Jelang WSBK, Bupati Lombok Barat Lakukan Langkah Ekstra Untuk Percepatan Vaksinasi

Diskominfotik, Gerung- Tiga Pekan jelang pelaksanaan even Balap motor tingkat dunia atau world Superbike, Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, terus mengejar capaian Gerebek vaksin tuntas di Kabupaten Lombok Barat. Bupati Fauzan ingin agar target 70 persen dapat tuntas hingga akhir Oktober 2021 ini. Hal tersebut disampaikan Bupati Fauzan Jumat, 29 Oktober 2021 di Giri Menang Gerung.

Menurut Bupati dua periode ini, capaian vaksinasi hingga 70 persen menjadi salah satu syarat pelaksanaan World Superbike di Mandalika. Karenanya ia bersama tim gugus tugas terus melakukan percepatan vaksinasi di Lombok Barat. Hal ini mengingat Lombok Barat menjadi daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan mandalika dan Lombok Barat menjadi salah satu pintu masuk wisatawan ke Nusa Tenggara Barat. “Kita terus percepat vaksinasi di Lombok Barat agar dapat mencapai 70 persen. Berbagai startegi kita lakukan untuk mencapai target tersebut” ujarnya.

Untuk mengejar target ini Pemkab Lombok Barat telah menerapkan Perpres no 14 tahun 2021 pasal 13 a yang sangat tegas memberikan sanksi terhadap masyarakat yang menjadi sasaran vaksin namun menolak untuk di vaksin. Pemkab Lombok Barat menunda dan menghentikan bantuan sosial dan jaminan sosial serta pelayanan administrasi pemerintahan bagi masyarakat yang tidak mau divaksin. Hal ini dilakukan sebagai startegi vaksinasi di Lombok Barat untuk mengejar terget 70 persen. Selain itu Bupati Fauzan juga telah mengeluarkan kebijakan tegas akan menunda pencairan ADD/DD bagi kepala Desa yang tidak serius mengawal pelaksanaan vaksinasi di Desanya. “Selain penundaan pencairan DD/ADD untuk kepala desa, kita juga akan menunda pencairan gaji bagi kepala dusun yang tidak serius mengawal vaksinasi ini. Hal ini sebagai strategi kami untuk mencapai herd immunity” ujarnya.

Bupati Fauzan mengatakan percepatan vaksinasi ini dilakukan agar tercipta Herd Immunity di Lombok Barat sehingga masyarakat menjadi sehat. Dengan terciptanya Herd Immunity kegiatan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kami ingin agar kesehatan masyarakat terjamin sehingga kita lakukan percepatan vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity sehingga aktivitas pariwisata, perdagangan, pertanian dan lainya dapat berjalan dengan normal kembali” ujarnya.

Sesuai dengan data di www.satudata.lombokbaratkab.go.id, hingga Jumat petang, 29 Oktober 2021, Jumlah masyarakat yang telah di vaksin dalam kegiatan gerebek vaksin tuntas mencapai 344.604 orang untuk vaksin 1 dan 105.853 untuk vaksin 2 atau mencapai 65 persen untuk vaksin 1. Pemkab Lombok Barat telah mengerahkan 150 tim tenaga kesehatan dan administrasi yang tersebar di semua kecamatan untuk melakukan percepatan vaksinasi. (Diksominfotik/Rif)

Wakil Bupati Lombok Barat : Semua Pihak Harus Kerjasama Untuk Tangani HIV/AIDS

Gerung, Diskominfotik. Rapat Koordinasi Pencegahan HIV/AIDS dilaksanakan di ruang rapat Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat, rabu (27/10/2021). Dalam rapat yang berlangsung dengan lancar ini juga disertai Penandatanganan Komitmen Bersama (MOU) tentang pemeriksaan kesehatan calon pengantin antara Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun, Kepala Dinas Kesehatan Drg. Hj. Ni Made Ambaryati, Kepala Kantor Kementrian Agama Lombok Barat H. H.Jalalussayuhti, Komisi Perlindungan (KPA) AIDS Moh. Junaidi, Kepala Dinas P2KBP3A Ramdan Hariyanto, Kadis Dukcapil Drs. M. Hendrayadi  dan Forkopimda Lingkup Lombok Barat.

Kegiatan diawali dengan pelaporan mengenai kondisi HIV/AIDS saat ini di Lombok Barat oleh Sekretaris KPA Lombok Barat ialah untuk temuan kasus, data komulatif dari tahun 2008 s/d tahun 2020 yaitu kasus HIV   227 orang dan AIDS 152 orang. Apabila dibandingkan kasus se-Provinsi NTB maka Kab. Lobar  termasuk urutan ke-2 setelah Kota Mataram.  “Sedangkan temuan kasus baru HIV/AIDS di tahun 2021 sampai bulan September  yaitu HIV 22 orang dan AIDS  11 orang, meninggal 1 orang (lebih tinggi dari kasus tahun sebelumnya). VCT mobile telah dilaksanakan di kawasan wisata Senggigi  ditemukan kasus HIV 2 orang dan syphilis 4 orang.” Tambahnya.

Dalam sambutan rapat pembukaannya Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun sekaligus Ketua Pelaksana KPA Lobar mengatakan, Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2021 merupakan  kegiatan yang sangat penting dalam rangka mengevaluasi dan mengkoordinasikan sejauh mana tahapam yang telah dan akan dilaksanakan dalam pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Barat. “Saya tekankan bahwa kegiatan seperti ini tidak semestinya berhenti pada rakor belaka tetapi harus memiliki tindak lanjut dalam wujud aksi nyata.” Tegasnya.

Hj. Sumiatun mengingatkan dengan HIV/AIDS yang dulu pernah menggemparkan dunia dan bahkan masih menjadi hal yang menakutkan hingga saat ini. Ia juga menjelaskan bahwa HIV adalah virus yang menyebabkan terjadinya infeksi, sedangkan AIDS adalah sindromnya. Jika seseorang terinfeksi dengan HIV ia akan mengalami sindrom AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrom) yang menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun tubuh. “Terkait Penanganan HIV adalah termasuk dalam satu standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Artinya tugas ini tidak hanya melekat pada tugas Dinas Kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab bersama karena terkait dengan perilaku. Contohnya ialah Dinas Dikbud mengajarkan sejak dini berperilaku sehat dan berbudi pekerti yang baik serta menambahkan materi mengenai HIV/AIDS pada kurikulum pelajaran. Demikian juga dengan dinas/instansi terkait lainnya agar memberikan edukasi dan informasi melalui sosialisasi tentang HIV/AIDS. Dengan kata lain, persoalan HIV/AIDS ini adalah tanggung jawab kita bersama.” Jelasnya.

Ketua Pelaksana KPA menyebutkan cara penanggulangan HIV/AIDS ialah S.T.O.P  yaitu Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan pengobatannya.  “Dengan kebersamaan, dengan sinergitas dan gerak bersama, maka saya yakin apa yang menjadi target 2030 sebagaimana tertuang dalam roadmap pengendalian HIV/AIDS, yaitu menuju “THREE ZERO” di tahun 2030 dengan terwujudnya: Zero Infeksi Baru HIV, Zero Diskriminasi dan Zero Meninggal Karena HIV/AIDS,” Lanjutnya.  (Diskominfotik/Dhea/Ria).

Bupati Fauzan Terima Perwakilan Mahasiswa Buddhis dan Hindu

Gerung, Diskominfotik. Setelah Menerima kunjungan Mahasiwa Muhammadiyah, PMII dan Pemuda NW beberapa waktu lalu, Bupati Lombok Barat Kembali dikunjungi oleh Perwakilan Mahasiswa. Kali ini Bupati dua Periode tersebut dikunjungi oleh perwakilan Mahasiswa budha dan Hindu yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Buddhis (Hikmahbudhi) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indoensia (KMHDI). Peretmuan yang berlangsung dalam suasan akrab ini dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Selasa 26/10/2021.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Lombok Barat yang juga pernah aktif dalam pergerakan mahasiswa saat kuliah dulu menerima kedatangan perwakilan mahasiswa dengan sangat terbuka. Dalam pertemuan tersebut disampaikan tentang rencana para mahasiswa menyelenggarakan Rapat kerja Nasional (Rakernas) Mahasiswa Buddhis se Indonesia yang ke-12. Kegiatan ini menurut perwakilan mahasiswa Buddhis rencananya akan dilaksanakan tanggal 29 hingga 31 Oktober 2021 di Kantor Gubernur NTB. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa peserta Rakernas ini berasal dari semua wilayah di Indoensia.  Para mahasiswa berharap agar Bupati Lombok Barat dapat memberikan dukungan dalam pelaksanaan rakernas tersebut.

Menanggapi hal Tersebut Bupati dua Periode ini mengatakan bahwa Kegiatan Rakernas yang diselenggarakan oleh mahasiswa Buddhis seluruh Indoensia di Wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan sesuatu yang positif. Karena rakernas ini tentu dihajatkan untuk kemajuan bangsa dan Negara serta penguatan organisasi Hikmahbudhi. Ia berharap agar rakernas ini dapat berjalan dengan baik dan lancer serta dapat menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang progresif yang dapat memajukan bangsa dan Negara. “Semoga kegiatan Rakernas tersebut dapat berjalan dengan baik dan lnacar serta  dapat memberikan hasil dan masukan yang positif bagi bangsa dan Negara” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Fauzan juga menyampaikan bahwa pihaknya tentu akan memberikan dukungan pada kegiatan-kegiatan mahasiswa. Sebab mahasiswa merupakan aktor penting dalam pembangunan daerah. Pihaknya akan memberikan dukungan dan bantuan semaksimal mungkin kepada para mahasiswa.  Apalagi pertemuan tersebut ditujukan untuk memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan. “Tentu kami akan dengan senang hati membantu para mahasiswa yang akan menyelenggarakan Rakernas di Nusa Tenggara Barat” ujarnya.  Kegiatan ini dihadiri Oleh Bupati Lombok Barat yang didampingi oleh Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto dan Kepala Bagian Protokol dan komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Lombok Barat.  (Diskominfotik/Ria/Dhea).

Bupati Fauzan Silaturahim ke Yayasan Yatim Piatu Panti Asuhan Nurul Qur’an Desa Bengkel

Labuapi, Diskominfotik – Bupati bersama Kepala Dinas PDK, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Anggota Dewan Kabupaten Lombok Barat H. Ahmad Zainuri melakukan silaturahim ke Panti Asuhan Nurul Qur’an di Desa Bengkel Kecamatan Labuapi, Senin (25/10/2021). Turut hadir Camat Labuapi, Kepala Desa Bengkel, Kepala Dusun se-Desa Bengkel bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Silaturahim dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan bantuan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid secara simbolis kepada anak anak-anak di Panti Asuhan Nurul Qur’an.  Adapun jumlah anak asuhan di Panti totalnya sebanyak 74 orang termasuk 2 anak yang belum sekolah, SD sebanyak 8 orang, SMP sebanyak 49 orang, SMA sebanyak 13 orang dan Mudabbir sebanyak 2 orang.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam sambutannya memberikan motivasi kepada anak-anak di Panti Asuhan Nurul Qur’an ” Yang harus kita lakukan adalah harus mensyukuri apa yang di takdirkan oleh  tuhan yang maha kuasa dan berusaha memanfaatkan itu, berjuang untuk bisa bertahan dan bahkan berjuang untuk bisa bermanfaat bagi saudara, keluarga dan masyarakat. Kita harus terus semangat dan apa yang kita dapatkan kedepan ini tergantung usaha kita sekarang, sejauh mana kita berusaha itulah yang akan kita dapatkan.”

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Qur’an Ustadz Mahsun Karim menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bupati Lombok Barat Ke Panti Asuhan Nurul Qur’an. (Diskominfotik/ Fiyan/Feri)

Bupati Fauzan : Jelang WSBK dan Moto GP UMKM Lobar Harus Berkolaborasi dan Manfaatkan Program Bussines Development Services (BDS) Berugaq Matim

Gerung, Diskominfotik. Menyambut pelaksanaan sejumlah even Berskala Nasional dan Internasional yang akan diselenggarakan di Pulau Lombok, Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam waktu dekat ini, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meminta UMKM Lombok Barat dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak.  Menurut Bupati Fauzan hal ini sangat diperlukan agar UMKM memiliki peran penting dalam pelaksanaan even-even berskala besar tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Fauzan dalam persemian “Berugak Matim” yang dilaksanakan secara daring Jumat, 22/10/2021 di Ruang Rapat Jayengrana, Giri Menang Gerung.

Bekerjasama dengan KPP (Kantor Pelayana Pajak) Mataram Timur, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat meresmikan” Berugaq Matim” yang merupakan bagian dari Bussines Development Services sebagai  tempat konsultasi bagi UMKM dan wajib pajak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Sekretaris Daerah H. Baehaqi, Asisten Daerah ll Rusditah, Kepala OPD, Ketua TP-PKK Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, Ketua DWP Hj. Nurhikmah, serta Kanwil DJP Nusa Tenggara Moch.Taufiq, Kepala KPP Pratama Mataram Timur Iteng Warih Patriati yang mengikuti secara virtual serta 10 pelaku usaha UMKM yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat.

Dalam pengarahannya saat acara Bupati Fauzan mengatakan UMKM bahkan IKM membutuhkan kerjasama semua pihak. Hal ini karena UMKM tidak hanya butuh satu hal, melainkan banyak hal seperti permodalan, keahlian, pengetahuan tentang kesehatan, pengemasan serta publikasi dan pemasaran dari hasil produksi UMKM. “Kerjasama ini akan semakin dibutuhkan karena adanya pandemi COVID-19 ini dan Lombok Barat sendiri memiliki industri utama yaitu pariwisata yang dimana merupakan yang mensupport UMKM-UMKM dan sangat berdampak karena pandemi ini.” Jelasnya.

Bupati Lombok Barat juga mengatakan bahwa mengingat akan ada banyaknya event-event mendatang merupakan sebuah kesempatan untuk meningkatkan peran UMKM. Melalui even-even berskala internasional seperti WSBK dan Moto GP serta even lainnya UMKM harus bergerak cepat agar even-even tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi UMKM.  “Berbagai even akan digekar dan tentu kita berharap agar UMKM dapat bergerak cepat untuk menyambut even- even tersebut sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi UMKM” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Fauzan juga mengapresiasi “Berugaq Matim” yang merupakan Bussines Development Services yang diluncurkan oleh KPP Mataram Timur. Hal ini sebagai terobosan dan sangat membantu bagi pelaku UMKM di Lombok Barat. Ia berharap hal ini dapat memudahkan UMKM dalam melakukan konsultasi terkait dengan perpajakan dan sebagainya. Sehingga UMKM Lombok Barat dapat maju dan berkembang. “Alhamdulillah ada terobosan dari KPP Mataram Timur yaitu Berugaq matim, info yang sungguh sangat luar biasa karena mengandung bahasa daerah, budaya serta simbol berugaq yang dimana sering digunakan sebagai tempat kumpul-kumpul atau silaturahmi oleh masyarakat Lombok. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program ini. Mari untuk UMKM manfaatkan program Bussines Development Services “Berugaq Matim” agar UMKM dapat maju dan berkembang.” Lanjutnya.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mataram Timur Iteng Warih Patriati Dalam arahan dan overview singkatnya menjelaskan bahwa, sejak pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan d berlakukannya PSBB pada April  2020, maka sektor yang paling terdampak adalah sektor pariwisata Dan UMKM, yang dimana banyak usaha-usaha yang terhenti akibatnya terjadi PHK di berbagai perusahaan maupun usaha lainnya.  Sehingga dengan keadaan seperti itu maka pemerintah yaitu Direktorat Jenderal Pajak memberikan berbagai kebijakan yang diberikan kepada wajib Pajak yaitu layanan secara online dan insentif pajak dalam rangka mensukseskan pemulihan ekonomi nasional dimana sektor UMKM memiliki peran penting di Indonesia karena memiliki kemampuan daya saing UMKM dan peningkatan kemampuan yang diperlukan seperti strategi pembinaan.  “Pemerintah Kabupaten Lombok Barat beserta KPP Mataram Timur  bersama mitra meluncurkan program yaitu “Berugaq Matim” yang mana melalui program BDS (Bussines Development Services) yang dalam hal ini membina UMKM yang bergerak di bidang produk olahan makanan, fashion dan sebagainya melalui digital Marketing. Dengan program ini diharapkan UMKM bisa lebih maju dan berdayasaing” ujarnya

Kegiatan diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada tiga besar UMKM terbaik serta UMKM terfavorite. Untuk juara 3 UMKM terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Gerung, juara 2 UMKM terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Labuapi dan juara 1 UMKM terbaik dimenangkan oleh Kecamatan Kediri, sedangkan UMKM terfavorite berdasarkan jumlah like yang ada di website Berugaqmatim.info adalah Kecamatan Batulayar. (Diskominfotik/Ria/Dhea).

Pandemi Covid19 Mulai Melandai, BPK RI Ajak Pemerintah Daerah Membangun Kembali Indoensia

Pandemi Covid19 telah menyebabkan hampir semua sektor kehidupan manusia menjadi lumpuh. Serangan virus covid19 ini sangat berpengaruh pada sektor ekonomi dan pembangunan. Ditengah kasus covid19 yang mulai melandai Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indoensia (BPK RI) mengajak dan memberikan inspirasi kepada Pemrintah Daerah untuk membangun Kembali pasca covid19. Kegiatan ini salah satunya ditandai dengan peluncuran Buku Pendapat (Strategic Foresight) BPK Membangun Kembali Indonesia Dari Pandemi Skenario, Peluang dan Tantangan Pemerintah yang tangguh.

Kegiatan Grand Launching ini dilaksanakan secara Daring via zoom meeting, kamis 21/10/21 langsung dari Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah se Indoensia. Sementara untuk kBaupaten Lombok Barat dilaksanakan di Raung Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh Asisten Daerah III H. Ilham bersama jajaran Pemda Lombok Barat. Dalam kesempatan tersebut H. Ilham mengikuti Grand Launcing tersebut dengan serius sebab materi yang disampaikan langsung oleh Ketua BPK RI DR. Agung Firman Sampurna angat penting dalam rangka membangunan Indoensia dari Covid19. Hal ini menurutnya dapat menjadi acuan bagi Pamerintah Daerah dalam membangun daerah sehingga dapat melihat peluang dan tantangan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Selain itu hal tersebut dapat memberikan skenario-skenario pembangunan yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Dalam Pemaparanya Ketua BPK RI, Dr. Agung Firman Sampurna mengatakan BPK mempunyai fungsi yang penting dalam mengawal pembangunan dengan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Hal ini tentu juga menjadi salah satu fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Negara. “Peran BPK ini menjadi penting untuk mengawal keuangan Negara agar pemakian dan penggunaannya sesuai dengan aturan yang berlaku dan mencegah terjadinya penyalahgunaan keuangan Negara”ujarnya. Dalam kesempatan ini ia juga mengatakan bahwa Pemrintah Daerah harus memiliki grand desain pembangunan daerah dari covid19. Hal ini oenting agar Pemerintah Daerah memiliki proyeksi pembangunan baik dari segi skenarior, tantangan dan peluang. Selain melakukan grand Launching Buku Membangun Kembali Indonesia dari Covid19, dalam kesempatan ini juga dilakukan Launching website BPK sebagai sarana komunikasi, publikasi dan pemantauan dari hasil-hasil pemantauan BPK. (Diskominfotik/Windi/Pian)

Bupati Lombok Barat Apresiasi Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan Nasional

Gerung, Diskominfotik. Panitia Pelaksanaan Hari Pahlawan TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid Berkunjung Ke Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan Tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat yang didampingi oleh, Asisten l Agus Gunawan Dan Kadis Dispora Ma’ad Adnan Di ruang kerja Bupati Kamis (21/10/2021).

Kunjungan Panitia Peringatan Hari Pahlawan ini bertujuan untuk meminta izin kepada Pemerintah kabupaten Lombok Barat untuk menggelar Hizban di wilayah Lombok Barat. Mereka menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan Hiziban ini sudah dilakasanakan di salah satu pondok pesantren yang Ada di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 mendatang.

Perwakilan Pemuda NW menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut hari Pahlawan mereka telah melaksanakan sejumlah agenda dan kegiatan sejak 3 Oktober 2021 lalu. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya berupa perlombaan dan kegiatan lainnya. Sementara itu kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain adalah  Baca Qur’an ,hiziban ,zikiran dan bedah buku Pahlawan nasional NTB dan sebagai acara Puncak pada tanggal 10 November akan dilaksanakan Apel di Pondok Pesantren Anjani Lombok Timur.

Menanggapi Hal Tersebut Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengapresiasi kegiatan panitia Dan Pemuda NW dalam hal memperingati Hari Pahlawan Nasional NTB TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Menurutnya hal ini sangat penting karena TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid merupakan tokoh besar dan Pahlawan yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat. Karenanya pihaknya menyambut baik rencana panitia untuk menggelar kegiatan Hiziban di Wilayah Lombok Barat. Menurutnya Hiziban ini merupakan kegiatan positif dan merupakan syiar islam. “kegiatan hiziban ini adalah bentuk syiar kita sebagai umat Muslim dan menghormati Pahlawan Nasional Nusa Tenggara Barat, sehingga kegiatan ini bernilai positif” ungakpnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Fauzan memberikan sejumlah alternatif sebagai lokasi pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di bencingah atau di taman kota gerung. Namun ia berpesan agar pelaksanaan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. (Diskominfotik/Ria/Dhea).

Paripurna DPRD Sahkan Raperda Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2019-2024 menjadi Perda

Gerung, Diskominfotik- Setelah melalui rangakian pembahasan di tingkat Gabungan Komisi DPRD, Raperda Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2019-224 akhirnya disahkan dalam Sidang Paripurna DPRD Lombok Barat Senin, 18 Oktober 2021. Sidang Paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPRD Lombok Barat tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat,  Ketua DPRD Hj. Nurhidayah, Wakil Ketua H. Nurul Adha,Ahmad Suparman,Anggota DPRD, Sekretaris Daerah DR. H Baehaqi, Asisten lll H. ilham, dan sejumlah Kerapa OPD Lingkup Pemerintah kabupaten Lombok Barat.

Setelah dilakukan penandatangan Nota Kesepakatan, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Daerah atas pengesahan Raperda RPJMD 2019-2024 menjadi Perda. Dalam sambutannya di hadapan pimpinan dan Anggota DPRD, Bupati Fauzan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan DPRD dan semua anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan secara intensif terhadap raperda ini. Menurutnya sinergi yang baik antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Lombok Barat. Banyak saran, masukan serta pemikiran yang disampaikan dalam pembahasan Raperda ini menjadi energy positif dalam membangun Lombok Barat.

Bupati Fauzan mengatakan bahwa Raperda Perubahan RPJMD 2019-2024 ini menjadi arah dan kompas dalam melaksanakan pembangunan. Dengan disahkannya Raperda ini tentu pembangunan Lombok Barat diharapkan semakin maju dan cepat. Ia berharap legislatif dan ekeskutif bisa bekerjasama dengan harmonis dalam membangun Lombok Barat. Ia mengatkan dengan disahkannya Perda ini maka legislatif dan eksekutif memiliki tanggung jawab yang sama sesuai dengan tugas dan fungsi dalam membangun Lombok Barat. “Kita berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancer dan maju sehingga visi dan misi unttuk mewujudkan Lombok Barat Yang Amanah, Sejahtera dan Berprestasi dilandasi dengan nilai Patut Patuh Patju dapat tewujud melalui program-program pembangunan yang efeketif dan tertuang dalam RPJMD” ujarnya.

Seebelun dilakukan Penadatanganan Nota Kesepakatan, Juru Bicara Gabungan Komisi DPRD Lombok Barat Ir. H. Jumahur dari Fraksi Golongan Karya menyampaikan laporan Gabungan Komisi atas Pembahasan Raperda RPJMD 2019-2024. Dalam pemaparanya Jumahir menyampaikan sejumlah catatan penting bagi eksekutif. Beberapa catatan itu antara lain : Diharapkan kepada Pemerintah daerah dalam program-program unggulan yang tertuang dalam dalam perubahan RPJMD yang dipusatkan pada pemulihan economy, kebijakan anggaran yang pro rakyat, diharapkan Pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan yang memperhatikan kebutuhan air bersih terhadap rumah tangga masyarakat minimal 80% terealisasi, Pemerintah daerah diharapkan melakukan reformasi birokrasi untuk mempermudah proses investasi di kabupaten Lombok Barat, segera mendorong pembangunan terhadap kecamatan sekotong sebagai penunjang KEK Mandalika dan Diharapkan agar prioritas pembangunan harusnya sudah melirik sektor pertanian Dan UMKM  di samping sektor pariwisata sebagai penyokong.

Dengan di sahkannya Rancangan Peraturan Daerah Perubahan RPJMD Kabupaten Lombok Barat menjadi Peraturan Daerah selanjutnya akan dilakukan konsultasi ke Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap Raperda yang disahkan oleh DPRD Lombok Barat. Hasil konsultasi ini nantinya menjadi acuan dalam penetapan Perda Perubahan RPJMD tahun 2019-2024 sehingga perda ini dapat dijadikan acuan dalam proses pembangunan di Lombok Barat. Diharapkan dengan pengesahan perda ini visi misi pembangunan untuk mewujudkan Lombok Barat Amanah, Sejahtera dan Berprestasi dapat terwujud. (Diskominfotik./Dhea/Ria)

Jelang World Super Bike, Vaksinasi Lobar Berjalan Cepat

Gerung, Diskominfotik- Tiga puluh hari menjelang pelaksanaan gelaran World SuperBike di Lombok Nusa Tenggara Barat, Gerebek Vaksin di Kabupaten Lombok Barat yang berbatasan langsung dengan KEK Mandalika sebagai tempat penyelenggaraan even dunia tersebut terus digencarkan. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah bersama TNI dan Polri serta semua pihak agar target vaksinasi 70 persen dapat terwujud. Menurut Sekretaris Daerah Lombok Barat DR. H. Baehaq,  Pemkab Lombok Barat bersama jajaran TNI dan Polri terus bergerak di desa desa untuk melakukan kegiatan gerebek vaksin.

Hal tersebut disampaikan Sekda Lombok Barat saat ditemui Di Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa 19/10/2021. Menurut Sekda Baehaqi, Pihaknya mengerahkan semua OPD untuk turun langsung memback up kegiatan vaksinasi. OPD menyiapkan tenaga admin dan Kendaraan serta tenaga penjemput untuk menjemput masyarakat ke lokasi vaksinasi yang tersebar di semua desa di Lombok Barat. Ia mengatakan setiap saat melakukan pemantauan di lokasi lokasi vaksin untuk memastikan agar kegiatan vaksinasi ini berjalan dengan lancar dan dapat mencapai target 70 persen. Ia optimis target ini dapat tercapai tepat waktu. “Setiap saat kami melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan Gerebak Vaksin berjalan dengan lancar dan memenuhi target” ujarnya Baehaqi.

Lebih Lanjut mantan Kepala Bapedda Lombok Barat ini juga mengatakan bahwa sinergisitas dan kerjasama menjadi kunci utama untuk mensukseskan kegiatan vaksinasi ini. Ia yakin dengan semangat dan kekompakan yang dimiliki oleh semua tim dari atas hingga bawah target vaksinasi ini dapat tercapai. Ia mengatakan selama ini kita terus berkomunikasi dan berkoordinasi di tim gugus tugas percepatan vaksinasi dengan sangat baik sehingga dalam jangka waktu 12 hari kita bisa menembus angka yang cukup tinggi. Sesuai dengan data di website www.satudatalombokbarat.go.id hingga selasa 18/10/2021 pagi jumlah masyarakat yang sudah di vaksin mencapai 298.127 orang untuk dosis 1 dan 78.407 untuk dosisi 2 atau persentase dosis 1 mencapai 56,23 persen.

Baehaqi mengatakan kerja keras dan kerja cepat semua tim telah membawa Lombok Barat pada PPKM Level 1 hingga saat ini. Menurutnya untuk mencapai level 1 ini membutuhkan berbagai strategi dan pelaksanaan di lapangan dengan cepat dan terarah. Dengan kerja keras dan kerja cepat serta kekompakan dan strategi yang jitu Lombok Barat berhasil menembus PPKM level 1. Hal ini tentu menjadi perhatian kita agar kasus covid19 di Lobar terus melandai dan vaksinasi mencapai target 70 persen sesuai target waktu. Menurutnya semua yang dilakukan oleh Pemkab dan Polri serta TNI bertujuan agar masyarakat tetap sehat sehingga dapat beraktivitas dengan baik dan lancar. “Kami di Pemkab bersama TNI dan Polri terus berupaya agar masyarakat tetap sehat dan kerja keras kita alhamdulillah membuahkan hasil kita berada pada PPKM level 1 dan saya berharap kita dapat terus menjaga ini bersama sama agar covid19 terus melandai di Lombok Barat” ujarnya. (Diskominfo/rif)

Gerak Cepat, Dalam Sepekan Gerebek Vaksin Lombok Barat Tembus 51 Persen

Gerung, Diskominfotik- Setelah dilakukan selama kurang lebih Sepekan kegiatan gerebek Vaksin di semua wilayah di Lombok Barat memperlihatkan angka yang cukup signifikan. Dalam waktu 9 hari sejak pertama kali dilaksanakan  hingga Jumat petang 15/10/2021, Jumlah masyarakat Lombok Barat yang telah di vaksin mencapai 273.545 jiwa dari target sasaran vaksin sebesar 530.178 jiwa atau sekitar 51,5 persen. Gerak Cepat Pemkab Lombok Barat bersama TNI dan Polri ini terus dilakukan untuk mengejar target 70 persen masyarakat yang di vaksin.

Dalam Rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi Kabupaten Lombok Barat yang diselenggarakan di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat 15/10/2021, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo mengatakan capaian vaksin ini merupakan kerja keras semua pihak. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan Herd Immunity di Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya diperlukan kerjasama dan kerja keras semua pihak untuk dapat mencapai target vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya sudah banyak usaha dan gerakan yang dilakukan pihak kepolisian bersama TNI dan Pemkab dalam mengejar targer vaksin 70 persen . “Ini adalah hasil kerjakeras dan kerjasama kita semua. Kami berharap kerjasama dan kerja keras ini dapat terus dilakukan untuk mencapai target 70 persen agar Herd Immunity di Lombok Barat dapat terwujud”ujarnya.

Kapolres menambahkan semua pihak harus terus bergerak dan tidak boleh merasa puas dengan capaian yang diraih. Karena kedepan tantangan untuk melaksanakan vaksinasi tentu akan semakin berat. Menurutnya hal ini harus mendapatkan perhatian dan pemikiran untuk memperoleh strategi jitu agar target vaksinasi warga dapat tercapai. Ia meminta semua pihak dapat merumuskan strategi untuk mengejar target vaksin agar terbentuk Herd Immunity di Lombok Barat. Menurutnya langkah jitu dan terukur harus dapat diterapkan oleh Pemerintah Daerah khususnya para Camat dan Kepala Desa agar target Gerebek Vaksin sebesar 70 persen dapat tercapai. AKBP Bagus mengatakan bahwa tim vaksinasi yang jumlahnya sebanyak 150 tim harus dimaksimalkan di satu kecamatan per hari agar satu kecamatan bisa tuntas vaksinasinya dalam satu hari. “Jadi strateginya kita selesaikan satu kecamatan dulu baru hari berikutnya bergerak ke kecamatan lainnya agar target vaksinasi dapat tercapai karena kalau sudah diatas 50 persen tentu perlu kerja keras untuk dapat mengajak warga untuk divaksin dan kita dekatkan lokasi vaksin di setiap dusun berdasarkan data capaian vaksin sementara dari dinas kesehatan” ujarnya.

Sementara itu dr Ahmad Fatoni Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Barat mengatakan bahwa hingga saat ini progres vaksinasi di semua kecamatan di Lombok Barat cukup baik. Ia mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi di semua kecamatan terus berlangsung dan setiap harinya semua kecamatan menargetkan 2.000 orang untuk divaksin. Menurutnya dengan tim vaksinasi yang dimiliki pihaknya optimis target vaksinasi untuk Lombok Barat dapat tercapai. Tentu hal ini membutuhkan kerjasama dan kerja keras semua pihak agar Herd Immunity di Lombok Barat dapat terbentuk. Ia mengatakan untuk pekan depan Pemkab bersama TNI dan Polri akan memaksimalkan gerakan vaksinasi ini dengan menyasar dusun dusun yang warganya belum di vaksin.

Ia menambahkan bahwa peningkatan sasaran vaksin untuk pekan depan harus benar-benar disiapkan dalam hal pembagian tim vaksinasi. Hal ini penting agar tim vaksinasi yang ditugaskan untuk melakukan gerebek vaksin dapat berjalan efektif dan maksimal. Sehingga tujuan tim gugus tugas untuk percepatan vaksinasi di setiap kecamatan dapat tercapai. Menurutnya pembagian tim vaksinasi ini tentu harus disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang belum divaksin dan lokasi vaksinasi yang disiapkan oleh Desa. Ia mengatakan dari pemetaan data ini barulah nantinya akan diperoleh jumlah tim vaksinasi yang akan bertugas. “Tentu kita harus membagi tim vaksinasi ini dengan baik sehingga dapat bekerja efektif dan maksimal untuk melaksanakan gerebek vaksin di Lombok Barat” ujarnya. (Diskominfotik/Arief/Windi/Angga)

1 4 5 6 7 8