FAUZAN : SERTIFIKAT TANAH BERIKAN KEPASTIAN HUKUM

Giri Menang, Kamis 27 September 2018 – Sertifikat tanah menjadi sangat krusial ketika kebutuhan tanah semakin meningkat. Harganya semakin mahal dan semakin banyak pihak yang berkepentingan. Hal inilah yang menjadikan sertifikat tanah menjadi suatu hal yang urgent untuk segera diselesaikan.

Hal tersebut diktakan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat menghadiri Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) ke-28 Tahun 2018. Selain peringatan Hantaru, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat tanah kepada seribu orang penerima sertifikat hak atas tanah yang dilakukan di Gedung Seni dan Budaya Narmada, Kamis (29/9/2018).

“Penyerahan sertifikat hak atas tanah yang akan saya serahkan pada hari ini terdiri dari satu buah setifikat atas nama Kejaksaan Negeri Mataram yang penggunaannya untuk pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Barat. Tiga belas buah sertifikat wakaf dan tempat peribadatan berupa masjid dan pura, serta seribu buah sertifikat tanah milik masyarakat untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar,” katanya.

Fauzan berharap penyerahan sertifikat ini dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang hak dan dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha atau kegiatan produktif lainnya.

Tidak lupa bupati memberikan apresiasi kepada anggota Forkopimda, OPD terkait dan para aparatur desa yang telah bekerja erat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lobar dalam mensukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL merupakan salah satu program Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui Kepala dalam rangka percepatan terdaftarnya tanah di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu Kepala BPN Lobar Ramli menyampaikan, di tahun 2017 BPN telah berhasil merealisasikan 14.500 bidang tanah di Kecamatan Narmada yang ditargetkan. Namun diakuinya masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkan.

Untuk tahun 2018, taget yang semula sebanyak 22.500 bidang tanah bertambah menjadi 25.000 karena sebanyak 2.500 bidang tanah yang ditargetkan di Kabupaten Lombok Utara telah dialihkan ke Kabupaten Lombok Barat.

“Dari jumlah 25.000 bidang tanah sudah dilakukan pengukuran yuridis sebanyak 24.432 bidang tanah atau 97,7 persen. Sedangkan data fisik sudah mencapai 23,075 atau 92 persen. Hingga bulan September ini kami sudah menerbitkan 18.701 sertifikat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tahun 2019 BPN Lobar akan kembali memprogramkan PTSL untuk 15.000 bidang tanah di Kecamatan Gunung Sari. (anded/humas)

BUPATI CANANGKAN KAMPUNG KB KE-16 DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, Rabu 26 September 2018 – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencanangkan Dusun Jeranjang yang berada di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung sebagai Kampung KB, Rabu (26/9/2018). Desun Jeranjang menjadi Kampung KB ke-16 di Lobar. Pencanangan secara simbolis ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan membentuk 21.000 Kampung KB di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir 2018. Sejak dicanangkan Bapak Presiden RI, H. Joko Widodo pada bulan Januari 2016 lalu, tercatat baru 14.000 Kampung KB terbentuk.

“Kampung KB diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam melaksanakan pengendalian penduduk yang dapat berpengaruh terhadap pembangunan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Lombok Barat,” kata Kijo, Direktur Kedeputian KBKR BKKBN.

Menurutnya, Kampung KB sangat diperlukan karena sangat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga pra sejahtera untuk menuju lebih baik.

“Dengan ditetapkannya Dusun Jeranjang sebagai kampung KB, diharapkan akan mendorong pembangunan masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera,” harapnya.

Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya.

Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu dusun. Karena dusun atau kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju. Dan apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju

Sementara itu Bupati H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengakui program Kampung KB tidak selesai pada saat pencanangan saja. Namun diharapkan ada peroses pembinaan, evaluasi dan monitoring kepada Kampung KB yang telah dicanangkan. Bupati juga berharap agar partisipasi dan kesadaran masyarakat bisa membantu mensukseskan program Kampung KB.

Program andalan Lobar yakni Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq) dapat menjadi pintu masuk suksesnya program Kampung KB yang dibuat untuk menyukseskan Nawa Cita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat pedesaan. Program ini juga sesuai cita kelima untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan cita kedelapan untuk merevolusi karakter bangsa.

“Gamaq merupakan gerakan pendewasaan usia pernikahan dan Pemkab Lobar telah mensosialisasikan sejak beberapa tahun lalu. Program Gamaq ini harus berjalan, tidak boleh diabaikan. Karena bagi saya itu adalah jalan masuk,” ungkap bupati.

Program Kampung KB di Lombok Barat sendiri berjalan cukup baik. Intervensi lintas program seluruh SKPD terkait penyelesaian masalah di masing-masing Kampung KB menunjukkan progres yang signifikan. Mulai dari masalah adminduk bersama Dinas Dukcapil, masalah bantuan dan pelatihan untuk kelompok-kelompok usaha yang dibantu solusinya oleh Dinas Tenaga Kerja, masalah penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dibantu sokusinya oleh Dinas PMD, kemudian intervensi dari Dinas PUPR terkait masalah jalan dan irigasi, lalu ada Dinas Dikbud yang membantu masalah pendidikan terutama bagi anak-anak putus sekolah, tidak terkecuali masalah pernikahan dini yang diintervensi oleh Kemenag Lobar dan lainnya.

Salah satu keberhasilan Program Kampung KB juga didukung dengan program Gamaq milik Pemkab Lombok Barat dalam usaha penurunan penikahan dini. Secara keseluruhan jumlah perkawinan di bawah 20 tahun di Lombok Barat berhasil diturunkan.

“Kalau tahun 2015 dari pendataan keluarga jumlahnya 56 persen tapi tahun 2017 22 persen. Dan dari januari sampai juni masih di angka 20%. Ini datanya by name by address. Dan saat ini desa sudah mulai menganggarkan kegiatan-kegiatan untuk program KKBPK termasuk Gamaq,” jelas Erni Suryana, Kepala Bidang P4 Dinas PPKBPPPA Lobar.

LAWAN TRAUMA, LOBAR ISTIGOTSAH

Giri Menang, Kamis 23 Agustus 2018 – Ribuan warga dari berbagai penjuru mengikuti zikir dan doa untuk gempa di Lombok, Kamis (23/8). Acara ini dilaksanakan di kamp pengungsian korban gempa di belakang Kantor Camat Gunungsari Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Selain zikir dan doa, warga pun melakukan sholat sunat taubat yang diimami TGH. Fathul Aziz dari Pondol Pesantren Al-Aziziyah Gunungsari.

Hadir pada acara itu antara lain Gubernur NTB TGB Zainul Madjdi, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan KH. Manarul Hidayat, salah seorang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Gubernur NTB, dalam sambutannya mengajak jamaah berdoa agar semua musibah dan bencana diangkat oleh Allah dan diganti dengan keberkahan, kedamaian dan ketenangan hati.

Ia juga mengatakan bahwa apa yang dirasakan masyarakat, juga dirasakan oleh dirinya.

“Saya adalah bagian dari Pelungguh (kalian, red) semua. Apa yang saudara rasakan, begitu pula yang saya rasakan. Kesedihan, kekhawatiran, dan ketakutan,” ujarnya.

Bencana atau musibah bagi orang yang beriman, tambah TGB bukanlah azab, melainkan ujian dan cobaan.

TGB menambahkan, apabila sabar dalam menghadapi ujian ini, maka ampunan demi ampunan, rahmat, dan pujian dari Allah menjadi gambarannya.

“Musibah dan bencana ini mudah-mudahan buahnya adalah kita semakin kokoh dan kuat keyakinan kita kepada Allah,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, alumni Al-Azhar Mesir itu juga mengutip perkataan ulama terkait musibah.

Dijelaskannya, ada 3 berkah yang didapat dengan adanya musibah.

“Pertama, derajat akan ditinggikan. Kedua, dosa akan diampuni, dan ketiga, pahala akan dilipatgandakan,” terangnya.

Ketiga berkah ini hanya diperoleh bagi orang yang menjaga dua sifat
Yaitu menjaga sabar dan syukur dalam berbagai keadaan.

Terkait adanya isu bahwa besok tanggal 26 ada gempa besar, Gubernur minta masyarakat jangan percaya hoax karena semua itu tidak ada yg tahu.

“Itu rahasia Allah. Jangan percaya hoax apalagi yang membuat keyakinan kita rusak kepada Allah dan tidak akan bersandar lagi kepada Allah,” tegasnya.

Menurut TGB, semua musibah pasti berlalu dan menyisakan peningkatan iman dan keyakinan, ibadah, dan perbaikan cara muamalah setelah musibah.

Dalam istigotsah itu, warga diajak melakukan zikir untuk “membuka pintu langit” agar bencana gempa bisa disudahi.

Untuk diketahui, gempa yang terjadi di Pulau Lombok sudah sangat beruntun dan unik. Tidak saja karena kekuatan magnitudonya, namun karena jarak gempa utama (mainshock) nya tidak terlalu lama.

Setelah diguncang gempa tanggal 29 Juli dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR), Lombok diguncang lagi dengan kekuatan 7,0 SR di tanggal 5 Agustus 2018.

Gempa kembar itu disusul lagi oleh dari seribu gempa susulan, baik yang dirasakan maupun tidak. Gempa itu telah meluluh lantakkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan empat Kecamatan di Lobar.

Tidak pupus sampai di situ, aktivitas gempa baru kembali terjadi di tanggal 19 Agustus. Gempa dengan kekuatan 6,9 SR kembali menghancurkan pemukiman warga. Kali ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan hanya di Pulau Lombok, namun juga meluluh lantakkan Kecamatan Alas di Kabupaten Sumbawa.

Sampai saat ini, gempa terakhir tersebut telah diikuti lagi oleh 266 gempa dan 15 diantaranya dapat dirasakan.

Untuk Kab. Lobar, gempa-gempa tersebut mengakibatkan 46 orang meninggal dunia, 258 orang luka berat dan 701 orang luka ringan.

Akibat gempa tersebut dirasakan setidaknya oleh 266.691 orang warga dan di antara mereka ada 178.377 yang terpaksa mengungsi.

Rangkaian gempa itu pun telah menimbulkan 23.007 rumah rusak berat, 14.820 rumah rusak sedang, dan 19.787 rumah rusak ringan.

Tidak hanya itu, Pos Komando Utama Tanggap Darurat Lobar mencatat 461 tempat ibadah, 50 fasilitas kesehatan, 175 fasilitas pendidikan, 7 jembatan, dan 294 kios/ toko mengalami kerusakan parah.

Sementara itu Prof. Dr. KH Manarul Hidayah MA, dalam tausiyahnya mendoakan agar rahmat Allah turun kepada NTB.

“Yang wafat semoga husnul khatimah, yang hidup semoga makin mantap imannya,” ujarnya.

KH Manarul juga minta masyarakat melakukan koreksi diri, mungkin ada hal-hal yang kurang baik telah dilakukan kepada Allah. Namun demikian ia minta agar masyarakat jangan suuzhon terhadap Allah apalagi bikin prediksi-prediksi macam-macam.

“Kalau terjadi bencana, tanya langsung yang punya gempa, yang punya gunung, yang punya banjir. Tanya Allah,” tegasnya.

Yang jelas, bagi orang-orang beriman musibah ini adalah ujian. Sedangkan bagi orang yang munafik, ini adalah teguran.

“Oleh karena itu, yang tidak sholat, ayo sholat. Yang tidak pernah ke masjid ayo ke masjid,” pintanya.

KH Manarul juga menyampaikan, sikap kita selanjutnya dalam menghadapi musibah adalah taubat. Siapa yang berbuat dosa kemudian minta ampun kemudian menyesal dan tidak mengulangi lagi, insya Allah akan kembali suci. Allah sangat senang melihat hamba-Nya istighfar.

“Termasuk hamba yang sombong adalah kalau tiap hari tidak baca istighfar. Mumpung sedang diuji oleh Allah, banyak-banyaklah berdoa. Mari kembali ke masjid,” ajaknya.

Di ahkhir tausiyahnya ia mengingatkan, kalau suatu kaum sholatnya rajin, ngaji rajin, sosialnya rajin, bangun negara rajin, membina ekonomi rajin, maka akan diberi barokah dari langit dan bumi.

“Insya Allah NTB ini akan beri keberkahan oleh Allah. Kita harus optimis. Allah tidak ingin hamba-Nya terus dalam kesusahan. Ini harus kita yakini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi bersama Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengunjungi kamp pengungsian yang berada di lokasi digelarnya Istighosah.

Bupati Fauzan Khalid juga menerima bantuan berupa bantuan logistik, Medical Kit dan satu ekor sapi yang diserahkan langsung oleh perwakilan pimpinan redaksi Tv One. Bantuan pemirsa tv one ini merupakan hasil dari sumbangan masyarakat yang dikumpulkan melalui Tv One. (Tim Humas Lobar)

FAUZAN AMBIL BANTUAN DARI PANGKALAN AURI

Giri Menang, Sabtu 18 Agustus 2018 – Pangkalan Angkatan Udara Republik Indonesia (Lanud) Rembiga Mataram pagi tadi (18/08) mendapat kunjungan dari Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid.

Bupati yang memenangkan Pilkada 27 Juni 2018 itu berkunjung untuk menemui secara langsung Komandan Pangkalan, Kolonel (Pnb) Budi Handoyo.

Kunjungan Fauzan dilakukannya dalam rangka meminta bantuan partisipasi AURI untuk meringankan beban warga Lobar yang terkena bencana gempa bumi 7,0 Skala Richter.

Seperti diketahui, Lobar pun merasakan dampak yang cukup parah. Setidaknya sampai berita ini dimuat, Pos Komando Tanggap Darurat di Aula Kantor Camat Lingsar telah merilis 44 orang meninggal dunia, 959 luka-luka, dan 220.904 mengungsi

Kerugian materil akibat gempa tersebut ditaksir mencapai lebih dari 265 milyar yang meliputi kerusakan yang menimpa 54.497 rumah dan 979 fasilitas umum.

Melihat besarnya jumlah pengungsi yang terpencar di banyak tempat, Fauzan Khalid meminta bantuan agar AURI bisa membantu.

Kedatangan Fauzan disambut hangat oleh Danlanud Rembiga, Kolonel (Pnb) Budi Handoyo yang langsung mengajak Fauzan meninjau langsung gudang milik AURI.

“Ternyata banyak logistik yang dibutuhkan masyarakat di sini,” komentar Fauzan gembira.

Ia pun kemudian tanpa sungkan meminta sebagian dari logistik itu untuk diberikan kepada para pengungsi di wilayahnya.

“Apa saja yang bapak Bupati dan masyarakat Lobar butuhkan, langsung hubungi saya, tinggal ambil,” ujar Budi dengan ramah dan bersahabat.

Namun sebagai bentuk pertanggung jawabannya kepada para donatur, Budi meminta agar Fauzan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar bersurat kepadanya.

Fauzan tanpa menunggu langsung mengiyakan permintaan itu. Saat itupun, Fauzan diperkenankan oleh Budi untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan warganya seperti logistik, terpal, selimut, dan tikar.

Pemerintah Segerakan Perbaikan Rumah Rusak Berat

Lombok Barat-Kominfo. Pemerintah secara bertahap akan terus memulihkan kondisi menjadi lebih baik pasca terjadinya gempa di Lombok. Tahap awal pemerintah segera memberikan bantuan secara finansial kepada korban untuk memperbaiki rumah berat, sedang dan ringan yang terkena dampak bencana gempa.

Pembangunan rumah-rumah baru tersebut nantinya  akan terkonsep rumah tahan gempa. Hal itu penting mengingat daerah Lombok rawan terhadap bencana gempa.  “Sesuai arahan Bapak  Presiden, bantuan tahap pertama akan disalurkan dulu pada 1.000 kepala keluarga (KK), termasuk di Kabupaten Lombok Barat.  Kita punya klasifikasi tertentu untuk menentukan besaran stimulus bagi korban. Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta/KK untuk rumah rusak sedang dan Rp 10 juta/KK untuk rumah rusak,” kata Kepala BNPB  Pusat Willem Rampangilei, Rabu (15/8) saat berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Daerah Lombok Barat di Pos Komando tanggap darurat bencana (TDB) Lombok Barat Kecamatan Lingsar.

Williem didampingi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Sekda Lobar HM. Taufiq, Kepala BPBD Lobar HM. Najib, Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rahan Sahnan Putra, mantan Plt. Bupati Lobar HL. Saswadi, perwakilan dari SKPD lingkup Pemda Lobar dan  tokoh masyarakat HL. Mudjitahid.

Williem menambahkan,   bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk tabungan di salah satu bank pemerintah. Pengawasan akan dilakukan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota  yang sudah diterbitkan dalam SK Gubernur/Bupati/Walikota dibantu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) propinsi/kabupaten/kota. “Pemerintah juga akanmenyiapkan ketersediaan material semen, besi dan lainnya dan mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa.

Data yang diperoleh dari Sekretariat Posko Komando TDB Lombk Barat di kantor Camat Lingsar menyebutkan hingga Rabu (15/8/2018) ini tercatat sebanyak 40 orang korban meninggal dunia, luka berat 258 orang, luka ringan 695 orang.

Sedangkan yang terdampak gempa sebanyak 264.479 orang, mengungsi 216.693 orang. Rumah rusak berat 20.876 unit, rusak sedang 13.660, rusak ringan 17.733. Untuk pasilitas peribadatan 445 unit, pasilitas kesehatan 50 unit, pasilitas pendidikan 174 sekolah, jembatan 7 buah dan kios 294 unit. (her/Kominfo).

Jamaah Masjid BKN Pusat dan Majlis Ta’lim Khurftul Jannah Bekasi Bantu Korban Gempa Di Kecamatan Lingsar

Lingsar, Kominfo. Keluarga Besar Jamaah Masjid  Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat memberikan sumbangan bantuan sebesar Rp5.769.000 kepada korban gempa bumi di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Alumni Angkatan III Pendidikan Ilmu Kepegawaian BKN Pusat Marzuqi, SAP kepada Camat Lingsar Rusditas, S.Sos selaku koordinator Penanggulangan Bencana Kecamatan Lingsar di Kantor Camat Lingsar, Rabu (15/8/2018)

Marzuqi dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan dari Ketua Jamaah Masjid BKN Pusat berharap semoga bantuan ini dapat meringankan beban atas musibah yang menimpa korban gempa di  Kecamatan Lingsar.  “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi korban,”ungkapnya singkat

Sementara itu Camat Lingsar Rusditan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami selaku Pemerintah Kecamatan dalam rangka membantu warga yang terkena musibah gempa yang menimpa masyarakat kami. “Terimaksih, ini sangat berarti bagi kami untuk membantu warga kami yang terkena musibah,” ungkapnya.

Sesaat setelah menerima bantuan dari Jamaah Masjid BKN Pusat, Camat lingsar juga menerima bantuan dari Majelis Taklim Khurftul Jannah Bekasi sebesar Rp3.000.000.

Hal yang sama juga diucapkan Rusditah kepada Majlis Ta’lim Khurftul Jannah Bekasi  yang telah memberikan bantuan. “Semoga bantuan ini dapat dicatat sebagai amal ibadah jariah oleh Alloh SWT,” doanya. (Rasidi/Kominfo)

HARI RABU, HARI RAJIN MENABUNG

Giri Menang, Rabu 25 Juli 2018 – Secara nasional, pemerintah telah mencanangkan hari Rabu sebagai hari Rajin Menabung. Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sendiri, kegiatan Gebyar ini digelar dalam rangka menyambut hari jadi Bank NTB di Aula Kantor Bupati Lobar, Rabu (25/7/2018). Bekerja sama dengan sejumlah produk kemasan, kegiatan ini juga sekaligus memeriahkan hari Anak Nasional.

Pimpinan Bank NTB Cabang Gerung, Lalu Purnawan menyatakan, pencanangan gebyar hari Rebu atau hari Rajin Menabun, secara nasional telah dicanangkan oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla pada acara Pekan Finansial yang dimotori oleh Bank Indonesia.

“Untuk di Lombok Barat, Bank NTB Cabang Gerung sudah menjalankan program ini sejak Januari 2014 silam,” kata Purnawan.

Dia berharap, menabung akan menjadi sarana mendidik siswa agar berhemat. Karena kegiatan ini, pihak bank NTB menjemput ke sekolah-sekolah dari TK, SD, SMP, SMA/SMK yang ada di Kabupaten Lobar.

Dia merinci, jumlah sekolah yang sudah menabung sebanyak 118 sekolah. Dari jumlah ini, tercatat 20 ribu siswa yang telah menabung. Jumlahnya bervariasi. Ada sekolah yang menabung sampai Rp.1,5 Milyar.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada dewan guru yang sudah membantu jalannya program ini,” tegas Purnawan.

Di tempat yang sama, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid pun memberikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pula. Bupati yang kembali terpilih memimpin Lobar di periode berikutnya ini menyatakan, kegiatan ini sungguh memberikan keteladanan dan contoh, memotivasi bagi adik-adik untuk selalu membiasakan diri melakukan hal positif.

Kata dia, menabung sebenarnya sama dengan kegiatan lain yang bergantung pada kegiatan masa depan. Menabung ini lebih bersifat jangka panjang dan atisipatif.

“Kita sering melupakan kegiatan yang bersifat jangka panjang, tapi terbiasa dengan kegiatan jangka pendek,” sebutnya dihadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan seluruh sekolah serta murid yang memenangkan kategori hasil survey menabung oleh pihak Bank NTB.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadian bagi siswa-siswi penabung dengan nilai nominal terbanyak. Mereka sudah disiapkan hadiah sepeda, laptop, TV, AC. Demikian pula bagi hadirin sudah disiapkan door prize menarik. (LPA/humas)

FAUZAN TEKANKAN MAHASISWA PENTINGNYA KOORDINASI

Giri Menang, Jumat 20 Juli 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar), H.Fauzan Khalid masih belum bisa memfasilitasi sejumlah mahasiswa/i Universitas Mataram (Unram) yang akan menggelar sebuah kegiatan.

Pasalnya, para mahasiswa/i yang rencananya akan menggelar kemah berlabel Tekhnologi Pertanian dan Ekowisata di Desa Lingsar ini dirasa bupati belum melakukan koordinasi dengan leading sector terkait. Bupati meminta agar mereka berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata untuk mengetahui kebutuhan secara detail selama kegiatan.

Dalam menjalankan sebuah kegiatan, koordinasi menjadi sangat penting untuk memperoleh hasil yang maksimal. Kesuksesan koordinasi akan menciptakan keharmonisan dan keselarasan seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

“Silahkan berkoordinasi dulu dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata,” kata bupati saat menerima delapan orang mahasiswa/i di ruang kerjanya, Jum’at (20/7).

Bupati Fauzan Khalid sendiri semasa menimba ilmu Sastra Arab Kajian Timur Tengah di IAIN Yogyakarta dan S2 Ilmu Politik di UGM ini terkenal aktif di berbagai organisasi. Fauzan aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Pengurus Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Lombok (Foskomal), Keluarga Pelajar Mahasiswa Lombok (KPML) Yogyakarta dan lainnya.

Setelah berlangsungnya pertemuan, mereka juga diharapkan lebih banyak dialog, berkonsultasi dengan pihak pemerintah desa dan kecamatan dimana lokasi digelar. Dengan begitu, para mahasiswa dapat lebih banyak memperoleh informasi terkait kegiatan yang akan digelar.

Rencananya, kegiatan yang akan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/i se-Indonesia ini nantinya akan mempresentasekan tekhnologi yang ditemukan oleh masing-masing perwakilan. Namun bupati belum bisa memfasilitasi mereka, lantaran kehadirannya tidak disertai Kepala Desa (Kades) maupun instansi terkait.

“Silahkan adik-adik berkoordinasi dan berkonsultasi dulu dengan pihak OPD terkait,” perintahnya.

Usai pertemuan, secara terpisah, salah seorang dari tim mahasiswa menyatakan, kehadirannya, selain melaporkan rencana kegiatan, yang paling inti adalah memohon bantuan dana dari bupati.

“Yang penting kami sudah berusaha,” paparnya sembari memancarkan wajah kecewa. (LPA/humas)

1 2 3 4 28