Polres Lobar Pastikan BOR (Bad Occupation Rate) dan Ketersediaan Obat-obatan, Tabung Oksigen Aman di RS Tripat Gerung.

Gerung, Diskominfotik – Sejumlah petinggi Polres Lombok Barat (Lobar), mendatangi Rumah Sakit Tripat Gerung guna mengecek langsung kesiapan Bad Occupation Rate (BOR) atau Keterisian tempat tidur yang disediakan, Obat-obatan, dan Tabung Oksigen dalam penanganan COVID-19 di Lobar.

Wakapolres Lobar Kompol  Taufik mengatakan, terkait hal tersebut, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Tripat Gerung, Kamis (29/7/2021).

“Masalah ketersediaan oksigen, obat – obatan yang terkait dengan COVID-19, tenaga medis dan BOR sangat penting, sehingga kami mengecek langsung di lapangan, untuk memastikan ketersediaannya,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan mengetahui perkembangan dalam penanganan COVID-19, pihak Kepolisian dapat menentukan langkah yang dilakukan untuk memaksimalkan dalam penanganannya.

“Dibutuhkan komunikasi yang intens, terkait bagaimana penanganan  isolasi mandiri dan pasien yang meninggal maupun yang sembuh yang mana ini merupakan kekhawatiran kita dalam Covid-19 ini,” ucapnya.

Sementara itu Pihak Rumah Sakit Tripat Gerung, Sukmawati, selaku Kepala Instalasi Farmasi berharap, tidak sampai kewalahan karena beberapa rumah sakit sudah mulai kesulitan.

“Ketersediaan obat – obatan di Rumah Sakit Tripat kami laporkan secara intens kepada team dari pusat dan Kemenkes, koordinasi dengan pihak Provinsi juga lakukan terkait BOR,” ucapnya.

Melalui komunikasi ini pihaknya berharap, Rumah Sakit Tripat Gerung dapat bertindak cepat sebagai langkah antisipasi, agar tidak kewalahan nantinya, seperti yang dialami beberapa Rumah Sakit.

Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan tabung Oksigen, Wakapolres didampingi Kabag SDM Kompol Gede Ariadana, Kapolsek Gerung AKP Syarifudin Zohri dan Kasat Intelkam Polres Lobar IPTU I Nyoman Agus Sugiarta, saat melakukan pengecekan langsung di PT. Sama Bayu Mandala bertempat di Dusun Gumese, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Lobar.

Supriadiansyah selaku Pihak PT. Sama Bayu Mandala memastikan, sampai dengan saat ini kebutuhan tabung oksigen masih dalam keadaan aman.

“Ketersediaan Tabung oksigen masih aman, suplai tetap dilakukan di beberapa rumah sakit, di antaranya terhadap enam rumah sakit di Lombok,” pungkasnya. (Diskominfotik/YL).

KABUPATEN LOMBOK BARAT RAIH KABUPATEN LAYAK ANAK TINGKAT MADYA.

Gerung, Diskominfotik – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kembali melaksanakan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Pelaksanaan ini sempat ditunda selama satu tahun pada 2020 akibat pandemi COVID-19.

KLA merupakan sistem pembangunan berbasis anak yang dilakukan melalui integrasi sumber daya pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha yang secara keseluruhan dalam program kebijakan untuk menjamin hak anak.

KLA diberikan kepada seluruh kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh serta berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menjadi salah satu dari 247 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang ditetapkan sebagai KLA Tahun 2021. Penetapan tersebut diberikan oleh Menteri PPPA yang diumumkan secara daring di Ruang Jayengrana, Kantor Bupati Lobar, Gerung, Kamis (23/7/2019).

Selain Kabupaten Lobar, Kementerian PPPA juga menetapkan tiga 2 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Dompu.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Kepala Bappeda H. Saikhu, Kepala Disdukcapil Lobar M. Hendrayadi, Kadis Sosial Martajaya, Kadis Kesehatan dr.Hj.Ni Made Ambaryati,Kadis DP2KBP3A Ramdan Hariyanto, Sekretaris Dinas DP2KBP3A Lobar Erni Suryana, dan Perwakilan Forum Anak Lobar Royanissa J.R Nangurman.

Dalam acara pemberian penghargaan tersebut disampaikan bahwa hal-hal dalam pemilihan Kabupaten/Kota layak anak dinilai berdasarkan aspek pemenuhan hak anak yang di dalam UU Pelindungan Anak (UU 23/2002 dan UU 34/2014). Pemenuhan hak anak di Indonesia dapat dilihat dari beberapa isu, yakni hak sipil, perkawinan usia anak, kesehatan dan kesejahteraan anak, pendidikan anak, serta kekerasan terhadap anak.

Sistem pembangunan anak telah didirikan sejak 2006 yang sempat direvitalisasi pada 2010 dan 2011. Sedangkan apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dalam lima kategori, mulai Pratama, Madya, Nindya, Utama, hingga Kabupaten/Kota Layak Anak.

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan telah terjadi peningkatan penerima penghargaan KLA dibanding tahun sebelumnya yakni 2019.

“Menjadi kebanggaan kita bersama bahwa pada 2021 penerimaan KLA meningkat dari tahun 2019, yakni dari 249 menjadi 275 kabupaten/kota,” ujar Menteri PPPA.

Sementara itu, ia juga berharap penghargaan ini tidak hanya dilihat sebagai tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi daerah lain untuk melindungi anak di daerahnya masing-masing.

“Besar harapan kami bahwa daerah yang telah mendapatkan penghargaan dapat menjadi praktik bagi daerah lain guna menuju Indonesia layak anak 2030 dan Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (Diskominfotik/Dinda/YL).

Cek Lokasi Isolasi Terpadu Batulayar – Gunungsari, Dandim 1606/Mataram Serahkan Bansos

Batulayar, Diskominfotik – Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Arm. Gunawan yang didampingi Danramil Gunungsari Kapten Inf Indarto Agung, Kepala Puskesmas (Kapus) Sesela Rusman Efendi, Kepala Desa sesela Abu Bakar, Kapus Meninting Zaenalabidin, Kepala Desa Senteluk, Dan Unit Intel 1606/Mataram Letda Inf Murdali Lubis, Babinsa Senteluk dan Babinsa Sesela, melaksanakan Pengecekan Isolasi terpadu dan Pemberian Bansos yang di dua titik yakni di Kantor Desa Senteluk Kecamatan Batulayar dan Puskesmas Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Rabu (28/7/2021).

Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan menyampaikan, “kepada Masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 untuk melakukan Isolasi terpadu di tempat yang sudah di siapkan oleh pemerintah daerah, jangan sampai melaksanakan Isolasi Mandiri dalam satu rumah yang ada anggota keluarganya yang masih sehat,” Tegas Dandim.

“Kami melaksanakan Pengecekan Isolasi terpadu untuk warga yang terkonfirmasi COVID-19 ini sekaligus memberikan bantuan sosial (Bansos) berupa sembako dan obat obatan, ini merupakan bentuk perhatian kami kepada warga di wilayah Batulayar dan warga Sesela. Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat dan TNI bersama Polri dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Gunungsari, mengingat  di Mataram sudah masuk PPKM Level 4.  Adapun program dari TNI khususnya perintah Panglima Kodam IX/Udayana untuk mengawasi dan membuat lokasi Isolasi Terpadu di desa-desa wilayah kerja Kodam IX/Udayana,” Tambahnya.

Kepala Puskesmas Meninting Zaenalabidin menyampaikan kepada Dandim 1606/Mataram, “saat ini untuk di wilayah Kecamaan Batulayar sudah tidak ada masyarakat yang terpapar COVID-19,” Ujarnya.

“Kami kades Senteluk mewakili warga yang terkonfirmasi COVID-19, kami ucapkan banyak terima kasih banyak kepada Dandim 1606/Mataram atas kunjungan ke desa kami sekaligus memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan, semoga apa yang di berikan sama Dandim 1606/Mataram ini meringankan beban warga kami,” Tandasnya.

Dalam kesempatan ini Kapus Sesela Rusman Efrndi juga mengucapkan, “terima kasih Dandim 1606/Mataram yang telah peduli terhadap masyarakat kami, dan saat ini kami sedang melaksanakan Rapid Antigen terhadap beberapa masyarakat  kami yang mengalami keluhan sakit dikarenakan ada delapan orang masyarakat kami yang terkonfirmasi COVID-19,”Ungkapnya. (Diskominfotik/YL)

Pedagang Kaki Lima Kaget Didatangi Petugas Gabungan TNI-Polri

Gerung, Diskomifnotik – Sejumlah pedagang kaki lima yang semula terlihat kesal didatangi petugas Patroli Gabungan Skala Besar Polres Lombok Barat (Lobar) bersama TNI, kaget setelah mengetahui apa yang dilakukan para petugas, Selasa (27/7/2021).

Bahkan ada beberapa pedagang merasa khawatir, karena menyangka kedatangan petugas patroli ini akan menutup dagangannya sebelum waktu yang ditentukan, berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Lobar Nomor : 180/124/BPBD-LB/VII/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Tertanggal 6 Juli 2021.

Kekhawatiran pedagang seketika berubah, Ketika mengetahui bahwa kedatangan polisi dalam melakukan himbauan, mengingatkan Prtotokol Kesehatan (Prokes) dan pemberlakukan jam malam tersebut, Dimana Kepala Satuan (Kasat) Intelkam Polres Lobar IPTU I Nyoman Agus Sugiarta saat memimpin kegiatan ini mengatakan, ini menunjukan para pedagang telah mengetahui tentang pembatasan jam operasional malam.

“Awalnya mengeluh, disangka petugas akan menutup dagangan pedagang kaki lima ini sebelum waktunya, akhirnya pedagang lega setelah mendapat pejelasan dari petugas. Kegiatan Patroli Gabungan (Blue Light)  Polres Lobar ini, menyisir wilayah Kecamatan Gerung, Kuripan dan Kediri,” ungkapnya.

“Kami memahami akan kesulitan terutama para pedagang kecil, sehingga selain melakukan himbauan disipilin Prokes dan penegakan pemberlakukan jam operasional malam, dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sembako untuk pedagang,” ucapnya.

Menurutnya, melaui kegiatan simpatik yang dilakukan jajarannya ini, selain meringankan kesulitan para pedagang kecil, juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan prokes.

“Dengan begitu diharapkan dapat menekan angka penyebaran COVID-19, sehingga para pedagang bisa berjualan dengan normal, tanpa pembatasan lagi,” harapnya.

Subhan salah seorang pedagang yang sehari-harinya berjualan mie dan nasi Goreng di salah satu perumahan Reyan Gerung mengaku, sempat kaget dan khawatir dengan kedatangan sejumlah petugas gabungan saat mendatangi lapaknya.

“Kaget didatangi Pak Polisi dan Pak Tentara banyak sekali, padahal masih belum pukul 22.00 wita, lebih kaget lagi malah dikasi sembako, Alhamdullilah,” ucapnya.

Kata dia, Sebagian besar pedagang telah mengetahui akan aturan Pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah, dan percaya akan langkah penaganan yang dilakukan pemerintah.

“Kami ikut saja apa yang menjadi aturan dan anjuran dari pemerintah, ini kan untuk kami semua, kalau COVID-19 sudah hilang, otomatis kami bisa berjualan dengan normal lagi,” katanya tersenyum.

Iya juga berharap pedagang lainnya, “Dengan taat prokes dan ikut himbauan pemerintah, masa pandemi COVID-19 semoga segera berakhir dan dapat berjualan dengan normal lagi,” harapnya. Diskominfotik/HMS POL AG/YL

Komunitas LWC Berikan Sembako Kepada Tenaga Non Medis dan Petugas Pemulasaran Jenazah RSUD Tripat.

Gerung, Diskominfotik – Komunitas Lombok Womenpreuner Club (LWC) menggelar bhakti sosial berupa Pemberian Bantuan sembako kepada Tim Pemulasaran Jenazah dan Satgas Pengamanan COVID-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Selasa (27/7/2021).

Indah Purwanti menuturkan gerakan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian komunitas LWC kepada Tenaga Non Medis dan Petugas Pemulasaran Jenazah, “Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan sembako, dimana kita ketahui Pemulasaran jenazah merupakan petugas layanan yang bertugas di Rumah Sakit terhadap jenazah pasien yang dirawat dan meninggal di RSUD Tripat. Hanya segelintir orang yang mengetahui keberadaan mereka dan peran dalam tugasnya,” kata Indah yang merupakan Ketua dan Founder LWC ini.

Hasanudin Ihsan salah seorang Pemulasaran Jenazah menjelaskan tugasnya sebagai Perawatan jenazah yakni meliputi kegiatan memandikan, mengkafani, menyembahyangkan dan pemakaman jenazah sesuai dengan kebutuhan atau permintaan keluarga, dimana saat pandemi COVID-19 ini tugas mereka sangatlah berat. Tidak sedikit saat berhadapan dengan anggota keluarga jenazah yang kerap menolak jenazahnya ditangani sesuai prosedur medis bagi penanganan kasus yang terkena infeksi berbahaya.

penolakan akan menyulitkan dan beresiko membahayakan orang lain jika jenazah pasien COVID-19 tidak di tangani sesuai dengan prosedur.

“untuk itu, masyarakat terutama anggota keluarga yang menjadi korban pandemi COVID-19 diminta untuk bersabar dan menyadari perlunya pengurusan jenazah COVID-19 sesuai prosedur medis secara ketat agar tidak terjadi penularan. Masyarakat jangan khawatir dan cemas, kita melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang tepat dan sesuai dengan syariat Islam bagi agama muslim dan sebaliknya,” tutur Ihsan.

Kepala Seksi Rekam Medis Haji Suhaili yang mewakili Direktur RSUD Tripat dr. Arbain Ishak mengatakan, “terimakasih atas perhatian LWC terhadap petugas Pemulasaran Jenazah ini. Tidak banyak orang yang tau dan peduli akan keberadaan mereka, untuk itu atas nama pimpinan, seluruh pegawai dan staf, khusunya petugas Pemulasaran RSUD Tripat sangat berterimakasih atas bantuan dan perhatian yang di berikan LWC,” Tegasnya. (Diskominfotik/HMS Tripat TMY/YL)

 

Lombok Barat Siapkan Mobil Gerai Serbuan Vaksinasi, Sasar Pelosok dan Daerah Terpencil

Gerung, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Bersama TNI-Polri, memantapkan kesiapan vaksinasi, dimana Lobar akan menerima sejumlah vaksin lanjutan.

Untuk mensukseskannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat bersama unsur TNI-Polri, menyiapkan Vaksinasi Keliling, untuk memaksimalkan Vaksinasi di Daerahnya.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, Mobil Gerai Serbuan Vaksinasi nantinya akan mobiling, agar lebih menyentuh kepada Masyarakat di Pelosok dan Pedalaman di Lobar, Selasa (27/7/2021).

“Alhamdullilah, Pemerintah Kabupaten Lobar, dibantu oleh TNI-Polri, telah menyiapkan mobil yang khusus untuk melayani Vaksinasi Covid-19, menyasar pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Lobar,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan menyiapkan fasilitas vaksinasi keliling ini, merupakan kesiapan TNI-Polri dan Pemerintah Lobar dalam menyambut kedatangan vaksin 2021 di Lobar.

“Oleh Karena itu, kami Pemerintah Kabupaten Lobar, yang dibantu oleh TNI Polri, Insya Allah sangat siap menyambut vaksinasi berapun vaksinasi itu tiba di Lobar,” ujarnya.

Disiapkannya fasilitas Mobil Gerai Serbu Vaksin ini, Fauzan berharap juga dukungan dari Masyarakat untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, sehingga mengurangi resiko penyebaran covid-19.

“Himbauan kami, kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Lobar, mari bersama-sama selalu taat dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19,” imbaunya.

Menurutnya, dengan disiplin Prokes dan  program Vaksinasi ini, masih merupakan cara paling ampuh menagkal covid-19 saat ini.

“Agar disampaikan juga akan pentingnya pelaksanaan vaksinasi ini, dengan mengajak keluarga dan Masyarakat lainnya untuk melaksanakan serbuan vaksinasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Waka Polres Lobar Kompol Taufik mengungkapkan, dengan diberikannya fasilitas Gerai Serbuan Vaksinasi keliling ini, makin memantapkan program vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat.

“Terimakasih khususnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lobar, yang telah memberikan fasilitas kepada kami TNI-Polri, dalam rangka kesiapan kedatangan vaksinasi 2021 ini,” katanya

Menurutnya, dengan didukung fasilitas ini, akan semakin memudahkan dan mendorong pelaksaan vaksinasi hingga menjangkau pelosok dan daerah terpencil. (Diskominfotik/Yani)

 

SDN 1 Sandik Tetap Laksanakan PTM Dengan Sistem Perblok

Batulayar, Diskominfotik – Pemberian Surat Keputusan (SK) Bupati untuk 11 sekolah yang sejak tahun lalu telah memperoleh izin untuk belajar tatap muka dari Bupati Lombok Barat (Lobar). Kini diberikan juga kelonggaran untuk memilih untuk melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau kembali Belajar Dari Rumah (BDR) seperti sekolah lainnya di Lobar.

Di mana per 23 Juli 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor : 800/1855-Set/DISDIKBUD/2021 mengenai kegiatan PTM sekolah yang ada di Lobar, harus kembali diganti dengan BDR, dimana Lobar masuk menjadi daerah dengan zona merah COVID-19.

Seperti keterangan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sandik Kecamatan Batulayar , Linawati Wijaya bahwa, PTM di sekolahnya hari ini tetap berjalan seperti biasanya. Sesuai himbauan yang diterimanya dari Dikbud Lobar. Yang mengizinkan PTM tetap berjalan termasuk di sekolahnya.

“Sebelum ada perintah untuk pencabutan izin itu, PTM bisa kita lanjutkan tapi harus dengan Prokes yang lebih ketat dengan mengatur kelas perblok, dimana siswa siswi bergantian masuk selang sehari guna mengurangi kepadatan di kelas dengan melaksanakan protokol jaga jarak,” Terangnya.

“Termasuk kami di SDN 1 Sandik, masih melanjutkan PTM sampai ada arahan dan SE kembali dari Dikbud, kami terus berkomunikasi dengan Dikbud dalam melaksanakan PTM ini,” Tambahnya.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Lentera Hati Islamic Boarding School (LHIBS), yang hari ini memilih untuk tetap melanjutkan PTM. Karena mereka termasuk satu dari 11 sekolah yang mendapat rekomendasi izin sejak 2 November 2020 lalu.

“Sebenarnya gak ada SE baru, tapi dari hasil komunikasi kami dengan Dikbud Lobar, BDR tersebut tidak berlaku bagi 11 sekolah yang pernah mendapat izin SK dari Bupati,” terang Direktur LHIBS, yang akrab disapa Bunda Ridha, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (26/07/2021).

Atas dasar itu, sekolah mereka tetap melanjutkan PTM dengan protokol kesehatan yang lebih diperketat. Dan kegiatan di sekolah diakuinya tidak full day mulai dari 07.30 Wita hingga 11.30 Wita.

Sementara itu, pengelola SD IT Insan Mulia Kediri, Hj. Nurul Adha justru menyebut sekolahnya lebih memilih untuk melakukan BDR. Sesuai dengan keputusan Pemda Lobar yang baru, setelah Lobar dinyatakan masuk dalam zona merah.

“Kami masuk dalam 11 sekolah itu, tapi kami lebih memilih belajar Daring, sesuai himbauan dari Pemkab Lobar” tutur Adha.

“Kalau ada santri yang merasa kurang sehat, tidak kami izinkan untuk datang ke sekolah” tegasnya.

Keputusan itu dipilih lantaran melihat tingginya lonjakan kasus COVID-19 di Lobar. Termasuk juga banyaknya warga masyarakat yang diketahuinya sakit dengan gejala mirip COVID 19. Namun tidak berani memeriksakan diri ke dokter. Itu menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk tidak melanjutkan PTM.

“Demi menjaga dan menyelamatkan anak-anak, untuk sementara kami lebih memilih BDR, lebih aman” jelas perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Lobar ini. (Diskominfotik/DN/YL).

DANREM 162/WB SIDAK KETERSEDIAAN OKSIGEN UNTUK PASIEN COVID-19

Gerung, Diskominfotik – Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani  bersama rombongan mengecek ketersediaan pasokan oksigen di PT. Samabayu Mandala Lombok Samator Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Jln. Giri Tembesi No.1 Dusun Gumise Utara, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Minggu (25/7/2021).

Ikut dalam rombongan Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Arm. Gunawan, bersama Denkesyah Mataram Letkol Ckm dr. Gusti Nengah Gede Kartika, Pasiops Rem 162/WB Mayor Inf Yudha Bakti, Kapen Rem 162/WB Kapten Inf Asep Okinawa Mu’as, Danramil 1606-04/Gerung Kapten Inf Mujiono, Babinsa Giri Tembesi Serka Dewa Samudra, dan Bhabinkamtibmas  Bripka Pasek.

Didampingi oleh Manager/Kepala Feeling PT. Samabayu Mandala Samator Lombok Arif Yasin, Danrem bersama rombongan menuju Tempat Penyimpanan Tabung Oksigen dan Ruang Produksi Samataor (Cairan Dan Gas).

Arif Yasin dalam keterangannya mengatakan saat normal PT. Samabayu Mandala Samator Lombok setiap harinya menyiapkan hingga 200 tabung oksigen isi 6 m3 atau 6000 liter setiap hari, namun sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit, Puskesmas yang ada di pulau Lombok Khususnya Lombok Barat untuk pasien covid-19  produksinya ditingkatkan menjadi 400 tabung oksigen isi 6 m3 atau 6000 liter setiap hari.

“Selama masa Pandemi, terjadi peningkatan signifikan akan kebutuhan Oksigen sampai sekitar 30 % dan pihaknya terus memenuhi kebutuhan Oksigen kami harapkan adanya peningkatan Kontinuitas Pelayanan dari PLN karena sangat berpengaruh terhadap jumlah produksi.” Ungkapnya.

Saat Ini PT. Sambayu Mandala Lombok Samator memproduksi oksigen sebanyak 2.500 tabung ke beberapa RS Di NTB, Nitrogen sebanyak 150 tabung, Acetylene/Karbit 150 tabung dan Argone 150 tabung.

Sementara itu Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal dalam keterangannya mengatakan, sidak ini sebagai langkah antisipasi supaya kwantitas produksi pabrik penyedia tabung oksigen  ditingkatkan disesuaikan dengan kebutuhan bahkan lebih sehingga di NTB tidak ada kelangkaan oksigen selama masa pandemi Covid-19.

“jajaran Korem 162/WB, Kodim 1606/Mataram dan Polsek Gerung mengecek kesiapan penyedia tabung oksigen untuk pasien COVID-19 khususnya pemenuhan kebutuhan di wilayah Lobar,” Terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Danrem 162/WB menyerahkan sembako kepada perwakilan karyawan dan bingkisan kepada Manager PT. Samabayu Mandala Lombok Samator. ( Diskominfotik/ITS LLS/YL)

VARIAN DELTA COVID-19 LEBIH BERBAHAYA DARI COVID-19 SEBELUMNYA JANGAN LALAIKAN PROKES

Gerung, Diskominfotik – Di lansir dari Antara News.com sedikitnya 13 kasus positif Covid-19 Varian Delta asal India terdeteksi di NTB, 2 kasus di antaranya terdeteksi di Lombok Barat sehingga dihimbau kepada masyarakat agar jangan lalai dengan Protokol Kesehatan (Prokes)

Varian delta ini selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya gejala-gejala ringan tapi perburukannya lebih cepat, varian mutasi ganda asal India ini justru banyak menular kepada individu berusia muda

Dengan jumlah kasus 2.270 orang, masih isolasi 376 orang, sembuh 1.786, dan kematian 108 orang. menempatkan Lombok Barat  di urutan kedua setelah Kota Mataram terkait lonjakan kasus covid-19

Mengantisipasi berlanjutnya lonjakan kasus positif covid-19 Pemerintah Kabupaten Lombok Barat gelar Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19  Kab. Lobar di Ruang Rapat Jayengrane Sabtu, 24/07/21.

Hadir dalam Rapat tersebut Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Forkompinda Lobar, Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Baihaqi, Asisten III Setda Provinsi NTB. Kepala Dinas Kesehatan Prov. NTB, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat dan Satgas Covid-19 Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar konsolidasi Data harus ditindaklanjuti secara lebih teknis dan dikawal secara berkelanjutan oleh Asisten 1 dan selalu berkoordinasi dengan Provinsi

“ Saya minta ini dikawal secara berkelanjutan oleh asisten 1 supaya penyambung di provinsi dan menjadi bagian dari Koordinasi Dinas Kesehatan, tolong supaya ini dikawal betul bila perlu tambah tenaga terkait data ini termasuk bagaimana mengarahkan adik-adik yang bertugas di data supaya rajin memasukkan data-data.” Ungkapnya.

Selain itu Fauzan menginstruksikan agar tempat Isolasi terpadu agar benar-benar dilengkapi fasilitasnya antara lain seperti TV, jaringan wi fi dan penunjang lainnya sehingga  penghuninya merasa betah dan dapat menghibur dirinya.

“Tempat isolasi yang sudah kita putuskan 3 tempat isolasi perwilayah kerja satu Puskesmas kita siapkan waktu saya dan Forkompinda untuk cek langsung kelayakannya, diupayakan agar harus ada TV, wi fi, sedangkan untuk makannya sudah menjadi keputusan bersama bahwa itu merupakan tanggungan Desa dan sudah disiapkan oleh Desa”. Terangnya.

Fauzan menambahkan sebagai antisipasi, agar tidak abai mengontrol dan menambah ketersediaan peralatan terkait covid-19 dan obat-obatan.

“walaupun Oksigen di Lombok Barat aman, alat-alat kesehatan terkait Masalah covid juga sekarang aman tetapi tidak boleh diabaikan, harus mempersiapkan ini, Vitamin dan obat-obatan yang dibutuhkan.” Himbaunya. (Diskominfotik/Ferry/Angge)

EVALUASI PENANGANAN COVID-19, LOBAR SIAPKAN 2 PEMAKAMAN UMUM.

Mataram, Diskominfotik – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid Hadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah se Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  di Aula Graha Bakti Praja, Mataram, Kamis (22/7/2021).

Giat Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Gubernur NTB H. Dzulkiflimansyah, Wakil Gubernur,Sekda ,Asisten Bupati/ Walikota Se NTB, Kapolda NTB Irjen Pol. Moch iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani, Dandim di 10 Kab/Kota,Kejati NTB Dan Anggota Forkompinda Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam Arahan singkatnya Gubernur NTB menjelaskan, “optimalisasi penanganan covid -19 agar tidak mengganggu perekonomian kecil Dan Para Pedagang  sedangkan Menurut Wakil Gubernur Hj. Siti Rohmi Djalilah yang menyampaikan disisi kesehatan menyampaikan bahwa target vaksinasi di NTB berjalan secara progresif dan on the track sehingga vaksin yang sudah di drop langsung diserap oleh masyarakat,” ujarnya.

“Penanganan COVID-19 atau varian Delta yang sudah menyebar agar lebih diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga protokol kesehatan harus diutamakan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, untuk 10 Kabupaten/Kota harus tetap mengupgrade data-data pasien yang terkonfirmasi positif maupun yang sembuh sehingga bisa dilakukan penanganan yang signifikan yang tentunya tetap memperhatikan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti ruang isolasi, Ketersediaan Rumah Sakit (RS) untuk pasien dengan gejala berat serta RS Darurat untuk pasien dengan gejala ringan, serta obat-obatan dan oksigen harus tersedia,” Tegasnya.

“Mengenai PPKM yang sudah dilaksanakan seperti Kota Mataram berada di level empat yang artinya kasus yang terkonfirmasi dan kesembuhan yang continue,” pungkasnya.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal dalam arahannya menjelaskan, “penanganan COVID -19 di daerah menjadi keutamaan di setiap daerah Kabupaten/Kota sehingga tidak ada RS yang Full karena pasien yang terkonfirmasi positif, dan menyatakan perang terhadap virus yang berkolerasi dengan manusia yaitu dengan membatasi mobilisasi seperti sudah menerapkan PSBB dan PPKM serta memberikan vaksinasi, dan tetap menerapkan perilaku hidup sehat sehingga narasi PPKM sudah tidak ada lagi yang gebrakannya tidak hanya teori saja namun tindakan seperti of the box di masyarakat. Kapolda juga memberi warning kepada semua kepala daerah agar tidak main-main dengan dana COVID-19,” Tegas Iqbal.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan, “menghadapi COVID -19 semua harus berperan penting dari kepala Daerah sampai pada unsur camat dan kepala desa yang terintegrasi dalam hal menyiapkan rumah isolasi terpadu yang tentunya didukung oleh anggaran seperti anggaran desa untuk makan untuk pasien isolasi mandiri serta insentif untuk satgas yang membantu dalam hal meningkatkan kesembuhan pasien,” Jelasnya.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid juga menjelaskan bahwa, “penanganan di lapangan butuh pendekatan-pendekatan dan kreasi agar apa yang disampaikan ke masyarakat mudah diterima. Fasilitas rumah isolasi mandiri di masing-masing desa sudah ada namun belum efektif sehingga langkah yang dilakukan adalah di setiap puskesmas yang Ada di Lobar memiliki 3  tempat isolasi mandiri yang artinya ada 20 puskesmas dengan 60 tempat isolasi mandiri yang biaya makan dari masing-masing desa melalui dana desa yang di refocusing sebesar 8%, dan dari Lobar sudah mengontrak salah satu hotel di kawasan Senggigi sebagai tempat isolasi mandiri,” Tutur Fauzan.

“Lobar juga menyiapkan dua lahan pemakaman yang terletak di  wilayah Narmada dan Gerung yang tentunya pemakaman bukan hanya diperuntukkan untuk masyarakat Lobar, namun dari luar Lobar bisa dimakamkan juga”, Tutupnya. (Diskominfotik/YL/Juan/Fiyan/Ria).

1 3 4 5 6 7 29