilai Rp 500 juta dalam jangka waktu pelunasan dari Januari 2017 sampai Oktober 2019. Pinjaman tersebut sudah lunas,” ujar Suarni.

Ia menambahkan dalam upaya meningkatkan status Kopwan dari koperasi konvensional ke koperasi syariah pihaknya akan merevisi AD/ART. Konsekwensi itu semua simpanan pokok akan mengalami perubahan dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp100 ribua setiap bulannya.

”Karena itu kita minta Diskop Lobar bias menindaklanjuti perubahan status Kopwan dari Konvensional ke Syariah ini dengan mengacu pada undang-undang yang berlaku,” ujar Suarni.

Yang aptut menjadi catatan dan apresiasi dari pertumbuhan Kopwan ini usaha simpan pinjam dari Januari-Desember 2019 tercatat dana pinjaman yang disalurkan kepada anggotanya senilai Rp2,240 milyar terjadi tambahan sebesar Rp137, 136 juta atau 7,81 persen dar tahun 2018 sejumlah Rp2, 646 miliar.

Selain itu Kopwan ini juga bergerak di bidang social kemasyarakatan dengan memberikan santunan kepada sejumlah Panti Asuhan dan Panti Jompo di Lombok Barat. Berikutnya pemberian sarung saat Idul Fitri bagi anggota dan pemberian reward kepada anggota yang memiliki tabungan tertinggi. (her)

Masyarakat Lingsar, Tumpah Ruah Sambut Zigi si Pahlawan Olahraga

Diskominfotik-Ahmad Zigi Zaresta Yuda karateka nasional yang berhasil mendulang medali emas pada Seagames 2019 Filipina menjadi sprit tidak hanya bagi milenial Lombok Barat, namun juga bagi milineal Indonesia. Atas keberhasilan Zigi yang merupakan alumni SMAN 2 Lingsar, Lombok Barat ini disambut haru biru oleh masyarakat Lombok Barat, khususnya masyarakat Desa Lingsar, Senin (16/12/2019).

Sebelumnya Zigi diterima Pemkab Lombok Barat di Kompleks Pemerintahan Kantor Bupati Lombok barat Giri Menang, Gerung. Sekda Lobar HM Taufiq, M.Sc menyambut kepulangan Zigi ke kampung halamannya diikuti seluruh Kepala OPD se Lombok Barat. Selanjutnya Zigi diiringi Foredes diarak keliling Lombok Barat hingga fhinis di Desa Lingsar.

Bak pahlawan olahraga, yang telah mengharumkan nama daerah di ajang internasional Seagames 2019, di kampung halamannya keriuhan masyarakat bersama aparat pemerintah kecamatan dan desa Lingsar tumpah ruah membuat sang jawara dengan penuh suka cita  berjalan kaki dari gerbang pintu masuk Desa menuju Kantor Desa Lingsar. Ribuan masyarakat Lingsarpun rela berjalan kaki mengiringi kedatangan Zigi hingga Kantor Desa.

Dalam kata penerimaannya Plt Kades Lingsar, Juhaini mengungkapkan, dirinya atas nama masyarakat Desa Lingsar mangaku bangga bahkan haru atas torehan prestasi Zigi pada Seagames 2019 yang berhasil meraih puncak prestasi dalam ajang internasional Seagames Filipina.

“Meraih emas bagi Zigi tidaklah mudah, butuh proses, kerja keras dan semangat tinggi. Karena itu semangat dan kerja keras Zigi diharapkan bisa menjadi sprit yang menginspirasi kaula muda khususnya di Desa Lingsar untuk dijadikan pedoman, pegangan kuat dalam meraih kesuksesasan,” kata Kades.

Kades berharap ke depannya perhatian pemerintah daerah agar memberi perhatian lebih terhadap kaum milenial beroptensi dan berbakat khususnya di Desa lingsar ini agar mendapatkan pembinaan lebih intensif bagi bakat dan talenta-talenta yang dimilki generasi muda.

Dalam ungkapan sekapur sirihnya Zigi Zaresta Yudha mengaku haru dan tidak menyangka atas sambutan masyarakat Desa Lingsar yang tak pernah ia duga sebelumnya. Bagi Zigi, keberhasilannya saat ini tidak terlepas dari panjatan doa dari seluruh asyarakat Lingsar khususnya kedua orangtua yang tetap memberi semangat oftimisme untuk meraih kesuksesan.

“Perlu kami sampaikan, bahwa selain kerja keras yang berbuah kesuksesan, iringan doa menjadi hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam menjalani suatu proses. Karena itu saya berharap agar para generasi muda di Lingsar khususnya agar tetap tekun belajar, punya semangat dan impian yang tak pernah redup untuk meniti jalan kesuksesasan,” ujar Zigi penuh harap.

Zigi juga mengungkapkan kebanggaannya lahir di Desa Lingsar, karena kekompakan masyarakat dan rekan seusianya untuk selalu mensuport keberhasilan yang saat ini diraihnya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Aparatur Setda Lombok Barat HM Ilham, M.Pd mewakili Bupati Lombok Barat mengungkapkan, prestasi yang diraih Zigi dalam ajang Seagames 2019 di Filipina merupakan tonggak awal meraih kesuksesan berikutnya pada ajang internasional yang akan datang, baik di tingkat Asia bahkan pada percaturan Olimpiade mendatang.

Ilham berharap agar capaian Zigi tidak lantas cepat berpuas diri apalagi jumawa dengan predikat terbaik yang disandangnya. Namn diharapkan menjadi pemicu bagi generasi muda Lombok Barat untuk mengikuti jejak keberhasilan Zigi.

“Lombok Barat sesungguhnya memiliki banyak potensi atau talenta generasi muda. Karena itu melalui jalur pendidikan dari SD hingga SLTA, menjadi wadah yang tepat untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi yang diharapkan Dispora sebagai leading sector terus melakukan pemetaan ke sekolah-sekolah atas potensi berbakat anak-anak kita di Lombok Barat,” terang mantan Kadis Dikbud Lombok Barat ini. (her/yani)

Perajin dan Disigner Berbakat NTB Dianugrahi Dekranasda Award 2019

Mataram, Diskominfotik-Potensi dan kreatifitas para perajin di Nusa Tenggara Barat (NTB) diapresiasi melalui penganugrahan Dekranasda Award 2019. Ganjaran bagi para perajin dan designer berbakat asal NTB diserahkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB oleh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah pada malam anugrah Dekranasda Award 2019 di Lombok raya Hotel, Mataram, Sabtu (14/12) malam.

Tidak kurang dari sembilan orang perancang  dan pengerajin kriya unggulan  serta  Disigner busana terbaik dari seluruh NTB dianugrahi penghargaan dimaksud dan uang pembinaan jutaan rupiah.

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi istri sekaligus ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan Tim Juri

Pada acara bertajuk “Lombok Sumbawa Tenun Festival 2019” Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menilai  sebuah perubahan menuju dunia modern haruslah mempertimbangkan simbol yang dekat dengan masyarakat agar mudah mengajak kepada perubahan.

Gubernur Zul mengungkapkan, ada beberapa  aspek yang perlu jadi pertimbangan dalam design produk. Diantaranya, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, pemenuhan tanggung jawab sosial.

“Sehingga akan berdampak pada originalitas, inovasi, dan orientasi pada selera pasar. Ajang Dekranasda NTB Award akan membantu para pegiat kriya yang sudah ada, untuk mampu  menumbuhkan jiwa kompetisi mereka serta membuka peluang baru dalam industri tenun,” ungkap Gubernur seraya mengungkapkan keyakinannya melihat kekayaan kain tenun NTB dan kreativitas yang ada.

Gubernur meyakini, jika dalam waktu yang relative singkat  NTB akan menjadi pusat industri fashion muslim dunia. Alasannya, kain tenun sebagai ikon yang dekat dengan masyarakat NTB dapat digunakan membawa pesan perubahan menuju modern di masyarakat. Namun tetap dengan desain menarik serta berbasis budaya dan kearifan lokal, tegasnya.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, Dekranasda NTB Award 2019, menjadi ajang penting guna memamerkan serta memperkenalkan hasil karya kriya unggulan dari pelosok daerah di NTB.

Ia menambahkan, penganugerahan  tersebut merupakan pintu gerbang bagi karya-karya pemenang dalam rangka melestarikan kekayaan budaya provinsi di NTB. Serta untuk mendorong peningkatan kualitas produksi tenun dalam memasuki pasar global.

“Program mendorong peningkatan mutu dan design produk kriya, harus dimulai dengan pembinaan dan penguatan sumberdaya untuk industri ini. Sebelum malam anugerah Dekranasda NTB Award 2019 ini, telah dimulai dengan kegiatan inkubasi dan pelatihan bagi penenun, penjahit dan desainer kain tenun,” ungkap Niken.

Selain itu Dekranasda NTB juga menggelar Lomba Kriya dengan kategori Kayu, Logam, Keramik dan material alam lainnya. Dalam lomba desain fashion kain tenun ini, selain menilai konsep juga orisinalitas motif dan kain serta kerapian jahitan. Sehingga menghasilkan busana yang siap pakai (wearable) sebagai syarat produk industri agar dapat dipasarkan.

Maya Damayanti juri dalam lomba ini mengungkapkan, secara umum yang luar biasa dari festival tenun kali ini adalah hadirnya konsep desain milenial yang makin beragam dan siap pakai. Bahkan beberapa desainer seperti Bima memang berasal dari kaum milenial sendiri sehingga dapat menangkap desain dan pasar.

Maya menambahkan, jumlah peserta yang mengirimkan karyanya, mencapai  105 desain. Terdiri dari busana kerja pria 11 desain, busana kerja wanita 17 desain, busana kasual pria 9 desain, busana kasual wanita 24 desain, busana malam pria 11 desain dan busana malam muslim wanita 33 desain.

Sedangkan perancang dan pengrajin yang ikut dalam lomba ini sebanyak 45 hasil kriya. Terdiri dari kelompok serat alam 12 karya, bahan kulit 1 karya, kelompok kayu-kayuan 8 karya, kelompok tekstil 6 karya, kelompok logam 17 karya dan kelompok material asli alami lain 1 karya.

Kelompok peraih penghargaan bidang kriya unggulan keramik berhasil disabet oleh, Arya Suharno, kelompok serat alam, Yong Ying Cing, dari binaan Lapas Perempuan Mataram, kelompok batu – batuan, diraih Jaelani, kelompok kayu – kayuan diraih Lalu Surya Sanjaya, kelompok textil, Rahma Wirnasari dan kelompok logam, diraih oleh  Abdul Kahar, Serta kelompok material asli alami didapatkan oleh Mustiadi.

Sedangkan pada lomba perancang busana,  Designer asal Kota Bima berhasil meraih juara I kategori busana casual pria dan Juara I Busana Malam Pria. Kedua desainer ini bernama Indo Suryati asal Kelurahan Oi Foo dan Mustaqim dari Kelurahan Nae.

Lombok Sumbawa Tenun Festival 2019 dimeriahkan dengan peragaan busana berbahan tenun karya seniman/ desainer terkemuka di NTB oleh puluhan peragawati di atas panggung Catwalk. Para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTB yang juga istri Bupati/Walikota, ikut ambil bagian sebagai peragawati yang tampil anggun diatas panggung catwalk mengenakan busana berbahan tenun khas daerah masing-masing. (her, yani, ris)

Bidan Punya Tanggungjawab Besar Selamatkan Ibu dan Anak

Batulayar, Diskominfotik-Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lombok Barat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Yang Ke-VI,  di Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar), Sabtu (23/11/2019). di Ruang Ramayana Hotel Puri Saron, Senggigi Lombok Barat dihadiri oleh 170 peserta.Senggigi, Diskominfotik, Sabtu, (23/11/2019).

Wakil Bupati Lombok Barat dalam sambutan tertulisnya dibacakan Asisten  II Lombok Barat Hj. Lale Prayati sangat mengapresiasi kegiatan Muscab IBI Lombok Barat yang Ke-VI. Diharapkan, Bidan di Lobar selalu kompak dan melayani masyarakat dengan ikhlas, guna meningkatkan kesehatan masyarakat yang merata.

Lale mengajak para Bidan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Ibu dan Bayi, serta menjadi sahabat seorang perempuan, guna menjaga hubungan baik dengan pasiennya untuk jangka waktu lama. “Bidan akan mendapatkan perannya karena itu sebuah pekerjaan yang berat dengan tanggung jawab yang besar dan bidan akan menjadi sebuah cerita dalam kehidupan perempuan,” tukasmnya.

Ditambahkan, Bidan tidak hanya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan maternal dan neonatal, namun bidan akan menjadi pelukis maha karya kehidupan seorang generasi yang sehat dan cerdas serta memastikan mereka tumbuh dengan tahapan yang berkesinambungan.

Ketua IBI Lombok Barat Hj. Napaah mengatakan, IBI Lombok Barat adalah organisasi profesi yang secara berkesinambungan melakukan berbagai upaya terobosan untuk memperkuat organisasi IBI, melalui pelayanan dan pengabdian profesi kepada masyarakat meningkatkan citra bidan, membangun kesehatan pada umumnya dan kesehatan ibu dan anak pada khususnya.

Muscab ini juga guna memilih pengurus IBI Lombok Barat masa bakti 2019-2024.

“Bidan merupakan salah satu profesi dalam bidang kesehatan, dan bidan memiliki kewenangan memberikan pelayanan kesehatan ibu, anak dan kesehatan reproduksi. Hingga saat ini jumlah anggota IBI Lombok Barat sebanyak 439 orang,” ujarnya.

Ketua Umum IBI Pusat dalam sambutannya dibacakan Ketua PD IBI NTB Hj. Siti Aisyah menekankan, Muscab Merupakan Forum Musyawarah Tertinggi Organisasi IBI di tingkat Kabupaten/Kota, juga merupakan wahana konsolidasi serta pembinaan organisasi di tingkat ranting dan anggota.

Muscab ke-VI Cabang Lombok Barat pada hari ini bertema “Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal dan Neonatal Melalui Gerakan Masyarakat dan Pelayanan Berkualitas”.

Terkait kebijakan yang telah diperjuangkan dan telah disahkannya UU No. 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan, harus menjadi pijakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Besar Harapan kami dalam kehadiran sejawat bidan dalam kegiatan Muscab Ke-VI Tahun 2019 ini akan memacu semangat dan memotivasi kerja dalam mengelola organisasi yang kita cintai dan kita banggakan sehingga membawa dampak positif kepada masyarakat melalui tangan dan hati bidan,” tutupnya.

Muscab IBI ini dihadiri juga organisasi kewanitaan di Lombok Barat, Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Wayan Mujung Ngasih, Sekertaris PD IBI NTB Hj Siti Aisyah, Ketua IBI Lombok Barat Hj Napaah, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg. Ambarwati, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) H Sulaiman Adam, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lombok Barat dr. I Dewe GD Ngurah Agung, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Lombok Barat Pryo Purwoko, Ketua IBI Lombok Timur Hj. Rohliana, Ketua IBI Lombok Utara Hj. Rusmiatun, Ketua IBI Lombok Tengah IGAP Sri Wahyuni, dan pengurus ranting IBI se-Lombok Barat. (Yani)

Festival Minum Tuak Manis dan Trail Adventure Jelajah Gawah Daye

Batulayar, Diskominfotik-Minggu (24/11/2019) warga Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, menggelar Festival Minum Tuak Manis dan Trail Adventure Jelajah Gawah Daye dengan jumlah peserta 600 Crooser dari Pulau Lombok, Sumbawa, Bima, Bali, dan Jawa.

Kegiatan ini merupakan rangkaian event Festival Pesona Pusuk Lestari 2019.Tuak di daerah ini berbeda dengan tuak yang ada. Tuak ini adalah minuman tradisional yang dinilai mampu menyembuhkan penyakit karang atau ginjal pada tubuh manusia.

Minuman ini berasal dari air pohon aren yang disadap. Kemudian diolah menjadi tuak dengan cara tradisional hingga mendapatkan rasa yang sangat manis dan menyejukkan. Desa Pusuk Lestari dikenal dengan tuak khas ini.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyatakan bahwa tuak berkhasiat mampu menyegarkan tubuh dan mengobati karang serta ginjal pada tubuh.

“Banyak orang belum mengetahui manfaat dari tuak. Sehingga kegiatan semacam ini sangat perlu dilestarikan oleh warga Desa Pusuk Lestari,” ungkap orang nomor satu di Lombok Barat ini.

Dikatakan, dengan memperkenalkan tuak manis ini dalam festival minum tuak manis 3000 gelas, diharapkan mampu memperkenalkan lebih luas baik festival ini di kancah nasional maupun internasional.

Dilanjutkan Bupati, diharapkan kegiatan ini bias merubah stigma masyarakat yang selama ini menganggap tuak sebagai minuman yang memabukkan.

“Kita akui, kalau udah ngomong soal tuak di pikiran orang pasti negatif. Tapi inilah khas minuman kita. Di Lombok ada tuak yang enak tidak memabukan, dapat mengobati banyak penyakit, khususnya karang dan ginjal,” ujar Fauzan.

Bupati menekankan, sesungguhnya Tuak Manis di Desa Pusuk Lestaritak menjadikan seseorang mabuk. Tuak Ini Justru Bisa Atasi Penyakit Ginjal.

“Kita akui, kalau udah ngomong soal tuak di pikiran orang pasti negatif. Tapi inilah khas minuman kita, di Lombok ada tuak yang enak tidak memabukan, dapat mengobati penyakit ginjal,” tuturnya. (Yani)

Ribuan Peserta Ikuti Apel Sumpah Pemuda ke 91 di Lombok Barat

Gerung, Kominfo-Senin (28/10) bertempat di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Jalan Soekarno Hatta Giri Menang, Gerung dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019 dengan Inspektur Upacara Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, M.Si. Upacara diikuti anggota Forkmpinda, anggota DPRD Lobar, sekda, para Asisten, Kepala OPD, Kabag hingga Camat se Lombok Barat. Para pelajar dan para guru juga turut serta mengikuti apel bersejarah dari kebangkitan pemuda Indonesia ini.

Bupati Lombok Barat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia antara lain memapresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah berjuang sehingga telah menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Hari Sumpah Pemuda ke-19 kali ini mengambil tema ” Bersatu Kita Maju “. Tema tersebut diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah apabila pemuda tidak dapat memfilter dengan ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

“Pemuda yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja ikhlas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional,” kata Menteri.

Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa yang bagi pemuda menjadi keharusan karena ditangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju.

Pada saat ini dibelahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serta instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatikal. Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, yang interaksi mereka di media sosial berjalan real time 24 jam.

Pemuda juga adalah harapan bangsa dan Negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda dunia, kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tetapi kita harus mempu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekat dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di akhir sambutannya Menteri Pemuda Dan Olahraga mengatakan pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pembacaan ikrar pemuda oleh pemuda-pemudi Lombok Barat dengan pakaian adat tradisonal dari 34 propinsi se Indonesia. (her/yani)

 

Tekan Banjir, Pemkab Lobar dan TNI Restorasi Sungai

Batulayar, Kominfo-Dalam rangka Karya Bhakti TNI AD, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama Kodim 1606/Lobar melakukan restorasi sungai yang menyasar 2 Lokasi Sungai, yaitu Sungai Karang Lamper Kecamatan Kuripan dengan panjang 4 Kilometer dan telah direstorasi sepanjang 72 meter dan di Sungai Teloke, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar yang dimulai dari Dusun Tanak Embet Timur, Dusun Tanak Embet Barat, Dusun Teloke Tengah, Dusun Teloke Lauk dan Dusun Kekeran dengan panjang 3 Kilometer dan telah direstorasi sepanjang 1,6 Kilometer.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas PUTR Lobar yang terkoneksi dengan BWS NTB Satu dan Dinas Pertanian, masyarakat bisa membentuk Kelompok Masyarakat (POKMAS) Peduli Sungai.

“Pokmas inilah yang nantinya menjadi terdepan dalam memelihara dan mengembalikan sungai kepada fungsi aslinya sebagai ekosistem lingkungan. Salah satunya adalah sebagai penyedia air irigasi dan bahkan sumber baku air minum. Untuk saya berharap Pokmas berfungsi sebagai “Polisi” dari masyarakat yang membuang sampah, BAB sembarangan, dan bisa memberdayakan fungsi sungai secara ekstensif dengan menjadikan sungai sebagai eko-wisata di desa yang dilalui,” kata Bupati pada  Gelar Pasukan Karya Bhakti KODIM 1606 Lobar di Lapangan Dusun Teloke Desa Batulayar, Kamis (24/10/2019).

Bupati Lobar menambahkan, karya bhakti ini juga ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk memelihara dan mejaga sungai dari prilaku hidup masyarakat yang kurang peduli terhadap keberlangsungan sungai. Selanjutnya pihak TNI akan mendorong warga desa membentuk komunitas masyarakat peduli sungai, yang nantinya komunitas ini akan bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai diwilayahnya masing-masing.

“Program restorasi sungai mulai muncul saat peringatan Hari Air Sedunia tanggal 23 Maret lalu. Saat itu saya sampaikan restorasi sungai harus dimulai pada satu sungai di setiap Kecamatan yang berdekatan dengan ibu kota kecamatan, maupun sungai yang berpotensi dan yang sebelumnya menimbulkan persoalan masalah banjir dan sebagainya,” ujar orang nomor satu di Lombok Barat ini.

Bupati menambahkan, dari itu setelah terdentifikasi dan memang semuanya penting. Namun melihat beberapa pertimbangan, dicoba dan diawali di Desa Batulayar Kecamatan Batulayar dan Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan.

Selain Kegiatan karya bhakti ini juga dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pelayanan SIM Keliling, Pemberian Sembako dan Pasar Murah.

Hadir dalam acara tersebut Komandan Korem 162 Wirabhakti Nusa Tenggara Barat Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Ketua DPRD Lobar Hj. Nur Hidayah, , Kepala Dinas PUTR Lobar Made Arthadana, Persatuan Istri Tentara (Persit) Lobar, Forum Koordinasi Kepala Daerah (Forkopimda) Lobar, Camat Batulayar, Kepala Desa se Kecamatan Batulayar, Siswa SD, SMP, SMA se Kecamatan Batulayar, dan Masyarakat sekitar. (Yani)

1 2 3 27