GEDUNG BARU HARUS SEMANGAT BARU

Giri Menang, Minggu 11 Februari 2018 – Bertempat di area seluas 45 are, gedung dengan warna dominan putih itu nampak kokoh berdiri.

Berada persis di pinggir jalan bypass BIL dan berjarak dua ratus meter dari batas wilayah, seakan menjadi pengucap selamat datang bagi para tamu yang akan memasuki wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Gedung megah itu adalah Kantor Camat Kuripan yang penggunaan pertamanya ditandai dengan acara Tasyakkuran dan Launching Gunung Sasak sebagai destinasi wisata. Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid beserta seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah, para asisten dan Kepala SKPD, anggota DPRD, serta para Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Kuripan, Ahad (11/2).

Dijelaskan oleh Camat Kuripan H. L. Mohammad Hakam, S.STP, pembangunan kantor tersebut menelan biaya total keseluruhannya sekitar Rp. 6,5 milyar.
“3,7 milyar untuk pembebasan lahan, sisanya adalah untuk bangunan,” terangnya.

Lahan seluas 45 are ini sebagian nampak kosong karena baru bangunan induknya saja yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah dalam APBD 2017 lalu.

“Sisanya untuk bangunan pendukung, penataan halaman, dan tembok keliling kita usulkan di tahun anggaran ini,” tambah Haji Hakam.

Kantor ini pun sudah mulai dimanfaatkan oleh Hakam dan jajarannya, kecuali untuk pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan terpadu Paten. “Kita masih berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil karena terkait dengan peralatan dan jaringan. Untuk sementara (pelayanan itu, red) masih di Kantor lama, ” jelasnya dengan menambahkan bahwa kantor lama Camat Kuripan sedang diusulkan untuk dijadikan Markas Pos Polsek Kuripan sehingga pelayanan ke masyrakat terintegrasi dengan sektor keamanan.

Bupati Lombok Barat Haji Fauzan Khalid saat memberikan sambutan cukup gembira dengan kualitas dan tata ruang Kantor Camat ini. Namun Bupati yang beberapa hari mendatang akan cuti dalam rangka Pilkada Serentak 2018 ini berharap, bahwa gedung yang baru ini menjadi penyemangat bagi jajaran Kecamatan Kuripan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

“Gedung ini cuma bungkus. Cuma kulitnya saja. Yang terpenting itu isinya, yaitu pelayanan terbaik ke masyarakat, ” tegas Fauzan sebelum memukul gong sebagai tanda syukur dan launcing Gunung Sasak sebagai destinasi wisata alam dan olah raga.

Keberadaan gedung baru ini disambut gembira, baik oleh staff maupun masyarakat. Terutama karena lokasinya yang sangat tepat sebagai beranda wilayah Lombok Barat dari timur atau bandara udara, juga karena mampu menghidupkan suasana di sekitar wilayah yang sebelumnya sangat sepi itu. Apalagi bagi para pedangang yang berjualan sekitar pinggir jalan baypass BIL, maka keberadaan gedung pelayanan publik di dekatnya memberi gairah ekonomi buat mereka.

“Insya Allah jadi tambah ramai, ” ujar seorang pedagang kopi dan penyedia jasa tambal ban di jalan itu. (Humas Lombok Barat)

H. Fauzan Khalid Resmikan JEMBATAN IDOLA

Giri Menang, Senin 5 Februari 2018 – Masyarakat Desa Lembah Sempage kini bisa bergembira hati. Jembatan yang sudah lama dinantikan itu telah selesai pembangunannya dan diresmikan langsung oleh Bupati Lombok Barat (Lobar) H.Fauzan Khalid, Senin (5/2/2018).

Jembatan ini sendiri merupakan Jembatan Usaha Tani. Disebut demikian karena merupakan akses masyarakat satu-satunya yang menghubungkan kampung Pesorongan Jukung dengan wilayah hutan dan pertanian.

“Jembatan ini memang lama di nantikan masyarakat sebagai akses jalan untuk mengakut hasil kebun bukan kayu,” ujar Kepala Desa Lembah Sempage, Turmuzi.

Ia menambahkan, jembatan tersebut di biayai dari APBDes senilai Rp 161 juta dan dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, di tahun 2019 mendatang, dirinya kembali merencanakan pembangunan jembatan baru. Jembatan baru tersebut rencananya akan menjadi menopang jembatan yang ada. “Kita juga sekaligus akan perbaiki saluran tersier yang belum maksimal,” janjinya.

Sementara itu Bupati H. Fauzan Khalid menyampaikan rasa banggaannya kepada Desa Lembah Sempage yang dapat membangun jembatan sebagai akses jalan menuju hutan dan pertanian. “Jembatan ini bukti kebersamaan kita,” ujarnya.

Kegembiraan Bupati itu ditunjukkan dengan memberikan nama yang nyentrik bagi jembatan tersebut. Namanya jembatan idola. “Saya namai jembatan ini dengan nama jembatan idola, karena sudah lama jembatan ini diidolakan oleh masyarakat,” kata Bupati Fauzan.

Orang nomor satu di Lobar itu mengingatkan kepada seluruh desa agar mendesain dan lebih kreatif dalam membangun desanya. Lebih-lebih yang memiliki potensi seperti pariwisata.

“Silahkan kepala desa desain desanya menjadi desa wisata. Karena yang sudah masuk di Kementerian PDT ada tiga desa yaitu Sesaot, Buwun Sejati dan pakuan. Insyaallah dana dari Kementerian nilainya besar untuk jalan wisata dan kelompok masyarakat yang mendukung desa wisata itu,” pungkasnya. (anded/humas)

LOBAR PILIH KUALITAS

Giri Menang, Senin 29 Januari 2018 – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mengupayakan kebutuhan infrastruktur publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dari berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, perindustrian, perdagangan, pertanian, pariwisata dan lain sebagainya.

Tidak hanya infrastruktur pembangunan, sumber daya manusianya juga akan diberdayakan. Semuanya tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan kewirausahaan, menggairahkan investasi, mengembangkan sektor pariwisata, meningkatkan serapan tenaga kerja, meningkatkan ketahanan pangan daerah dan pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi.

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid dalam acara Peresmian Pemanfaatan Hasil Pembangunan Tahun Anggaran 2017 di halaman Puskesmas Suranadi Kecamatan Narmada, Senin (29/1/2018).

Selain pembangunan yang bersifat fisik, Pemkab Lobar juga memberi perhatian terhadap pembangunan yang bersifat non fisik dalam bentuk pembangunan manusia dan sistem seperti pemberdayaan masyarakat, reformasi birokrasi, penerapan teknologi informasi berbasis aplikasi, peningkatan kualitas tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tenaga penyuluh dan lain sebagainya.

“Keseluruhan pembangunan baik yang bersifat fisik maupun non fisik dimaksud, berjalan dengan baik dan tepat sasaran karena konsisten mengacu pada visi, misi, rencana strategis dan program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Saat ini pembangunan jalan akan lebih ditekankan pada aspek kualitasnya. Melalui kebijakan barunya, Pemkab Lobar membangun kualitas jalan dengan standar nasional atau provinsi.

“Jalan kami sudah mulai memperhatikan tidak dari kuantitas namun memperhatikan kualitasnya. Di tahun 2018 akan lebih banyak lagi jalan yang akan dibangun sehingga Pemerintah Pusat nantinya dapat menjadikan Lobar sebagai kabupaten percontohan di Indonesia karena kebijakan membangun jalan kabupaten dengan standar provinsi bahkan nasional. Dan Insya Allah anggaran kita ditambah tahun 2019 karena kebijakan itu,” ujar Fauzan.

Di akhir sambutannya, Fauzan mengajak tamu undangan dan masyarakat yang hadir untuk terus melanjutkan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat.

“Mari bangun Lombok Barat dengan bekerja keras, bekerja cerdas, dan terus melanjutkan tradisi prestasi dilandasi semangat satu hati dan kebersamaan demi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Ada sejumlah 691 paket hasil Pembangunan di Tahun 2017 yang diresmikan oleh Bupati H. Fauzan Khalid. Peresmian proyek tersebut terdiri dari 94 paket dari Dinas Pendidikan, 18 paket dari Dinas Kesehatan, 23 paket dari Dinas perdagangan, 61 dari Dinas Pertanian, 19 paket dari Dinas Pariwisata, dan 273 paket dari Dinas PUPR Lombok Barat. Seluruh proyek tersebut menelan anggaran Rp. 293 milliar lebih yang terdiri dari APBD, APBN dan bantuan Pemerintah Australia.

Peresmian Hasil Pembangunan ini sendiri dimaksudkan sebagai sarana informasi dan publikasi untuk masyarakat agar mengetahui perkembangan dan pembangunan di Lombok Barat.

Selain peresmian proyek juga dilakukan penandatangan kerjasama antara Pemkab Lobar melalui Dinas Kesehatan dengan BPJS untuk mempermudah pelayan kepada masyarakat yang belum memiliki BPJS yang berlaku di seluruh rumah sakit yang meliputi RSUD Provinsi NTB, RSUD Kota Mataram, RSJ Mutiara Sukma NTB dan Rumah Sakit Bhayangkara NTB. Kemudian kerjasama
dengan BPJS Kesehatan untuk jaminan kesehatan nasional, keikutsertaan jaminan kesehatan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Lobar dengan Lombok TV untuk pemanfaatan tower bersama dalam pelayaan informasi publik. Terakhir, kerjasama antara Pemkab Lobar dengan jaringan masyarakat sipil untuk mendorong semua desa menggunakan aplikasi yang dibuat kabupaten dan jaringan masyarakat sipil untuk pengelolaan administrasi dan keuangan desa.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada para wajib pajak di antaranya Sheraton Senggigi Beach Hotel, Sudamala Suites and Villa, Dream Estate Resort, PT. Narmada Awet Muda dan lainnya. Penghargaan juga diberikan kepada PT. Pelindo III Cabang Lembar, PT. Indocement Cabang Lembar, PT. BRI Cabang Mataram dan lainnya sebagai penerima penghargaan CSR.

Acara kemudian dilanjutkan dengan launching layanan Puskesmas Suranadi yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat, Hj. Khairatun Fauzan Khalid bersama Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Sumiatun didampingi bupati, sekda dan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat. (dedy/humas)

DUA TAHUN KEPEMIMPINAN, FAUZAN PERBESAR BELANJA INFRASTRUKTUR

Giri Menang, Senin 29 Januari 2018 – Tanggal 6 April 2018 nanti, genap sudah dua tahun H. Fauzan Khalid menjadi Bupati di Lombok Barat.

Dalam Tahun Anggaran 2017 lalu, ia membuktikan komitmennya membangun Lombok Barat tanpa meninggalkan masalah dan secara personal dan definitif mampu mengarahkannya menjadi lebih sistematis dan terarah sesuai dengan tuntutan RPJMD 2014-2019.

Tahun 2017 menjadi lebih berarti karena dua hal, dari aspek pembiayaan dan dari aspek pelaksanaan.

Dari pembiayaan, seluruh belanja pembangunan tahun 2017 itu tidak dibiayai dari hasil penjualan aset. Pemkab Lobar di bawah kepemimpinan Fauzan Khalid mampu mengoptimalkan pembiayaan dari Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan sebagai reward (hadiah) atas kinerja keuangan di tahun 2016.

Demikian pula dari aspek pelaksanaannya yang nyaris tanpa hambatan.

Dalam APBD 2017 lalu, tidak kurang dari Rp. 407 milyar lebih atau 23,23% anggaran terserap untuk Belanja Modal.

Angka tersebut meningkat tajam dari tahun sebelumnya yaitu Rp. 295 milyar lebih atau hanya 18% saja. Peningkatan itu tidak muncul dari penjualan aset, namun dari prestasi DID tadi. Anggaran itu relevan dengan peningkatan Total APBD dari Rp. 1,6 Trilyun di Tahun 2016 menjadi Rp. 1,7 Trilyun di Tahun 2017 itu.

Peningkatan Belanja Modal sebesar hampir 40% itu membuat pembangunan infrastruktur semakin menggeliat. Tidak kurang dari Rp. 293 milyar lebih dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pendidikan, olah raga, kesehatan, perdagangan, jalan/jembatan, irigasi dan sarana pertanian lainnya, dan pariwisata.

Dengan total 691 paket proyek konstruksi dan 1.732 paket barang/ jasa, Fauzan Khalid dalam tahun kepemimpinannya yang ke 2 telah mampu menjawab tantangan kebutuhan pembangunan masyarakat Lombok Barat.

Tidak kurang dari 66,5 Km jalan baru telah dibangun, 39,8 Km jalan ditingkatkan kualitasnya, dan 26,6 Km jalan yang mengalami pemeliharaan. Itu semua dalam rangka mengejar 70% lebih kemantapan jalan dalam RPJMD. Capaian itu diimbuhi dengan banyaknya jalan desa yang ditingkatkan statusnya menjadi jalan kabupaten.

Begitu pula di sektor pendidikan dan olah raga. Bangunan utama Gedung Olah Raga Gerung telah tuntas dikerjakan. Sebelas paket pekerjaan untuk menunjang efektivitas pendidikan dasar berupa Ruang Kelas Baru, laboratorium, pembangunan unit gedung baru, bahkan perumahan guru untuk SD terpencil di Buwun Mas.

Di sektor kesehatan, Fauzan Khalid menghadirkan dua Puskesmas Baru yang dibangun untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, utamanya di daerah terpencil. Pembangunan dua puskesmas itu diikuti dengan merekonstruksi satu Puskesmas dan 5 Puskesmas Pembantu.

Di sektor perdagangan dan Perindustrian, Fauzan Khalid telah berhasil membangun 11 Pasar dan 5 lapak Pusat Pedagang Kaki Lima (PKL).

Demikian juga dengan bidang pariwisata yang fokus untuk merevitalisasi beberapa tempat wisata, terbesar di area pandang Gunung Sasak.

Dari keseluruhan itu, sektor pertanian menjadi andalan Fauzan Khalid untuk menyentuh kebutuhan masyarakat paling bawah. Paling sedikit 61 paket proyek diarahkannya untuk menunjang sektor paling dominan di tengah masyarakatnya. Paket-paket itu berupa pembangunan DAM parit, embung, irigasi, dan kandang ternak.

Seluruh pembangunan infrastruktur itu dilengkapi lagi dengan proyek untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berupa pembangunan Kantor Inspektorat, kantor Dinas Kesehatan, Kantor Camat, dan lain sebagainya.

Pembangunan infrastruktur itu dilengkapi lagi dengan program pembinaan dan pemberdayaan ekonomi, pengembangan enterpeneurship dan reformasi birokrasi yang total bernilai lebih dari Rp. 50 milyar lebih.

Itu semua dihadirkan oleh Haji Fauzan Khalid menjelang genap dua tahun kepemimpinannya. Di dua tahun itu, ia telah membuktikan bahwa kebersamaan dan gotong royong antara dirinya dengan seluruh jajaran SKPD, Pemerintah Desa, dan masyarakat luas menjadi resep mujarab proses dan hasil yang didapatkannya di tahun 2017 dan menjelang Tahun Politik 2018.

“Saya dikelilingi oleh orang-orang hebat,” ujarnya di banyak kesempatan seakan menjadi ajakannya untuk terus “MEMBANGUN LOMBOK BARAT DENGAN KEBERSAMAAN DAN HATI”.

SELEKSI PEMAIN BERBAKAT, ATUMAL GELAR TURNAMEN SEPAKBOLA

Giri Menang, Minggu 28 Januari 2018 – Sebanyak 42 klub sepak bola se-Pulau Lombok mengikuti turnamen Atumal Cup 2018. Turnamen yang diselenggarakan oleh Angkatan Tunas Muda Lembuak (Atumal) Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat ini akan berlangsung hingga April 2018. Atumal sendiri sudah terbentuk sejak tahun 1965.

Turnamen ini digelar untuk menyeleksi pemain terbaik di Pulau Lombok, khususnya Kabupaten Lombok Barat.

“Kebetulan pada tahun ini kita juga mengikuti turnamen, baik itu liga nusantara sehingga pada kesempatan ini juga kita melakukan seleksi mencari pemain-pemain terbaik yang bisa mewakili Lombok Barat selaku pemain Perselobar baik itu pemain U21 dan U23,” jelas drg. Arbain Ishak Drg selaku ketua panitia sekaligus Koordinator Kesehatan KONI Lombok Barat.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang hadir dalam pembukaan turnamen sangat mengapresiasi niat baik Atumal selaku panitia penyelenggara. “Kalau kita lihat sejarahnya atumal ini cukup fenomenal dan sudah lama terbentuk. Atumal kembali dapat unjuk gigi bisa memberikan yang terbaik kepada Kabupaten Lombok Barat dengan mengadakan open turnamen sepak bola kembali,” katanya dalam pembukaan turnamen yang digelar di Lapangan Narmada, Minggu (28/1/2018).

Dirinya berharap agar pertandingan dapat berjalan lancar, aman, dan damai serta para pemain dapat menunjukkan sportivitasnya di dalam pertadingan.

“Juara itu nomor dua yang pertama itu sportivitas. Tidak ada artinya juara kalau di dalam pertandingan dinodai nilai-nilai sportivitas yang merupakan nilai paling penting dari setiap cabang olahraga. Dari itu saya mengatakan sportivitas paling tinggi,” tegasnya.

Pada laga perdana Atumal Cup sore itu diawali dengan duel seru antara PS Garuda Muda Narmada menghadapi PS Batu Kute. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh PS Batu Kute dengan skor telak 2-0.

Hadir pada kesempatan itu, Asisten III Setda Lombok Barat H. Fatturahim, Camat Narmada H. Saefudin Farid, Kasat Pol PP Lobar Mahnan, Kepala Inspektorat H. Rachmat Agus Hidayat dan beberapa kepala SKPD lainnya serta Wakapolsek Narmada dan Kepala Desa se-Kecamatan Narmada. (andy/humas)

BUWUN SEJATI, DESA WISATA SEKALIGUS BUKTI TOLERANSI BERAGAMA DI LOMBOK

Giri Menang, Sabtu 27 Januari 2018 – Sejak dicanangkan sebagai Kampung Kreatif dengan unggulan wisata hutan pada awal tahun 2017 lalu, Desa Sesaot, Desa Pakuan dan Desa Buwun Sejati yang secara bersama-sama disebut sebagai Desa Sekawan Sejati terus berinovasi meningkatkan daya tariknya.

Salah satu desa yakni Desa Buwun Sejati secara resmi mengenalkan konsep Desa Wisata kepada masyarakat. Desa Wisata secara resmi dilaunching oleh Wakil Gubernur NTB H. Moh. Amien bersama Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, Sabtu (27/1/2018). Acara juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi, Kepala Balai Kemasan NTB, tokoh agama dan masyarakat setempat.

Desa Buwun Sejati terdiri dari lima dusun, di mana tiap dusun memiliki potensi masing-masing. Ada poteni seni budaya, kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Selain dapat menikmati keindahan alam dan budaya Lombok, di sini para wisatawan juga dapat menyaksikan wujud toleransi beragama yang dijalankan oleh para warganya.

Konsep Desa Wisata di Desa Buwun Sejati tercetus dari sang Kepala Desa, Bambang Kurdi Sartono. Potensi yang beragam dan melimpah di desanya membuatnya optimis desa yang dipimpinnya dapat berkembang.

“Desa Buwun Sejati memang kaya potensi. Saya yakin desa ini akan maju dan berkembang jika dibangun dengan kebersamaan dan semangat,” ujar Bambang.

Dalam sambutannya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyatakan keseriusannya menjadikan industri pariwisata sebagai produk terdepan di wilayahnya. Secara bertahap pembenahan dan inovasi terus dilakukan. Ia juga menekankan agar potensi lokal untuk kebutuhan wisatawan terus ditingkatkan.

“Kebutuhan wisatawan harus disiapkan 50 persennya dari potensi lokal sebagai penunjang dan daya tarik wisatawan, seperti fasilitas pendukung, kuliner dan kebutuhan lain agar wisatawan betah untuk berlibur,” tegas bupati.

Selain Buwun Sejati, bupati rencananya juga akan melaunching Gunung Sasak sebagai destinasi wisata alam yang baru di Lombok Barat. “Sebentar lagi Gunung Sasak kita launching dan akan kita bangun rukyatul hilal di atasnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H. Moh. Amien berharap agar Desa Wisata dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB. Senada dengan bupati, Amien meminta seluruh desa agar dapat lebih inovatif untuk mengembangkan sumber daya alam, pertanian, budaya serta menyiapkan kebutuhan wisatawan.

“Silahkan kembangkan potensi yang ada dengan tetap menjaga nilai budaya keagamaan,” pungkas Amien.

Usai acara seremonial, para tamu undangan bersama masyarakat menikmati hidangan khas Lombok seperti pelecing kangkung, urap, beberuk dan lainnya. Bahkan, para wisatawan asing yang juga hadir tampak lahap menikmati hidangan yang disajikan dengan cara begibung.

Begibung merupakan tradisi makan bersama dengan menikmati sajian dalam sebuah wadah/nampan berisi nasi, lauk pauk, baik oleh tiga atau empat orang. Tidak sekedar makan bersama, dalam tradisi Begibung ini terkandung banyak makna, di antaranya berbagi kebersamaan, susah-senang, manis-pahit yang semuanya dirasakan bersama. (dedy/humas)

1.495 KELOMPOK TANI LOBAR TERIMA SERTIFIKAT

Giri Menang, Senin 22 Januari 2018 – Sebanyak 1.495 kelompok tani menerima sertifikat registrasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Penyerahan sertifikat diberikan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid kepada perwakilan kelompok tani dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di masing-masing kecamatan.

Kelompok tani yang menerima sertifikat di antaranya kelompok petani pangan, holtikultura, kelompok ternak dan kelompok petani perkebunan.

Penyerahan dilakukan di Becingah Agung Kantor Bupati Lobar di Giri Menang Gerung, Senin (22/1/2018).

Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Muhur menjelaskan, dengan bergabungnya Badan Penyuluh ke Dinas Pertanian maka pembaharuan data kelompok petani menjadi penting.

Sertifikat registrasi ini sendiri menjadi dasar kelembagaan bagi para kelompok tani. Dengan begitu kelompok tani yang sudah teregistrasi dipastikan akan mendapat prioritas dari program Pemerintah, termasuk keikutsertaan sebagai peserta BPJS.

“Dengan banyaknya kelompok tani yang tumbuh maka ke depan harus terus diupdate,” kata Muhur.

Dalam kesempatan itu, Bupati H. Fauzan Khalid mengaku bangga dan sangat mengapresiasi kedatangan 4.000 lebih petani dalam acara tersebut.

Di mata bupati, petani merupakan salah satu sosok yang mulia. Bahkan, keberadaan petani menjadi penting bagi perkembangan industri pariwisata di Lombok Barat.

“Wisatawan datang berkunjung pasti mencari makan. Itu semua tidak terlepas dari hasil karya dan perjuangan petani. Petanilah yang paling mulia pekerjaannya karena banyak memberikan kontribusi untuk tubuh dan pertumbuhan manusia. Karena apa yang kita makan merupakan hasil petani. Selain itu, petani Lombok Barat juga diharapkan mampu sebagai penyumbang lumbung pangan nasional,” ujar mantan Ketua KPU NTB saat memberikan sambutan.

Dikatakan Fauzan, petani menjadi salah satu penyumbang kemiskinan di Lombok Barat. Hal itu sesuai dengan jumlah penduduk Lombok Barat yang mayoritas petani.

“Untuk meminalisir kemiskinan ini petani harus punya kelompok. Dengan kebersamaan semua hal akan mudah,” katanya.

Berikut perwakilan Kelompok Tani masing-masing kecamatan yang menerima sertifikat :
1. Kelompok Tani Ingin maju Kecamatan Kuripan
2. Kelompok Tani Karya Tani Kecamatan Kediri
3. Kelompok Tani Lembu Sari Narmada
4. Keompok Tani Tunas Mekar Kecamatan Lingsar
5. Kelompok Tani Sumber Sari Kecamatan Lembar
6. Kelompok Tani Bengkaung Berkarya Kecamatan Batulayar
7. Kelompok Tani Beriuk Maju Kecamatan labuapi
8. Kelompok Tani Karya Tani Kecamatan Kediri
9. Kelompok Tani Aneka Tani Gerung
10. Kelompok Tani Terus Berpacu Kecamatan Sekotong
(dedy/humas)

Lombok Barat Menuju 100-0-100

Giri Menang, Senin 15 Januari 2018 – Lombok Barat menggeliat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air minum dan akses sanitasi. Hal tersebut ditegaskan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat meresmikan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahap III tahun 2018 yang dipusatkan di Dusun Golong Desa Golong Kecamatan Narmada, Senin (15/1/2018).

“Kita mendukung penuh program Nawacita Jokowi yang dikenal dengan 100-0-100. 100 persen masyarakat bisa mengakses air bersih, 0 persen mereka buang air besar sembarangan, dan 100 persen bisa mengakses sanitasi,” ujar Bupati sambil menegaskan walau sulit namun ia optimis karena 45 persen sudah tercakup.

Program ini sendiri berjalan sangat baik untuk mendukung sektor penanggulangan kemiskinan. Hal tersebut ditegaskan juga oleh Kepala Bappeda Lobar H. Baehaqi yang menyatakan bahwa program ini bisa menjadi jalan keluar dari problem kemiskinan.

“Kemiskinan makanan kan sudah tertangani, Gini Rasio kita sudah mengecil. Saat ini kita juga fokus dengan kemiskinan non makanan, salah satunya soal sanitasi,” ujar Baehaqi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Golong, H. Zainuddin sendiri mengakui bahwa dengan Pamsimas itu, 80 persen warga di dusunnya bisa tercakup dan bisa mengalir ke dusun-dusun lainnya yang belum berjaringan air bersih.

Hal senada juga diakui oleh Kepala Desa Mareje Lembar. “Kondisi desa kami selalu kesulitan air bersih. Dengan program ini, kami optimis kesulitan air bersih yang selalu jadi masalah setiap tahun bisa teratasi,” ujarnya berbinar.

Fauzan sendiri merasa bangga dengan capaian desa-desa yang menjadi sasaran di tahun 2017.

“Di tengah isyu korupsi yang ada, Pamsimas di Lombok Barat bisa menunjukkan komitmennya. Saya salut dengan para Kepala Desa,” tambah Fauzan sambil menuturkan artikel yang ia baca tentang program pemberdayaan masyarakat ini.
Tahun 2017 lalu, Pamsimas menyasar 15 desa dengan total nilai proyek sebesar Rp. 3,7 milyar lebih. Di tahun 2018 ini, Pemkab Lobar mampu memperluas area cakupan menjadi 31 desa dengan total biaya sebesar Rp. 7,7 milyar lebih.

Dengan jumlah desa yang ada, maka Pemkab Lobar semakin optimis di tahun 2020 nanti 100 persen desa-desa di Lombok Barat mampu mencapai 100-0-100.

Pamsimas menjadi program andalan Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMN 2005-2019. Sesuai amanat RPJM 2005-2019 ditetapkan bahwa di tahun 2019, Indonesia dapat menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Program Pamsimas telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Pasimas I dilaksanakan pada tahun 2008 sampai tahun 2012 di 110 Kabupaten/Kota dari 15 Provinsi dan program Pamsimas II dilaksanakan pada tahun 2013 sampai dengan 2016. (humas)

1 2 3 4 25